1. PENDAHULUAN Pemangkasan penting dilakukan untuk menjaga produktivitas dan keberlangsungan budidaya tanaman kopi,. Dengan pemangkasan, pertumbuhan tanaman kopi akan optimal, sehat dan relatif tahan terhadap serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).Dalam konsep pengendalian OPT secara terpadu, pemangkasan merupakan salah satu bentuk pengendalian secara kultur teknis yang bertujuan untuk memutus siklus hidup hama utama pada pertanaman kopi. Dengan pemangkasan, tajuk tanaman kopi akan terbuka, sehingga akan mempermudah sinar masuk dan memperlancar aliran udara. Hal ini akan merangsang pembungaan dan mempermudah proses penyerbukan. Tajuk tanaman yang terbuka tidak akan terlalu lembab, sehingga tanaman tidak rentan terkena serangan jamur atau serangga. Pemangkasan juga bertujuan untuk membuang cabang tua yang kurang produktif atau terserang hama/penyakit, sehingga hara dapat didistribusikan ke cabang muda yang lebih produktif. Dengan demikian diharapkan produktivitas optimal bisa dicapai secara kontinyu.Wilayah Kecamatan Tiris merupakan salah satu kawasan penghasil kopi Robusta yang potensial. Namun produktivitas sebagian besar lahan kopi yang dimiliki petani relatif rendah. Banyak faktor yang menyebabkan kondisi tersebut. Salah satu penyebab utama adalah penerapan teknik budidaya yang belum optimal dan intensif, terutama pada teori dan praktek pemangkasan. Dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani kopi pada teori dan praktek pemangkasan, diharapkan akan mendorong mereka untuk menerapkan teknik budidaya secara benar, sehingga selanjutnya akan meningkatkan produktivitas tanaman kopi di lahan petani. II. JENIS DAN FUNGSI PEMANGKASAN PADA KOPI Pemangkasan harus dilakukan pada tanaman kopi. Hal ini bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan sehat dan produktif. Pada tanaman kopi, perkembangan bunga didorong oleh adanya paparan terhadap sinar secara langsung dan di hambat oleh adanya naungan. Sementara itu, penyerbukan tanaman dibantu oleh angin dan serangga. Tajuk tanaman yang tertutup akan mempersulit masuknya sinar dan sirkulasi udara. Hal ini akan berdampak buruk pada pembungaan dan penyerbukan pada kopi. Tajuk yang tertutup juga cenderung lembab, sehingga mendorong berkembangnya jamur atau hama dan penyakit pada tanaman. Pada kopi Robusta, bunga dapat berkembang pada cabang yang umurnya kurang dari 1 tahun. Sementara pada kopi Arabika, cabang yang berumur 1-2 tahun masih dapat menghasilkan bunga. Tanpa adanya pemangkasan, cabang-cabang tua akan terus tumbuh dan menghambat berkembangnya cabang-cabang muda yang lebih produktif. Keadaan ini jika dibiarkan akan menurunkan produktivitas tanaman.Secara umum, pemangkasan pada tanaman kopi bertujuan sebagai berikut :a. Mengendalikan ketinggian tanaman kopi, sehingga memudahkan perawatan dan peningkatan hasil.b. Membentuk cabang-cabang produksi yang baru secara kontinyu dalam jumlah optimalc. Menghilangkan cabang-cabang tua yang tidak produktif, cabang yang terserang hama penyakit, dan cabang-cabang liar yang tidak dikehendaki.d. Mempermudah masuknya cahaya dan memperlancar sirkulasi udara di dalam tajuk, sehingga akan meningkatkan rangsangan pembentukan bunga dan mengoptimalkan penyerbukan bunga.e. Mempemudah pengendalian hama dan penyakit.f. Mengurangi terjadinya fluktuasi produksi yang tajam (biennial bearing) dan resiko kematian tanaman akibat pembuahan yang berlebihan (over bearing/die back).g. Mengurangi dampak kekeringan. Pemangkasan dapat mengurangi laju transpirasi tanaman dari cabang-cabang yang produktif, sehingga penggunaan lengas tanah yang terbatas dimusim kemarau lebih efisien. Ada beberapa prinsip dasar yang perlu diperhatikan pada saat melakukan pemangkasan.¢ Pemotongan cabang primer tidak dapat dipulihkan, karena ia tidak dapat tumbuh lagi. ¢ Pemotongan pucuk cabang orthotrop akan menumbuhkan beberapa tunas orthotrop.