Pemantauan mandiri (Self Monitoring) dalam kelompok tani adalah kegiatan montoring dan kegiatan evaluasi yang dilakukan oleh kelompok itu sendiri. Hasilnya akan disampaikan kepada seluruh pengurus dan anggota lain, sehingga mengetahui perkembangan kelompoknya. Instrumen dan isi dari pemantauan mandiri disusun sendiri oleh kelompok dan disesuaikan dengan jenis kegiatan kelompok dan kebutuhan kelompok itu sendiri. Pemantauan mandiri dapat juga diartikan sebagai penilaian yang terus menerus oleh anggota kelompok yang ditunjuk atau ditugaskan oleh pengurus kelompok terhadap fungsi kegiatan kegiatan tertentu apakah sesuai jadwal yang sudah ditetapkan. Demikian juga dalam hal penggunaan dana dan prasarana kegiatan oleh kelompok. Pada dasarnya pemantauan mandiri merupakan kegiatan integral dari seluruh aktivitas dalam kelompok. Tujuan pemantauan mandiri adalah untuk mengetahui secara cepat perkembangan dan permasalahan dalam melaksanakan kegaitan-kegaiatan kelompok. Selain itu pemantauan mandiri bertujuan untuk mengkaji apakah kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan telah sesuai dengan rencana , mengidentifikasi masalah yang timbul agar langsung dapat diatasi , melakukan penilaian apakah pola kerja dan manajemen yang digunakan sudah tepat untuk mencapai tujuan kegiatan, mengetahui kaitan antara kegiatan dengan tujuan untuk memperoleh ukuran kemajuan, menyesuaikan kegiatan dengan lingkungan yang berubah, tanpa menyimpang dari tujuan. Manfaat pemantauan mandiri adalah diperolehnya data dan informasi tentang perkembangan kegiatan kelompok beserta permasalahan yang dihadapi untuk mencari langkah-langkah penyelesaian permasalahnnya oleh kelompok itu sendiri sehingga setiap permasalahan akan dapat diatasi secara cepat. Untuk permasalahan yang memerlukan dukungan dari pihak lain, pengurus kelompok dapat menyampaikan kepada penyuluh pemdamping yang selanjutnya dapat disampaikan kepada dinas atau instansi lainnya yang kompeten untuk mendapatkan bantuan pemecahan masalahnya. Waktu pelaksanaan pemantauan mandiri dilakukan secara berkala misalnya setiap 2 minggu sekali dan atau sebulan sekali ataupun disesuaikan dengan sifat kegiatan kelompok itu. Kegunaan. Hasil pemantauan mandiri disampaikan kepada seluruh anggota dalam bentuk laporan atau disampaikan dalam rapat pengurus kelompok. Hasil pemantauan mandiri dapat juga disampaikan kepada penyuluh yang membina kelompok tersebut. Melalui pemantauan mandiri maka seluruh anggota kelompok dapat melihat keberhasilan atau kegagalan kegiatan serta dapat pula mengambil langkah-langkah bagaimana mengatasi atau melakukan perubahan-perubahan. Fungsi. Pemantauan mandiri dalam kelompok sebagai bentuk kerja sama seluruh anggota dalam pencapaian kepentingan kelompok dan para anggotanya dalam menuju keberhasilan kegiatan usaha tani. Pemantauan mandiri juga berfungsi sebagai wadah belajar dalam berorganisasi, menambah kepekaan dan perluasan wawasan, kemampuan belajar menemukan dan menganalisa permasalahan, mengatasi permasalahan secara mandiri serta mengatur kegaitan-kegiatan terkait dengan hasil pemantauan mandiri. Selanjutnya pementauan mandiri merupakan suatu sistem komunikasi yang efektif baik antar anggota, antara pengurus dan anggota maupun antara pembina dan anggota, sehingga penyebarluasan informasi tentang perkembangan dan permasalahan dalam kelompok termasuk permasalahan pengelolaan usaha anggota kelompok dapat lebih cepat tersalurkan. Pemantauan mandiri memungkinkan para anggota kelompok untuk meninjau kembali dengan segera apakah kegiatan usaha tani dapat diteruskan atau tidak. Melalui pemantauan mandiri ini kelompok pada fase tertentu dapat mengidentifikasikan keberhasilah atau kegagalan secara nyata atau potensial sedini mungkin dan sewaktu-waktu bisa menyesuaikan pelaksanaan kegiatan. Metode pemantauan mandiri. Pemantauan mandiri yang dilakukan adalah dengan metoda pengumpulan dan analisis informasi secara teratur. Kegiatan ini dilakukan secara internal untuk menilai apakah kegiatan sudah dilaksanakan dan bagaimana kegiatan dilaksanakan serta apakah hasil kegiatan sudah sesuai rencana. Pemantauan mandiri dilakukan dengan cara melakukan kunjuangan ke beberapa petani anggota kelompok. (Ir. Amirudin Aidin Beng, MM, Penyuluh Pertanian Madya. Sumber Penumbuhan dan Pembinaan Kelompok Tani Kecil, Departemen Pertanian, Badan Pengembangan SDM Pertanian 2005)