Loading...

Pembibitan Lada Induk Mini

Pembibitan Lada Induk Mini
Tanaman lada (Piper nigrum L.) merupakan salah satu jenis tanaman tahunan yang umumnya diperbanyak secara vegetatif melalui setek. Salah satu keuntungan perbanyakan vegetatif adalah keturunannya relatif seragam, menyerupai induknya, serta cepat pertumbuhannya sehingga mampu menyediakan benih lebih cepat dibandingkan dengan perbanyakan secara generatif. Dalam penyediaan benih melalui setek, umumnya petani lada menggunakan sumber benih dari kebun produksi. Hal ini berdampak kurang baik terhadap pertumbuhan tanaman dan kesinambungan produksi, karena dua kepentingan yang berbeda, yaitu produksi benih dan produksi buah. Kedua macam tujuan produksi tersebut memerlukan manajemen dan pengelolaan tanaman yang berbeda, terutama dalam mengatur fase vegetatif dan generatif. Sebagai contoh, untuk tujuan produksi buah, tanaman dibiarkan tumbuh secara normal sampai menghasilkan bunga dan buah. Namun, untuk keperluan produksi benih, tanaman diperlakukan agar selalu menghasilkan benih (setek) sehingga tidak dibiarkan berbunga/berbuah.Untuk menumbuhkan calon pohon induk lada dibutuhkan naungan dari paranet (75%). Tinggi rangka naungan paranet 2 m, kemudian paranet dibentangkan dan setiap ujungnya diikat dengan kawat tali. Untuk menghindari gangguan ternak, di sekeliling kebun induk mini dibuat pagar bambu setinggi 1 m (Gambar 2). Tanah diolah dengan cara dicangkul sedalam 20 cm lalu digemburkan, dibersihkan dari sisa-sisa tanaman, dan ditinggikan hingga membentuk bedengan dengan tinggi 15 cm, lebar 1,2 m, dan panjang 16 m. Jarak antarbedengan 0,6 m. Ketinggian bedengan dipertahankan dengan cara menopangnya dengan bambu atau papan agar tanah tidak tererosi. Pada bedengan ukuran 1,2 m x 16 m tersedia lubang tanam 400 buah (5 baris x 80 tanaman) sehingga terdapat 1.600 tanaman. Sebelum ditanami, lubang tanam diberi pupuk kandang 2 kg/lubang pada 7-10 hari sebelum tanam. Setelah pemupukan dasar, dilakukan penanaman tajar bambu atau paralon berukuran tinggi 1,5 m dan lebar 4 cm, dengan jarak tanam tajar 20 cm x 25 cm. Sebelum benih lada dalam polibeg ditanam, daun pada tiga buku bagian pangkal dibuang. Setelah kantong polibeg dilepas, benih ditanam dengan cara dibenamkan miring (30- 45°) ke arah tiang panjat, sedangkan 3-4 ruas bagian atas (berdaun) disandarkan pada tiang panjat. Tanah di sekelilingnya dipadatkan dan batang bagian pucuk diikat dengan tali rafia pada tiang panjat.Panen setek dilakukan setiap 2 bulan dengan pemangkasan pada ketinggian ± 10 cm dari permukaan tanah dengan meninggalkan 2-3 buku. Setelah sulur disetek, maka akan keluar tunas kembali yang akan kita panen sulurnya pada periode berikutnya. Ditulis Oleh: Edwin Herdiansyah(Sumber : Balitbangtan)