Loading...

Pembibitan Tebu Bud Chip

Pembibitan Tebu Bud Chip
Pada budidaya tebu, salah satu hal pokok yang perlu dipersiapkan adalah kesiapan bahan tanam berupa bibit tebu. Penyediaan bibit tebu dilapangan ada beberapa pilihan jenis/macam bibit tebu yang dapat digunakan, diantaranya adalah bagal, rayungan, topstek, bud sed dan bud chips. Salah satu jenis bibit tebu yang akan dibahas pada tulisan ini adalah Bud Chips. Ada beberapa alasan bud chips menjadi pilhan yang akan dibahas pada tulisan berikut ini. 1. Penggunaan bud chips sebagai lebih efisien dibanding dengan pemakaian bibit yang lainnya. Kebutuhan bibit dalam bentuk bud chips sekitar 12.000-18.000 batang bibit, setara 2-2,5 ton bagal/ hektar. 2. Kemampuan pembentukan anakan lebih banyak, setelah pindah kelapang mampu membentuk anakan 10-20 anakan/rumpun dan akan tumbuh sempurna hingga panen 8-10 batang/rumpun.. 3. Pembentukan anakan lebih serempak pada umur 1-3 bulan.. 4. Pertumbuhan tanaman lebih serempak dan akan menjamin tingkat kemasakan yang serempak dan akan mampu meningkatkan rendemen persatuan luas tanam. Beberapa keunggulan bud chips, hrus didukung dengan lokasi kebun penanaman yang memiliki pengairan teknis dan sebaran curah hujan yang jelas, yang sehingga dapat menekan resiko kematian dan penyulaman akibat mati kekeringan diawal tanam, karena secara fisik keberadaan bibit sudah memiliki daun. Untuk bisa mendapat beberapa keuntungan dari bud chips tersebut, petani tebu harus didorong, dimotivasi agar mau dan mampu melaksanakan anjuran tersebut. Petani juga diharapkan mau dan mampu menyediakan sendiri bibit tebu tersebut dengan memberikan pelatihan cara membuat bud chips sesuai dengan standar operasinal prosedur (SOP), sehingga dijamin kwalitas dan kwantitasnya. Berikut, teknis pembuatan bibi tebu bud chips yang harus dipenuhi dan dilakukan : A. Alat dan bahan bibit. Alat dimaksud adalah alat khusus yang digunakan untuk memotong/mengambil mata tunas dari bibit tebu bagal yang bersumber dari KBD. Setelah dipotong/diambil dengan menggunakan alat khusus tersebut, bibit akan scara individu memiliki satu mata tunas dan berbentuk setengah lingkaran. B. Urutan Perlakuan Bibit Bud Chips 1. Perlakuan Hot Water Treatman (HWT), Bibit Bud Chips diperlakukan dengan merendam ke dalam air, pada suhu 50-51 derajat Celcius selama 15 menit untuk bud chips batang atas dan 30 menit dari mata tunas batang bawah. Karena perlakuan HWT ada perbedaan waktu antara tunas atas dan bawah, lakukan seleksi bibit antara tunas atas/bawah pada saat pemotongan bagal. 2. Perlakuan ZPT dan Fungisida, Perlakuan ini bersamaan dengan HWT, larutkan pada HWT dengan konsentrasi 2%. Setelah proses ke 1 dan 2, bud chips siap disemaikan pada bedeng perkecambahan. 3. Penyemaian pada Bedeng Perkecambahan, Media penyemaian berupa campuran tanah, kompos dan pasir dengan perbandingan 2 : 1 : 2, campuran media dihamparkan diatas lembaran plastik yang telah dipersiapkan dengan ketebalan 6-7 Cm, lebar 110 Cm dan panjang 500-1000 Cm, kondisikan media cukup lembab. Bud Chips siap disemaikan dengan berjarak 1 Cm antar bibit, setelah itu lakukan penutupan dengan media tipis saja dan selanjutnya bedengan ditutup dengan plastik hitam/terpal, selama 3-6 hari. Penutupan bedengan dimaksudkan untuk memacu perkecambahan tumbuh serempak, setelah penutupan selama 6 hari, tutup segera dibuka agar tunas baru yang baru tumbuh segera mendapatkan sinar matahari, pertahankan kondisi media tetap cukup lembab. 4. Pindah Tanam pada Tray/Polybag, Bibit bud chips siap dipindahkan setelah mulai umur 15-30 hari, pada tray/polybag, dengan media baru yang berada di tray/polybag dengan komposisi media : tanah,kompos dan pasir, dengan perbandingan 1 : 1 : 1 dan ditambahkan pupuk NPK sebanyak 3-4 butir/tray. 5. Pemangkasan Daun (Clyping) dan Pengurangan Air, Pada media Tray bibit bud chips akan tumbuh dengan baik dan diperlukan pengendalian pertumbuhan dengan memperlakukan pengurangan air dan pemangkasan daun, hal ini bertujuan agar bibit tumbuh kokoh dengan perakaran kuat dan bibit tidak terbentuk anakan sebelum dipindah kelapang dan yang tidak kalah pentingnya, pembatasan media pada tray dimana bibit itu tumbuh, perlakuan ini dilakuakan hingga sampa bibit umur 40-50 hari. Dengan perlakuan itu semua, akan terbentuk bibit dengan sususnan ruas yang rapat dan tunas mata tidur pada pangkal bibit dengan sempurna. 6. Pindah Tanam Lapang, Pada umur 75-90 hari, bibit siap dipindahkan kelapang untuk dibudidayakan sebagai tebu giling, namun ada beberapa hal yang dilakukan sebelum dipindahkan kelapang yaitu dilakukan kembali pemangkasan daun dan pengurangan air pada media tray dan ini bertujuan agar bibit tahan terhadap penyinaran matahari yang mengakibatan penguapan pada permukaan daun pada awal pertumbuhannya setelah dipindah ke lapang. Sekian sedikit uraian tentang bibit bud chips, tentunya masih banyak kekurangan yang perlu disempurnakan, semoga bermanfaat. Penulis : Joko Ekwanto