Loading...

PELATIHAN MENYUSUN RANSUM TERNAK BABI BAGI KWT DE DESA CEMPAGA,KAB. BULELENG

PELATIHAN MENYUSUN RANSUM TERNAK BABI BAGI KWT DE DESA CEMPAGA,KAB. BULELENG
Untuk meningkatkan pendapatan bagi peternak babi bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) yang ada di Desa Cempaga Buleleng, dilakukan pelatihan oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Banjar. Pelatihan dilakukan pada minggu I Bulan Mei 2012. Para pelatih adalah Petugas/Penyuluh Pertanian yang telah mampu menerapkan tegnologi pengolahan pakan yang sudah dikaji oleh peternak di Desa Selat Kecamatan Sukasada. Pengakuan peternak yang sudah menggunakan olahan ubi kayu, rumput gajah, polar dan konsentrat babi, Bapak Wayan Swenten mengungkapkan ; selama satu bulan setiap ekor babi yang dibeli dengan harga Rp. 250.000.- bisa laku dijual Rp. 350.000.- Dengan memelihara 20 ekor saja, keuntungan bersih mencapai satu juta rupiah, dengan pekerjaan yang ringan serta tidak banyak membutuhkan tenaga. Pemeliharaan ternak babi di Bali yang biasa dilakukan oleh Ibu Rumah Tangga adalah merupakan tabungan, orang Bali biasa menyebut dengan celengan. Para peternak jarang menghitung analisa usaha, dengan pemeliharaaan rata-rata 1-2 ekor saja didekat rumah. Pelatihan membuat ransum ternak babi juga diikuti oleh para Penyuluh Pertanian yang berminat menambah wawasan sekaligus sebagai materi dalam Penyuluhan Pertanian di wilayah Binaannya. Koordinator Dinas Pertanian Kecamatan Banjar saat itu mengharapkan agar setelah selesai mengikuti pelatihan para peserta mampu menerapkan apa yang telah diberikan oleh para pembina dan juga mampu diterapkan dirumahnya. Para peternak Babi di Bali masih banyak memberikan batang pisang sebagai pakan ternaknya, pada hal batang pisang tidak banyak mengandung zat yang digunakan untuk pertumbuhan, hanya saja batang pisang dipakai mengisi perut babi saja. Hal inilah yang mengakibatkan penambahan biaya dan tenaga sedangkan pertumbuhan ternak babi sangat lambat. Melalui pelatihan ini diharapkan peserta mampu memanfaatkan bahan pakan lokal yang lebih menguntungkan dan tersedia dilokasi. Adapun susunan ransum pakan yang dilatihkan adalah : ¢ Umbi keladi/ubi kayu yang diparut sebanyak 50 % ¢ Rumput gajah yang dicincang halus sebanyak 20 % ¢ Dedak padi/polar sebanyak 20 % ¢ Konsentrat Babi dewasa 10 % Bahan tersebut dicampur secara merata dan dapat langsung diberikan pada ternak babi, tanpa harus memasak terlebih dahulu. Pemberian air dilakukan pada tempat terpisah. Untuk menyediakan bahan pakan yang lebih banyak adonan tersebut dapat difermentasi sehingga menghasilkan pakan ternak babi yang lebih baik dengan daya cerna yang lebih meningkat. Para KWT yang dilatihkan merasa bersyukur mendapatkan pelatihan semacam ini, sehingga secara langsung dapat praktek sendiri dan sudah tentu akan meningkatkan pendapatan anggota KWT. (I Nyoman Sudrana , Penyuluh Pertanian Madya Buleleng)