Loading...

PEMBIBITAN GENERATIF KOPI ROBUSTA

PEMBIBITAN GENERATIF KOPI ROBUSTA
PEMBIBITAN GENERATIF KOPI ROBUSTA Kopi (Coffea sp.) merupakan salah satu komoditas penting yang diperdagangkan secara luas di dunia. Budaya minum kopi di negara-negara konsumen yang telah berlangsung berabad-abad berpengaruh terhadap dinamika selera berupa preferensi konsumen untuk menikmati citarasa yang lebih beragam. Salah satu klon kopi yang hingga saat ini masih dibudidayakan oleh petani dan disukai oleh konsumen adalah kopi robusta. Tanaman kopi robusta sebagian besar merupakan perkebunan rakyat dengan penerapan teknologi budidaya yang masih terbatas. Bila penerapan teknologi budidaya di perkebunan kopi rakyat tersebut diperbaiki, produksinya bisa ditingkatkan. Salah satu teknologi tersebut adalah pembibitan kopi robusta secara generatif (Menggunakan biji). Cara ini sebenarnya sudah dilakukan oleh petani kopi tradisional seperti di Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan. Teknik seperti ini masih menjadi pilihan bagi petani karena diyakini sangat mudah dilakukan, sederhana dan murah. PEMBIBITAN KOPI ROBUSTA SECARA GENERATIF - Kebutuhan bibit 1 ha adalah : Jarak Tanam 1,25 m x 2,0 m = 7.000 butir 1,50 m x 2,0 m = 5.840 butir 2,00 m x 2,5 m = 3.500 butir 2,50 m x 2,5 m = 3.000 butir ? Pembuatan Bedengan Persemaian - Lokasi mudah diawasi, dekat pembibitan dan areal penanaman. - Tempat datar, berdrainase baik dan dekat sumber air. Tanah bebas dari nematoda parasit dan cendawan akar kopi. - Dibuat arah utara-selatan, dengan lebar bedeng 80-120 cm, panjang disesuaikan menurut kebutuhan. - Tanah dicangkul kemudian dibersihkan dari sisa-sisa akar dan rumput. - Bedengan ditinggikan 20 cm menggunakan tanah subur dan gembur, di atasnya ditambah lapisan pasir halus setebal 5 cm. - Untuk mencegah nematoda parasit, dilakukan fumigasi dengan Vapam, 100 ml/10 l air untuk setiap M bedengan. Bedengan ditutup plastik selama tujuh hari, setelah itu dibuka dan dikering-nginkan selama tujuh hari, kemudian benih boleh disemai. - Bedengan diberi atap/naungan berupa alang-alang, daun tebu, kelapa dengan tinggi sebelah barat 120 cm dan sebelah timur 180 cm. Cara Penyemaian Benih - Sebelum benih disemai, bedengan disiram air sampai jenuh. - Penyemaian benih dilakukan dengan membenamkan benih sedalam 0,5 cm, permukaan benih yang rata menghadap ke bawah. - Jarak tanam benih 3 cm x 5 cm - Setelah benih tertata di atas bedengan, diatasnya ditaburi potongan jerami atau alang-alang kering, agar terlindung dari segatan matahari maupun curahan air siraman. Pemeliharaan di Persemaian - Setiap hari (kecuali ada hujan) bedengan disiram air dengan menggunakan gembor, dan dijaga jagan sampai ada genagan air. - Rumput yang tumbuh dicabut. - Setelah sepasang daun membuka (stadium kepelan), bibit segera dipindahkan ke media kantung plastik (polibag). Penanaman Dalam Kantung Plastik (Polybag) - Ukuran polybag adalah 15 cm x 25 cm dengan ketebalan 0,08 mm. - Polybag diisi media tanam dan disiram hingga basah, kemudian ditata dengan jarak antar polybag 7 cm, sehingga dengan lebar bedengan 120 cm dapat diletakkan enam baris polybag. - Pilih bibit yang tumbuhnya normal dan sehat, akarnya dipotong 5 ? 7,5 cm dari pangkal. - Bibit ditanam dalam polybag dengan membuat lubang sedalam 10 cm, tanah dipadatkan agar akar tidak menggantung (berongga). Diusahakan agar akar tidak terlipat atau bengkok. Pemeliharaan Bibit - Intensitas cahaya di pembibitan 25 %. Secara bertahap intensitas cahaya dinaikkan dengan membuka naungan sedikit demi sedikit. - Penyiraman disesuaikan dengan kondisi kelembaban lingkungan. - Media digemburkan setiap dua bulan sekali. - Pemupukan sesuai umur bibit, pupuk dibenamkan atau dilarutkan dalam air. Dosis Pemberian pupuk adalah sebagai berikut : Urea TSP KCl Keterangan 1-3 Bulan 1 gr 2 gr 2 gr 2 minggu sekali 3-8 Bulan 2 g - - 2 minggu sekali Apabila pemberian pupuk dengan cara diencerkan konsentrasi 0,2% sebanyak 50-100 ml/bibit/2 minggu. - Pengendalian hama, penyakit da gulma dilakukan secara manual dan kimiawi. Hama yang sering menyerang bibit kopi adalah ulat kilan, belalang, dan bekicot. Penyakit yang sering dijumpai adalah rebah batang (Rizoctonia solani) - Bibit siap tanam umur 10 -12 bulan dari penyemaian. Oleh Jamaluddin, SP PPL Desa Bulutellue Kec.Bulupoddo Kab.Sinjai