Pembuatan Alat ukur AWD/Alternat Wetting and Drying untuk Tanaman Padi Sawah
Oleh Suharti, SP Pentingnya Pengairan Tanaman Padi Sawah Tanaman padi sawah membutuhkan air setiap saat untuk mencapai produksi optimal. Saat ini musim hujan semakin sulit diprediksi, musim kemarau semakin panjang. Pada musim kemarau ketersediaan air dalam waduk menyusut bahkan ada yang sampai kering dan sungai-sungai sebagian besar kering, sehingga penghematan penggunaan air semakin penting. Tanaman padi sawah menghendaki penggenangan air pada waktu tertentu dan macak-macak sampai kering pada waktu tertentu, namum padi sawah tidak menghendaki tanah sampai kering sama sekali lebih dari 6 hari kecuali sekitar 10 hari sebelum panen. Dalam kondisi tertentu kita tidak dapat mengatur ketinggian air, namun kita bisa mengetahui saat kondisi lahan seperti apa perlu penambahan air untuk pertumbuhan tanaman padi. Untuk mengetahui kapan lahan membutuhkan pengairan atau tidak kita dapat membuat suatu alat pengukur kebutuhan air secara sederhana dengan menggunakan pralon berukuran 4”. Berikut Alat dan bahan yang diperlukan dalam membuat alat ukur : Pralon 4” dengan panjang 40 cm Alat Bor Penggaris Spidol/ pensil Cara membuat : Tandai pralon pada ketinggian 20 cm secara melingkar. Tandai dengan membuat titik bujur sangkar dengan jarak 5 cm antar titik Semua titik-titik yang sudah ditandai kemudian kita bor (dilubangi) Alat siap untuk digunakan di lapangan seperti pada gambar 1 Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemasangan alat AWD : Letakkan Pralon pengukur ini jauh dari pematang atau saluran air/saluran irigasi Dibutuhkan 1 alat AWD untuk lahan seluas 0,25 Ha untuk lahan datar Benamkan pralon yang berlubang ke dalam tanah Buang tanah yang ada di dalam pralon Pasang pralon segera setelah 3-5 hari setelah tanam Ketika air sudah tidak ada dalam pralon pengukur AWD berarti tanah sudah membutuhkan untuk segera diairi, karena akar tanaman diperkirakan sudah tidak dapat menjangkau sumber air