Loading...

PEDOMAN PRAKTIS MENGENAL DAN MENGENDALIKAN HAMA PBK (PENGGEREK BUAH KAKAO)

PEDOMAN PRAKTIS MENGENAL DAN MENGENDALIKAN HAMA PBK (PENGGEREK BUAH KAKAO)
PENDAHULUAN Hama PBK (Penggerek Buah Kakao) adalah hama yang sangat populer dan menjadi momok nomor satu bagi petani kakao saat ini. Serangannya menyebabkan kemorosotan produksi hingga 60 – 80 persen. Serangan pada buah menyebabkan biji gagal ber-kembang, biji di dalam buah akan saling melekat, bentuknya kecil dan ringan. Serangan PBK menyebabkan biji cacat meningkat sehingga biaya panen meningkat. Kulit buah yang terserang akan sangat mudah ditumbuhi jamur. Bila buah matang terserang, maka biji tidak akan berbunyi bila diguncang sebab sudah saling melekat CIRI HAMA Serangga hama Penggerek Buah Kakao (PBK) termasuk kedalam golongan ngengat (moth) yang memiliki ukuran paling kecil dalam ordo Lepidoptera. Serangga betina biasa melepaskan telur pada permukaan buah kakao, dan buah yang paling disukai adalah buah yang memiliki alur paling banyak pada permukaannya, dan buah yang paling disukai saat ukurannya berkisar 8 cm Telur berbentuk oval dengan panjang 0,45 – 0,50 mm dan lebar 0,25 – 0,30 mm, pipih dan berwarna oranye pada saat baru diletakkan. Lama sttadium telur 2 – 7 hari. SIKLUS HIDUP HAMA PBK Kupu-kupu aktif pada malam hari sejak pukul 18.00 – 20.30, siang hari mereka berlindung di tempay yang lembab dan tidak terkena cahaya matahari. Kupu-kupu berukuran panjang 7 mm dan lebar 2 mm, bila sayap direntangkan mencapai panjang 12-13 mm, dengan antena di kepala yang lebih panjang dari badannyya. Sayapnya berwarna cokelat berpola batik. Serangan PBK sejak dalam telur sampai menjadi dewasa sekitar 30 hari (7 hari fase telur, 16 hari fase ulat dan 7 hari fase kepompong). Setelah menetas ulat keluar dari lubang yang dibuat pada kulit buah dan turun dengan bantuan sehelai benang halus, kemudian hinggap di daun dan menjadi kepompong, dan selanjutnya menjadi kupu-kupu. CARA HAMA PBK MENYERANG PBK berbiak dengan cara meletakkan telur pada alur kulit, yang jumlahnya dapat mencapai antara 50 – 100 butir pada tiap buah. Larva yang menetas dan keluar dari telur biasanya langsung memasuki buah dengan cara membuat lubang kecil pada kulit buah. Didalam buah, larva memakan daging buah tepat dibawah kulit dan diantara biji Plasenta buah juga turut digerek oleh larva GEJALA SERANGAN Buah kakao yang terserang umumnya menunjukkan gejala masak yang lebih awal, yaitu belang kuning hijau atau berwarna kuning terang, akan tetapi jika digoyang tidak berbunyi seperti halnya buah masak normal. Jika dibelah tampak biji kakao saling melekat dan berwarna kehitaman, biji tidak berkembang, serta ukuran biji kecil tidak bernas PENGENDALIAN HAMA PBK Secara umum pengendalian hama PBK yang dianjurkan adalah pengendalian berdasarkan konsep PHT. Pengendalian dengan konsep PHT dimulai dengan tindakan pencegahan (preventif) antara lain karantina, pemilihan pohon induk dan benih serta perawatan dan pengamatan dini. Jika tindakan pencegahan ternyata tidak efektif mengendalikan hama dan penyakit, maka barulah dilakukan pengendalian dalam arti khusus yakni pemberantasan (kuratif) yaitu menekan populasi organisme pengganggu (OPT) sampai dibawah ambang toleransi. Dalam tindakan pemberantasan dikedepankan cara yang ramah lingkungan, yakni cara mekanis, fisik dan biologi. Sedapat mungkin cara kimiawi dihindari. KONSEP PHT Pengendalian hama terpadu (PHT) adalah satu cara pendekatan/cara berfikir pengendalian hama yang didasarkan pada pertimbangan ramah lingkungan dan efisiensi secara ekonomis dalam rangka pengelolaan lingkungan yang bertanggungjawab. PHT adalah strategi pengendalian hama yang menitik beratkan pada faktor mematikan hama secara alami seperti pemanfaatan musuh alami dan kondisi lingkungan. PHT memanfaatkan pestisida tetapi hanya diterapkan bila setelah dilakukan pemantauan terhadap populasi hama dan faktor pengendali hama menunjukkan perlunya penggunaan pestisida STRATEGI PENGENDALIAN PBK MENURUT KONSEP PHT Karantina Teknik bercocok tanam Pemangkasan bentuk Rampasan Buah Kondomisasi Buah Panen sering, serentak, teratur Penggunaan musuh alami (semut hitam) Sanitasi Lingkungan Penggunaan Pestisida Sinjai, Oktober 2019 Imran Syam Penyuluh Pertanian Kab. Sinjai Prov. Sul-Sel