Rumen adalah salah satu bagian ternak ruminansia (memamah biak) seperti sapi, kerbau, kambing dan domba. Rumen berisi bahan pakan yang dimakan oleh ternak yang berupa rumput/hijauan lainnya, dan pakan penguat (konsentrat). Di dalam rumen terjadi proses fermentasi oleh mikroorganisme (bakteri, protozoa, yeast, fungi). Isi rumen merupakan limbah dari rumah potong hewan dan dapat menjadi masalah mengingat limbah yang dihasilkan sangat besar. Isi rumen menjadi masalah bagi lingkungan karena baunya kuat dan kandungan air tinggi sehingga sulit penanganannya selain itu, hasil pencernaan hewan ruminansia juga menghasilkan gas metana. Meskipun demikian, limbah rumen juga prospek yang baik untuk dapat dimanfaatkan mengingat kandungan zat makanan dalam rumen yang tinggi, mengandung pakan yang sebagian besar sudah tercerna sehingga siap dimanfaatkan oleh ternak, dan mengandung mikrobia dalam jumlah sangat besar sehingga berpotensi sebagai sumber protein berkualitas baik. Berdasarkan kandungan didalamnya, isi rumen yang juga merupakan limbah rumah potong hewan mempunyai potensi sebagai pakan ternak sumber protein. Selain itu, cairan rumen mengandung zat makanan, seperti protein vitamin, mineral dan lain-lain, yang diproduksi oleh mikroba rumen. Potensi nutrien dari cairan rumen ini dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi suplemen biomineral. Pembuatan probiotik dari isi rumen sapi cukup mudah dan sederhana. Bahan yang digunakan adalah 5 kg isi rumen sapi (sebaiknya berasal dari sapi yang masih baru dipotong), 1 kg gula merah, 2 kg katul dan air 10 liter. Sedangkan alat yang digunakan adalah wadah plastic bertututp, kayu pengaduk, saringan dan timbangan. Katul, tetes/gula dan air dicampur menjadi satu (bahan 1). Isi rumen yang dimasukkan kedalam wadah/ember diaduk sampai rata kemudian dicampur dengan bahan 1 dan ditutup rapat dengan plastik yang diikat dengan tali rafia. Pengamatan rumen sapi dilakukan pada hari ke 4, 5 dan 6. Proses pembuatan probiotik berhasil apabila warna rumen yang diolah berubah dari hijau menjadi coklat dan terlihat jamur berwarna putih, baunya agak menyengat. Pada hari ke-7, rumen disaring dan siap untuk digunakan. Kegunaan probiotik dari isi rumen sapi antara lain mempercepat proses pengomposan pada pembuatan pupuk kompos, pupuk cair, mempercepat proses fermentasi jerami pakan ternak, ebagai bibit bakteri atau bioaktivator. Sedangkan keunggulan pembuatan probiotik dari isi rumen sapi adalah mudah dilakukan dan cukup menggunakan alat yang sederhana sehingga dapat diproduksi sendiri oleh petani, ketersediaan bahan yang cukup mudah dan murah, sangat bermanfaat bagi petani dengan pola tanam organik. (Dari berbagai sumber) Penyusun: Fauziah Y. Adriyani dan Elma Basri