Sorgum merupakan tanaman serealia yang mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai komoditas agroindustri. Keunggulan sorgum adalah adaptasi nya yang luas sehingga dapat dibudidayakan pada lahan-lahan marginal karena sifatnya yang toleran kekeringan. Selain itu sorgum merupakan tanaman multiguna, biji sorgum sebagai sumber karbohidrat dapat digunakan sebagai bahan baku makanan dan minuman seperti nasi, kue, bir dan sebagai bahan pakan ternak unggas. Hal ini dikarenakan kandungan setiap 100 gr sogum terkandung 73 gr karbohidrat , 332 kalori, 11 g protein, 3,3 g lemak, 28 mgkalsium, 287 mg fosfor, 4,4 mg zat besi, vit B1 0,38 mg vit B1, 12 g air. (Direktorat enderal Tanaman Pangan, 2006). Selain itu juga potensi tanaman sorgum dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan etanol mulai banyak dikembangkan.Sorgum merupakan tanaman yang berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia khususnya di lahan kering beriklim kering seperti kawasan Indonesia Timur. Hal ini karena sorgum toleran kekeringan dan memiliki adaptasi yang luas. Curah hujan 50-100 mm per bulan pada 2 “ 2,5 bulan sejak tanam, diikuti dengan periode kering merupakan curah hujan yang ideal untuk keberhasilan produksi sorgum. Diversifikasi pangan sebagai salah satu bentuk ketahanan pangan nasional seharusnya mendapat perhatian lebih. Daerah-daerah marginal yang kekurangan input air bisa dimanfaatkan untuk budidaya sorgum. Hal ini juga dapat mencegah terjadinya rawan pangan yang selama ini hanya mengandalkan beras. Pemanfaatan sorgum pada saat ini berkisar sebagai pakan ternak dan hanya sebagian kecil digunakan untuk pangan. Kandungan nutrisi sorgum sebagai bahan pangan cukup memadai, hal ini dikemukakan oleh Suarni (2004) bahwa sorgum mengandung 83 % karbohidrat, 3,5 % lemak dan 10 % protein (basis kering). Kandungan protein sorgum dalam hal ini lebih tinggi dibandingkan jagung (9,2 %) dan beras (7,6 %) (Beti et al ., 1990) Penggunaan biji sorgum dalam ransum ternak dapat sebagai substitusi jagung karena kadar nutrisi yang tidak berbeda dengan jagung (Sirappa, 2003). Akan tetapi karena kandungan tanin yang cukup tinggi pemberian sebagai ransum ternak digunakan dalam jumlah terbatas karena dapat mempengaruhi fungsi asam amino dan protein (Rooney et al dalam Sirappa, 2003). Kandungan tanin dalam ransum apabila mencapai2 % dapat menyebabkan kematian (Rayudu et al dalam Sirappa, 2003)Menurut Betie t al ., 1990 ransum pakan ternak dari biji sorgum dapat diberikan langsung berupa biji atau melalui pengolahan yang dicampur bahan lainnya. Komposisi ransum pakan ternak yang terdiri dari biji sorgum 55-60 %, bungkil kedelai/kacang 20 %,tepung ikan 2,5-20 % dan vitamin-mineral 2-8 %. Ransum dapat diberikan untuk ayam,itik, babi dan sapi perah. Kebutuhan akan energi yang ramah lingkungan dewasa ini menjadi semakin mendesak dikarenakan kerusakan lingkungan akibat polusi udara emisi buangan kendaraan bermotor yang menggunakan minyak bumi. Sumber energi yang mudah didapat dan ramah lingkungan menjadi tujuan utama pengembangan biofuel saat ini. Etanol menjadi salah satu altenatif energi alami yang akhir-akhir ini banyakdikembangkan tidak hanya di Indonesia tetapi dunia. Etanol merupakan salah satu turunan alkohol yang mempunyai kandungan oktan tinggi dan diproduksi dari hasil fermentasi gula atau pati. Ditulis oleh: Edwin Herdiansyah dan Tri KusnantoSumber : Balitsereal Maros