Arang sekam padi memiliki banyak kegunaan baik di dunia pertanian maupun untuk kebutuhan industri. Para petani memanfaatkan arang sekam sebagai penggembur tanah. Arang sekam dibuat dari pembakaran tak sempurna atau pembakaran parsial sekam padi. Bahan baku arang sekam bisa didapatkan dengan mudah di tempat-tempat penggilingan beras. Pemanfaatan sekam padi sebagai tambahan atau campuran media tanam memiliki berbagai kelebihan, antara lain karena : Mudah dalam pembuatan dan biaya pembuatan murah Pemanfaatan limbah pertanian Arang sekam mudah menyerap air Arang sekam mudah menyimpan oksigen yang baik untuk akar Harga sekam padi murah dan mudah di dapat Ø Siapkan sekam padi, serabut kelapa atau kertas Koran, sapu lidi, korek api dan sedikit minyak tanah. Ø Pilih lokasi pembakaran yang jauh dari perumahan atau jalan, karena proses pembakaran sekam padi akan menimbulkan asap yang tebal. Sebaiknya alas tempat pembakaran terbuat dari lantai keras yang tahan panas, atau alasi bagian bawah dengan plat seng sebelum melakukan pembakaran. Hal ini untuk memudahkan pengambilan arang sekam. Ø Berdirikan cerobong di tanah yang rata dan beri penyangga di sekitar cerobong agar bisa berdiri dengan tegak dan kuat. Ø Masukan serabut kelapa atau Koran pada lubang cerobong. Ø Tuangkan sekam padi yang sudah disediakan di sekeliling cerobong, sehingga membentuk seperti gunung berapi. Ø Bakar serabut kelapa atau kertas Koran tadi jika sulit bisa ditambah sedikit minyak agar mudah terbakar. Ø Api di dalam cerobong akan menjalar melalui lubang-lubang yang dibuat tadi dan menjalar membakar sekam. Ø Jika bagian atas sudah menghitam / gosong aduk dari atas ke bawah agar bisa hangus merata. Ø Proses pembakaran ini bertujuan agar sekam padi menghitam menjadi arang bukan menjadi abu, maka proses pembakaran harus selalu dipantau. Ø Jika sudah menghitam rata / sudah menjadi air, matikan bara api dengan cara menyiram dengan air. Ø Ingat pastikan bara api benar-bemar sudah padamSelama ini sebagian besar petani masih membakar jerami dan belum memanfaatkan baik untuk pupuk organic maupun pakan ternak Ø Campurkan tepung kanji dan air panas dalam ember besar kemudian aduk hingga rata hingga menjadi adonan lem yang lengket. Adonan ini akan merekatkan butiran-butiran sekam hingga menyatu saat dicetak. Jika air terlalu panas dan langsung dicampurkan dengan tepung kanji kering biasanya sebagian tepung tidak tercampur dengan baik, nampak seperti gumpalan-gumpalan putih di antara adonan lem Ø Agar keduanya tercampur dengan baik, tepung kanji bisa dilarutkan dulu sebelumnya dengan sedikit air dingin hingga rata seperti santan. Baru kemudian sedikit demi sedikit dituangkan air panas sambil diaduk. Dengan cara ini hasil lem kanji akan lebih rata dan bagus. Ø Siapkan sekam padi yang sudah diproses menjadi arang terlebih dahulu. Ø Campurkan adonan lem kanji tadi dengan arang sekam padi dengan perbandingan 1 : 7, aduk hingga merata. Untuk mendapatkan tekstur briket yang halus, arang sekam bisa ditumbuk terlebih dahulu. Ø Langkah berikutnya adalah pencetakan briket. Masukkan adonan ke dalam cetakan bambu atau papan kayu. Padatkan adonan dengan tekanan tangan atau bantuan kayu. Ø Setelah dikeluarkan dari cetakan, tempatkan di papan penjemuran, atur dengan rap Ø Langkah terakhir adalah langkah pengeringan. Jemur briket yang masih basah ini di panas matahari hingga kering. Penjemuran bisa memakan waktu beberapa hari, pastikan hasilnya benar-benar kering. Setelah kering briket siap dikemas atau digunakan. Ditulis oleh: Dede Rohayana, Edwin Herdiansyah dan Tri Kusnanto Sumber:http://alamtani.com/arang-sekam-padi.html http://usahabudidaya.com/cara-membuat-arang-sekam/Leaflet