PEMBUATAN PERANGKAP LALAT BUAHUNTUK TANAMAN CABE MERAHI. Latar belakangLalat buah ( Bactrocera dorsalis ) merupakan hama yang tidak secara langsung menyerang pada buah cabe merah. Kegagalan petani cabe merah yang disebabkan oleh lalat buah ini adalah cara berkembang biaknya, lalat buah bertelur dimasukkan ke dalam buah cabe merah, telur menetas jadi larva dan kelangsungan hidup larva pada buah cabe merah yang pada akhirnya buah busuk sehingga menyebabkan kegagalan panen.Untuk itu perlu adanya penekanan jumlah populasi dan penyebarannya dengan cara pengendalian menggunakan dengan insektisida kurang bijaksana biaya tinggi, untuk itu para petani dapat mengendalikan secara sederhana, murah dan mudah dilaksakan dengan cara pemasangan perangkap lalat buah. Cara kerja dari perangkap lalat buah ini adalah mengundang lalat jantan dengan suatu atraktan yang memilik bau khas agar masuk ke dalam perangkap sehingga jumlah populasi lalat jantan bisa ditekan pada akhirnya perkawinan lalat betina berkurang. II. T u j u a nSetelah mengikuti penyuluhan diharapkan petani = Trampil membuat perangkap lalat buah untuk tanaman cabe merah = Tahu waktu dan jumlah perangkap yang diperlukan III, Waktu dan tempatWaktu : 60 menitTempat : Lahan Wilkel IV. Alat dan BahanAlat : - Pisau cutter - Kawat ikat/ tali raffia.- Gunting - Tang potongBahan : - Antraktan metil eugenol ( Petreugenol )- Insectisida / fumigant (racunlalat)- Minyak goreng- Lakban / solasi- BambuV. Langkah kerja 1. Potong botol di bawah pangka leher 2 cm, gunakan cutter atau gunting. Lepaskan tutup botol. Potongan ini akan dipasang kembali pada badan botol namun dengan posisi terbalik sebagai lubang masuk lalat sekaligus perangkap2. Buat tali kawat pengikat kapas untuk media Antrakan yg akan di pasang di tengah botol yang nantinya mudah digantungkan di dalam botol dengan posisi di tengah botol yang sugah di potong3. Teteskan larutan atraktan lalat buah ( petrogenol ) pada kapas hingga basah, Olesi minyak pd bagian dalam botol bagian bawah antrakan agar lalat yg terperangkap sgr mati atau insektisida / fumigant di kapas / botol. Setelah kawat pengikat terpasang, terakhir adalah pemasangan mulut botol secara terbalik, kuatkan dengan lakban beberapa kali putaran.4. Lakukan pemasangan perangkap lalat buah dilahan.lebih awal sblm tanaman berbuah dan Larutan atraktan dapat bertahan sekitar 2 - 3 minggu, lakukan pengisian ulang pada kapas sambil membuang lalat buah yang terperangkap V I Materi pokokCara pengendalian :1. Secara mekanik dilakukan dengan mengumpulkan semua buah cabai yang rontok kemudian dibakar, karena larva di dalam buah cabai akan berubah jadi pupa yang akhirnya Budidaya dan menjadi lalat buah baru. Dengan cara ini, siklus hidup lalat buah akan terputus;2. Penggunaan atraktan yang berbahan aktif metyl eugenol, caranya diteteskan pada kapas dan dimasukkan ke dalam botol bekas air mineral. Penggunaan perangkap ini dimaksudkan untuk menekan serangan lalat buah. Pemasangan perangkap ini dilakukan sebulan setelah tanaman cabai ditanam. Jumlah perangkap yang diperlukan 40 buah/ha, dengan dosis 1 ml/perangkap. Dua minggu sekali, perlu ditambahkan lagi atraktan tersebut. Pemasangan atraktan ini dilakukan sampai akhir panen;3. Setiap 20 meter dipasang perangkap keliling lahan pertanaman. ( Saat masa fase generative) Dengan tinggi dari permukaan tanah 70 cm.4. Penggunaan insektisida secara berselang-seling. Insektisida yang dapat dipilih antara lain yang berbahan aktif alfa sipermetrin, betasiflutrin, dan deltametrin. Penyemprotan dilakukan pada pagi hari ketika sayap lalat buah masih basah sehingga menyulitkan dirinya untuk terbang. Untuk meningkatkan efikasi insektisida dapat ditambah dengan bahan perekat perata 5. Jika menggunakan bahan organic bisa digunakan bio urin, ekstrak atau limbah tembakau / minyak serimpi. Disemprot pada pagi atau sore hari setiap 3-5 hari sekali.