¢ Pemotongan pucuk cabang primer akan menumbuhkan sejumlah cabang-cabang sekunder. Pada tanaman kopi terdapat berbagai macam pemangkasan antara lain : a. pemangkasan bentuk bertujuan untuk membentuk mahkota pohon sesuai yang dikehendaki dan agar tanaman tumbuh pendek,b. Pangkasan pemeliharaan, bertujuan untuk menyeleksi cabang-cabang produktif, membuang cabang-cabang tua yang tidak produktif dan memberantas hama dan penyakit. Pemangkasan ini terdiri dari wiwilan, pemangkasan berat, dan pemangkasan cabang yang terserang hama atau penyakit. c. Pemangkasan peremajaan (rejuvinasi), bertujuan untuk meremajakan kebun kopi yang sudah tua dan tidak produktif menjadi muda kembali tanpa perlu melakukan penanaman tanaman baru. (Anonim, 1995). Pemanfaatan pohon pelindung pada pertanaman kopi mempunyai beberapa keuntungan (Anonim, 1995) diantaranya :a. Guguran dan pangkasan daun dapat dijadikan sumber bahan organik.b. Melindung bahan organik dari lapisan tanah atas terhadap pembakaran akibat sinar matahari yang terik.c. Perakaran pohon pelindung yang telah membusuk, dapat membantu adanya drainase dan peredaran udara serta air dalam tanahd. Mengurangi biaya penyiangan dan membatasi pertumbuhan gulmae. Menurunkan suhu air dan tanah pada musim panas, dan dapat meningkatkan suhu bila keadaan terlalu dingin, sehingga akanmenghasilkan iklim mikro yang menguntungkan bagi tanaman kopif. Menghindari terjadinya over produksi, sehingga mengurangi kasus mati awal bagi tanaman kopi. Pohon pelindung yang sering digunakan pada perkebunan kopi adalah : Dadap (Eurythrina lithosperma/ Eurythrina subumbrans), Sengon laut (Albizzia falcata), Lamtoro (Leucaena glauca), dan Gamal (Glirisidia sp.) (Anonim, 1995).Penggunaan Gamal (Glirisidia sp.) sebagai tanaman penaung pada pertanaman kopi terbukti sangat bermanfaat, namun jenis ini memerlukan manajemen pemangkasan yang baik agar daunnya tidak banyak yang gugur pada musim kemarau (Sudarsianto, 2000). Namun demikian penggunaan pohon pelindung juga mempunyai beberapa kelemahan (Anonim, 1995) antara lain :a. Pohon pelindung akan merupakan pesaing bagi tanaman kopi dalam penyerapan hara dan air.a. Perkebunan kopi di Brazil dan Kenya yang mempunyai pohon pelindung mampu berproduksi dua kali setahun dan produktivitasnya lebih tinggi, namun umur tanaman tidak tahan lama, karena perakaran pohon pelindung merusak struktur tanah, sehingga mudah terjadi erosi. Akibatnya masa produksi tanaman kopi menjadi lebih pendek. III. TEKNIK PEMANGKASAN PADA KOPI Terdapat 2 sistem pemangkasan kopi yaitu pemangkasan berbatang tunggal dan pemangkasan berbatang ganda. Sistem pemangkasan yang umum dipraktekkan adalah sistem pemangkasan berbatang tunggal. Sistem ini mengarah pada pengaturan peremajaan tanaman dengan hanya menumbuhkan satu batang utama untuk membentuk cabang-cabang yang meliputi pemangkasan bentuk, pemangkasan produksi dan pemangkasan rejuvenasi (peremajaan) 1. Pemangkasan Bentuk.Pemangkasan ini dapat dilakukan dengan:a. Pemenggalan pucuk pohon.¢ Agar tanaman tidak terlalu tinggi¢ Aga pertumbuhan cabang-cabang samping menjadi lebih kuat dan panjang.¢ Kopi Arabika dipangkas setinggi 1,5-1,8 m, sedangkan kopi Robusta setinggi 1,8-2,5 m dari permukaan tanah.¢ Pemangkasan dilakukan pada akhir musim kemarau, agar pertumbuhan cabang-cabang baik dan kuat.b. Pemangkasan cabang primer. ¢ Dilakukan agar tanaman tidak membentuk payung.¢ Untuk mendorong pembentukan cabang sekunder.¢ Pemangkasan dilakukan kira-kira 60-80 cm di atas tanah, pada jarak 2-3 ruas dari batang, kemudian secara berturut-turut dilakukan pada cabang primer di atasnya. 2. Pemangkasan Produksi. ¢ Pemangkasan ini antara lain meliputi:¢ Membuang tunas wiwilan (tunas air) yang tumbuh keatas.¢ Memangkas cabang balik yang tidak menghasilkan buah.¢ Memangkas cabang-cabang tua yang tidak produktif karena telah berbuah 2-3 kali.¢ Memangkas cabang-cabang yang terserang oleh hama dan penyakit.¢ Memangkas cabang sekunder yang telah tua. Gambar 1. Pemangkasan Produksi3. Pemangkasan Rejuvinasi. Dilakukan terhadap tanaman tua, produksinya rendah, untuk mempermuda atau meremajakan dan memperbaiki mutu bahan tanaman. Dikerjakan setelah panen pada awal musim hujan dengan cara:¢ Batang dipotong miring Utara-Selatan setinggi 30-50 cm.¢ Bekas potongan diolesi dengan ter atau aspal untuk mencegah serangan hama dan penyakit.¢ Tanah sekeliling tanaman dicangkul dan diberi pupuk.¢ Dari beberapa tunas yang tumbuh pilih 1-2 tunas yang pertumbuhannya baik dan dipelihara sebagai batang utama atau bahan sambungan.¢ Setelah cukup besar dapat disambung dengan jenis yang baik kemudian dipelihara.Gambar 2. Pangkasan Peremajaan Daftar Pustaka Anonim, 1995. Budidaya Tanaman Kopi. Aksi Agraris Kanisius, YogyakartaAnonim, 1992. Budidaya Kopi. BPTP Papua, JayapuraKadir, Safruddin dkk, 2004. Kajian Teknologi Pemangkasan Pada Tanaman Kopi. BPTP Sulawesi Selatan, MakassarNajiyati, Sri, Danarti, 2007. Kopi: Budidaya dan Penanganan Pasca Panen. Penebar Swadaya, JakartaWintgens, J.N (Ed). 2004. Cofee: Growing, Processing and Sustainable Production. WILEY-VCH Verlag GmbH &Co. Weinheim