Loading...

Pembibitan Padi Sistem Dapog

Pembibitan Padi Sistem Dapog
PENDAHULUANTahun 2014, Badan Litbang Pertanian telah menciptakan mesin tanam padi (rice transplanter) jajar legowo 2:1 yang dinamakan Indo Jarwo Transplanter. Mesin tersebut mampu mempercepat waktu dan menurunkan biaya tanam, yang hanya memerlukan waktu sekitar 6-7 jam (di Kalimantan Tengah), atau kemampuannya setara dengan 25 tenaga kerja tanam. Sebagai upaya mewujudkan teknis operasionalnya diperlukan persemaian bibit padi sistem dapog. Prinsipnya, bibit ditabur pada tempat tertentu, misal plastik, lempengan semen, daun pisang, sehingga akar bibit terlihat seperti tikar/ karpet dan dapat digulung.Hasil gulungan ditempatkan pada nampan (tray) yang merupakan bagian dari rice transplanter, untuk persiapan penanaman di lahan. PERSIAPAN MEDIA (TANAH)1. Pilih jenis tanah lempung berpasir, lempung, liat lempung, kemudian campur ketiganya. 2. Tanah diayak menggunakan ayakan berdiameter 4-6 mm.3. Untuk 1 Ha lahan dibutuhkan 1.875 kg tanah, yaitu 1.500 kg sebagai tanah dasar bibit, dan 375 kg sebagai tanah penutup PERSIAPAN BENIH1. Seleksi benih dengan larutan garam (1 sendok makan garam : 1 liter air ) selama ± 10 menit. Tujuannya untuk mendapatkan benih yang bernas (benih yang tenggelam). Benih yang melayang di larutan garam tidak ditanam.2. Benih bernas direndam dalam air selama 24 jam, lalu angkat dan saring di paranet, selanjutnya siram dengan air hangat 40oC, dan tiriskan. Tujuannya untuk mempercepat pertumbuhan kecambah. Kebutuhan benih 20 kg/ Ha. PERSIAPAN PERSEMAIAN1. Persemaian kering, yaitu persemaian dalam kotak.Siapkan kotak persemaian (dasar kotak : flexible atau rigid). P=58 cm, L=18 cm, T=3 cmIsi dengan tanah lalu ratakan (tinggi 1,5-2,0 cm)Tabur benih secara merata (2-3 benih/ cm2). Kebutuhan benih 150-200 gram/ kotak persemaian.Tutup dengan tanah penutup, tinggi 0,5 cm.Tanah disiram dengan air menggunakan shower.2. Persemaian basah, yaitu persemaian di lahan menggunakan (alas) plastik. Buat bedengan (L=160 cm) dan parit (L=20-30 cm, T=10 cm)Hamparkan plastik (dilubangi D=0,2-0,3 cm jarak antar lubang 2 cm x 2 cm)Pakai kayu reng untuk rangka semai (L=116 cm, T=2,7-3,0 cm)Isi tanah lalu ratakan (T=1,5-2,0 cm)Tabur benih secara merata 2-3 benih/ cm2)Tutup dengan tanah penutup, tinggi 0,5 cm, menghindari agar tidak dimakan burung dan tidak terkena matahari secara langsung.Penyiraman air menggunakan shower atau air irigasi pada alur antar bedengan. PEMUPUKANUrea 2,5 gram dilarutkan dalam air 0,5 liter diaplikasikan untuk 1 kotak bibit, pada umur 6 hari setelah tebar atau sudah muncul daun 1,0-1,5. PINDAH TANAM1. Syarat bibitUmur 15-20 hari setelah sebarJumlah daun 3,5-4,0 helaiTinggi ? 20 cmSystem perakaran saling terkait (mudah digulung) dan warna putih; tanam langsung dengan tanah (tanpa cuci)2. Cara pindah tanama. Persemaian kering : langsung gulung bibit pada dapogb. Persemaian basah : iris persemaian sesuai ukuran tray yaitu 18 cm x 58 cm, lalu gulung bibit tersebut.3. Tempatkan bibit dengan benar di tray Indo Jarwo Transplanter, tanam siap dilakukan. Ditulis oleh : Sandis Wahyu PrasetiyoRujukan : Bahan Ajar dari Athoillah Azadi, BBP Mektan