Kecamatan rangsang merupakan salah satu kecamatan yang memiliki komoditas pangan yaitu padi, ada dua desa yang memiliki lahan padi yaitu desa penyagun dan desa topang. Kedua desa tersebut selama ini masih berbudidaya dengan cara konvensional dan hanya menanam setahun sekali IP 100. Masyarakat petani masih nyaman menggunakan metode yang sudah turun temurun dari leluhurnya, yaitu minimnya teknologi budidaya, lahannya masih tanpa olah tanah (TOT) serta kurangnya penggunaan pupuk. Hal itu karena kurangnya informasi dan pengembangan wawasan petani, maka dari itu Penyuluh pertanian Di BPP rangsang mulai rutin terus melakukan kegiatan penyuluhan melalui pelatihan-pelatihan, sekolah lapang dan lain sebagainya untuk memberikan informasi serta wawasan tentang budidaya. Hal ini sejalan dengan program kementrian pertanian tentang swasembada pangan, agar program ini terwujud di dua desa di kecamatan rangsang. Setelah beberapa tahun diberikan pelatihan serta pendampingan masyrakat mulai mau merubah tata cara budidayanya, mereka sudah mulai tau dan mau menerima segala informasi untuk mengembangkan metode budidaya yang lebih modern. Apalagi dengan ada nya program swasembada pangan, petani mulai dipercepat untuk meningkatkan indeks pertanamannya yang awalnya hanya tanam sekali IP 100 mulai untuk menanam 2 kali setahun agar menjadi IP 200.
Pemerintah melalui kementerian pertanian pada hal ini di tugasnkan kepada penyuluh pertanian lapangan untuk terus melakukan inovasi bersama petani untuk terus belajar serta mencari informasi serta inovasi terbaru di dunia paertanian, Salah satunya ialah informasi tentang biosaka. Biosaka adalah sebuah inovasi pertanian organik yang dikembangkan oleh petani, khususnya petani dari Blitar bernama Muhammad Ansar. Maka dari itu Penyuluh pertanian lapangan bersama petani melalukan pelatihan di desa penyagun bersama petani untuk sama sama mencoba membuat biosaka serta penyebaran informasi tentanh manfaat biosaka ini seperti apa. Maka dari itu dilakukan lah pelatihan yang diadakan di balai desa penyagun yang dihadiri oleh perwakilan dinas ketahanan pangan dan pertanian kabupaten kepulauan meranti Yaitu kabid PSPP Hermanto SP, Ardianto, SP sebagai salah satu petugas POPT juga dan Kordinator Penyuluh Kecamatan Rangsang Zulhadeni SP.
Kegiatan ini dilakukan pemaparan teoritis tntang biosaka dan manfaanya oleh narasumber yaitu Ardianto, SP petugas POPT kabupaten beserta praktek pembuatan biosaka. Sebanyak 50 petani hadir dengan antusias untuk mengikuti kegiatan ini. Petani diberikan pemahaman bahwa biosaka ini bukan pupuk atau pun pestisida, namun sebagai elisitor yaitu senyawa yang mampu memberikan signal untuk tanaman agar bisa merespon secara fisiologis dan morfologis dengan baik.Dengan Biosaka, tanaman bisa lebih aktif dan produktif, akar bisa bekerja lebih efisien, dan potensi serangan hama / penyakit bisa berkurang.
Dengan dilakukannya kegiatan ini semoga petani bisa mengambil informasi dari inovasi terbaru tentang penggunaan biosaka. Diharapkan petani mau dan mampu untuk menerapkan dan melakukan uji coba sendiri di tanamannya. Pemerintah terus mendorong agar petani terus mendapatkan pendampingan dalam hal memeperoleh informasi apapun yg baik agar keterampilan petani bisa bertambah. Dengan petani yang terampil dan menguasai teknologi budidaya yang baik diharapkan produktivitas serta indeks pertanamannya bisa meningkat agar program swasembada pangan bisa terwujud dan petani bisa sejahtera.