Kompos merupakan salah satu jenis pupuk organik yang sudah ada sejak lama. Kompos adalah bahan organik yang sudah tidak digunakan sehingga bisa mengalami proses pelapukan karena terjadi interaksi antara mikroorganisme atau bakteri pembusuk yang bekerja di dalam bahan organik tersebut. Bahan organik yang dimaksud pada pengertian kompos adalah rumput, jerami, sisa ranting dan dahan, kotoran hewan, bunga yang rontok, air kencing hewan ternak, serta bahan organik lainnya. Semua bahan organik tersebut akan mengalami pelapukan yang diakibatkan oleh mikroorganisme yang tumbuh subur pada lingkungan lembap dan basah.
Proses pembuatan Kompos ini ada 2 jenis yaitu Pupuk Organik Cair dan Pupuk Kompos padat, dimana saat ini PPL Tasik Putri Puyu membuat Pupuk Kompos Padat bahan organik yang banyak terbuang dan dimanfaatkan untuk pupuk pertanian. Jika proses pengomposan dilakukan dengan benar, proses pembuatan kompos dan pemnafaatnnya juga tidak sampai berbulan bulan hanya berlangsung selama 1 bulan saja, tidak sampai bertahun-tahun.
Kompos juga berguna untuk meningkatkan daya ikat tanah terhadap air sehingga dapat menyimpan air tanah lebih lama. Ketersediaan air di dalam tanah dapat mencegah lapisan kering pada tanah. Penggunaan kompos bermanfaat untuk menjaga kesehatan akar serta membuat akar tanaman mudah tumbuh. Kompos organik padat juga mengajarkan betapa banyaknya bahan sisa rumah tangga yang bisa dimanfaatkan untuk proses kehidupan pertanian dilingkungan sekitar. Dengan pengolahan pupuk kompos ini dimanfaatkan oleh petani berkali kali dan meminimalisir biaya yang dikeluarkan oleh petani .