Pendahuluan Sektor perkebunan merupakan salah satu sektor unggulan di bidang pertanian. Perkebunan memberikan andil yang cukup besar dalam pengembangan serta peningkatan kesejahteraan petani masyarakat. Dengan berbagai banyak komoditas unggulannya. Salah satu komoditas ekspor yang banyak manfaatnya adalah lada. Lada (Pipper nigrum L) merupakan salah satu komoditas unggulan ekspor Indonesia yang mampu menyediakan 30% kebutuhan dunia. Daerah penghasil lada terbesar di Provinsi Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat. Untuk hasil olahan lada dari Provinsi Lampung dikenal dengan sebutan Lampung Black pepper dan hasil olahan lada dari Bangka Belitung dikenal dengan sebutan Muntok white pepper. Sebutan tersebut dikenal karena Indonesia merupakan salah satu produsen terbesar di dunia. Dampak dari kondisi tersebut di atas mengakibatkan perkembangan teknologi di tingkat petani untuk perbaikan mutu, budidaya atau pengembangan tanaman sangat lambat dan tidak mengalami perubahan. Pemanenan Pada umur 3 tahun, tanaman lada sudah dapat di panen dan pertumbuhannya mencapai ujung tiang penegak dengan ketinggian 3,5 cm. Selanjutnya hasilnya mulai bertambah sampai tanaman berumur 8 tahun, kemudian mulai menurun. Kalau tanaman dipelihara dengan baik, tanaman masih dapat berproduksi sampai 15 tahun atau lebuh. Sejak bunga keluar sampai buah masak, memakan waktu 7-9 bulan. Buah lada yang masih muda bewarna hijau muda kemudian berubah menjadi hijau tua dan apabila sudah masak menjadi kuning kemerah-merahan. Pada tahap pembungaan dan pembuahan ini perlu diamati kemungkinan adanya serangan kepik penghisap bunga (Diplogampus hewetii) dan kepik penghisap buah Dasynus piperis. Kedua jenis hama ini sama-sama menimbulkan kehilangan langsung pada produksi lada (buah keriput, rontok dan sebagainya) Pemberantasan kedua jenis hama ini dapat dilaksanakan dengan penyemprotan insektisida yang telah disetujui oleh Komisi Pestisida dengan frekwensi 2-5 kali per tahun tergantung pada berat ringannya serangan. Lada siap dipanen dengan ciri tangkai sedikit menguning dan buahnya berwarna kuning atau merah. Pemanenan lada dilakukan dengan cara memetik pangkal tangkai buah kemudian di pipil. Berdasarkan tujuannya, ada dua macam pemanenan buah lada : A. Pemanenan hasil untuk lada hitam 1. Kriteria petik : Buah sudah tua. Diketahui dengan memecahkan atau memencet/memijit buah lada, bila keluar cairan putih maka buah lada tersebut belum bisa di petik. Biasanya dalam satu dompolan, terdiri atas buah lada merah (2%), kuning (23%) dan hijau (75%). 2. Waktu petik Sesuai dengan musim panen daerah masing-masing Biasanya berkisar Mei sampai dengan September 3. Cara Petik Alat yang digunakan untuk panen atau pemetikan pohon lada tinggi umumnya menggunakan tangga Lada dipetik dengan tangan Hasilnya ditampung dalam suatu wadah atau karung goni Panen atau pemetikan dilakukan 5-10 kali petik B. Pemanenan hasil untuk lada putih 1. Kriteria petik Buah sudah masak Biasanya dalam satu dompolan terdiri atas buah lada merah (18%), kuning (22%) dan hijau (60%) 2. Waktu petik Sesuai dengan musim panen daerah masing-masing Biasanya berkisar Mei sampai dengan September 3. Cara Petik Alat yang digunakan untuk panen atau pemetikan pohon lada tinggi umumnya menggunakan tangga Lada dipetik dengan tangan Hasilnya ditampung dalam suatu wadah atau karung goni Panen atau pemetikan dilakukan 5-10 kali petik