Pakan merupakan hal pokok dan penting dalam usaha peternakan baik untuk pembibitan maupun penggemukan. Seperti halnya manusia, komposisi nutrisi dalam pakan harus diperhatikan agar menghasilkan pertumbuhan dan produksi ternak yang optimal. Salah satu jenis pakan yang paling banyak diberikan pada ternak ruminansia adalah hijauan sehingga ketersediaannya harus diperhatikan baik dari segi kuantitas maupun kualitas (Pasambe dkk, 2006). Hijauan dan jerami merupakan sumber serat kasar yang dibutuhkan ternak ruminansia dalam proses pencernaan. Kekurangan serat kasar dapat menyebabkan gangguan pencernaan pada ternak, Pasambe dkk (2006) menyatakan bahwa setidaknya kandungan serat kasar sekitar 13% bahan kering dalam ransum. Meskipun hijauan/jerami merupakan pakan yang penting, terdapat masalah yang dihadapi peternak tradisional yaitu rendahnya mutu pakan dengan kandungan serat kasar yang tinggi. Selain itu, sifat hijauan yang dibutuhkan dalam jumlah besar menyebabkan proses pencernaan di rumen membutuhkan waktu yang lebih lama, sehingga dapat mengganggu metabolisme lainnya seperti pernafasan (Astuti dkk, 2015). Lebih lanjut, Mamilianti dan Yusroni (2009) menyatakan bahwa jenis pakan tersebut sulit dicerna dan tidak dapat memberikan zat-zat nutrisi yang berimbang untuk mendukung produktivitas yang optimal. Salah satu usaha untuk memperbaiki kualitas pakan hijauan/kandungan serat tinggi adalah melakukan fermentasi pakan dengan menggunakan mikroorganisme lokal (MOL). Hasil-hasil Penelitian Penambahan MOL kedalam pakan ternak berperan pada proses fermentasi bahan dasar. Pakan yang sudah difermentasi telah mengalami perombakan oleh mikroorganisme menjadi molekul yang lebih sederhana. yang pada akhirnya akan meningkatkan mutu pakan dan membantu proses pencernaan dalam rumen. Hasil penelitian Mamilianti dan Yusroni (2009) menunjukkan perlakuan Jerami yang difermentasi dengan MOL Buah meningkatkan mutu/kandungan nutrisi pakan (protein kasar 9,12 dan kandungan serat kasar 24,34). Lebih lanjut, pemberian pakan jerami dengan MOL buah memberikan Pertambahan Berat Badan Harian (PBBH) ternak tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya yaitu sebesar 0,96 (kg/ekor/hr). Sependapat dengan hasil penelitian yang dilakukan Ella (2015) yang menunjukkan bahwa pemberian pakan jerami yang difermentasi dengan MOL buah maja memberikan pertambahan berat badan tertinggi (0,236 kg/hari). Lebih lanjut, hasil pengkajian tim Bioindustri Sapi-Padi BPTP Lampung (2016) penggunaan pangan jerami yang difermentasi dengan MOL buah, memberikan pertambahan berat badan sekitar 0,180 kg/hari. Pembuatan Pakan Ternak dengan tambahan MOL Bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan jerami untuk pakan bermutu adalah jerami padi sebanyak 900 kg dan MOL dari buah sebanyak 5 liter. Sebelum pembuatan pakan, terlebih dahulu membuat MOL dari buah dengan bahan yang terdiri dari buah2an sisa (tomat/pepaya) 5 kg, gula merah 1 kg dan air cucian beras 10 liter. Cara pembuatan Mol buah2an :1. Tomat/pepaya dilumatkan atau di blender2. Larutkan gula merah dengan air cucian beras3. Masukkan semua bahan ke dalam jerigen, tutup rapat beri lubang udara dengan cara memasukkan selang yang dihubungkan dengan botol yang sudah diisi air. Ujung selang plastik harus terendam dalam air.4. Fermentasi selama 2 minggu secara anaerob. Selanjutnya, untuk membuat pakan dengan bahan utama jerami padi adalah sebagai berikut:1. Campurkan 1 liter Mol dengan 5 liter air2. Tambahkan gula merah sebanyak 1 ons3. Campurkan dan diaduk sampai rata kemudian disemprotkan atau disiram pada bahan pakan/jerami.4. Pakan jerami ditutup dengan terpal agar terhindar dari hujan dan panas matahari5. Jerami di fermentasi selama 21 hari Penulis: Elma Basri dan Fauziah Y Adriyani (BPTP Lampung) Daftar Pustaka Pasambe, D., Sariubang, M. dan Nurhayu. 2006. Pengaruh Perbaikan Pakan Terhadap Produktivitas Sapi Bali Jantan yang Sedang Digemukkan. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2006. Hal. 67-75. Astutia, A., Erwanto, Santosa, P.E. 2015. Pengaruh Cara Pemberian Konsentrat-Hijauan Terhadap Respon Fisiologis Dan Performa Sapi Peranakan Simmental. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu Vol. 3(4): 201-207. Mamilianti, W. dan Yusroni, A. 2013. Pengaruh MOL terhadap Penggemukan Sapi Potong sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Peternak. http://jurnal.yudharta.ac.id/wp-content/uploads/2013/10/6. Diakses tanggal 06 Maret 2017. Ella, A. 2015. Pemberian Pakan Limbah Pertanian Hasil Fermentasi dengan Mikro Organisme Lokal (MOL) pada Sapi Penggemukan. Prosiding Seminar Nasional Peternakan dan Veteriner 2015.