PEMANFAATAN LIMBAH TEMBAKAU UNTUK PESTISIDA NABATI
Tanaman tembakau merupakan komoditas tanaman yang telah lama dibudidayakan oleh petani. Keberadaannya penting karena dapat menjadi tanaman alternatif ketika ditanam pada musim kemarau dan pada kondisi tertentu memiliki nilai jual tinggi. Tekanan terhadap komoditas tembakau tidak mampu menghalangi keinginan petani untuk menanam tembakau. Kecamatan Karangtengah mempunyai luas hamparan sekitar 240 hektar dan dibudidayakan setiap musim tanam kedua di lapangan.
Hasil penelitian menunjukkan tembakau dapat dimanfaatkan menjadi pestisida nabati. Nikotin pada tembakau dapat bersifat repelent (penolak serangga), fungisida, akarisida, dan nematisida. Bahkan daun yang berbentuk tepung dapat digunakan untuk mengendalikan hama gudang. Berdasarkan hasil penelitian, pestisida dari daun tembakau efektif terhadap hama penting pada bawang merah, tomat, cabai, jarak pagar, dan kakao.
Pestisida nabati memiliki beberapa kelebihan, di antaranya adalah mudah terdegradasi, aman bagi organisme bukan sasaran, mengurangi kontaminasi lingkungan, dan tidak beracun bagi manusia. Terdapat banyak tanaman dan teknologi yang digunakan untuk memproduksi pestisida nabati. Beberapa teknologi yang digunakan untuk memperoleh bahan aktif pestisida nabati, antara lain melalui ekstraksi dengan cara distilasi, maserasi, dan pirolisis.
Senyawa bahan aktif :
· Mengandung : nicotine, anatobine, piperidine
Cara kerja racun :
· Mempengaruhi sistem kerja otot dan saraf, sebagai racun kontak, racun perut, dan racun pernafasan bersifat sistemik dan bisa juga sebagai racun repellent.
Kegunaan dalam pengendalian OPT:
· Sebagai Insektisida, Fungisida dan Nematisida
Bagian Tanaman Tembakau yang Merupakan Limbah
(Bagian yang tidak mempunyai nilai ekonomis tetapi dapat dimanfaatkan sebagai bahan Pestisida Nabati) yaitu : Tunas, Batang, Tulang Daun dan daun Bawah (Galabag)
Cara pembuatan sebagai berikut:
untuk 1 ha ( volume semprot 500 tl)
Bahan :
- Daun tembakau 500 lt × 12,5gr = 6.250 gr
- air 16,5 lt
- Alkohol 16,5 × 10 = 165 ml
Proses :
· Dipilih bagian tanaman yang akan digunakan sebagai bahan pestisida nabati, yaitu batang maupun daun.
· Dihancurkan bagian tersebut hingga halus
· Bahan dilarutkan dengan air tambahkan alkohol perbandingan 10 Kg bahan + 20 Liter air, direndam minimal 3 malam
· Disaring hasil fermentasi
Aplikasi : 33 tangki/ha atau 4,5 tangki/100 bata
Dosis : 0,5 lt / tangki