Pertumbuhan tanaman akan berkaitan dengan penggunaan nutrisi tanaman untuk menunjang proses pertumbuhan tanaman, hal ini menyebabkan sangat berkaitan penggunaan pupuk dalam proses budidaya suatu tanaman. Saat ini program pemerintah yang bergerak dibidang peningkatan produktivitas padi menuntut para petani untuk bisa meningkatkan hasil pertaniannya terutama pada tanaman padi. Untuk itu kami dari BPP kec Rangsang bersama dengan penyuluh pertanian dibantu kerjasama dengan babinsa dan dihadiri oleh petani tanaman padi bersama sama belajar membuat pupuk cair dengan memanfaatkan bahan yang ada disekitar lingkungan tempat tinggal. Pelatihan ini dilakukan bersama narasumber dari BPPOPT CINAGARA. Selama ini limbah batang pisang, kotoran kambing, sabut kelapa dan yang lainnya tidak dimanfaatkan dengan baik. Dengan kehadiran BPPOPT CINAGARA maka membuka pengetahuan kami para petani untuk bisa memanfaatkan limbah tersebut dalam meningkatkan hasil produksi tanaman padi.
Pupuk Organik Cair (POC) merupakan pupuk yang diproduksi dengan memfermentasi bahan-bahan organik seperti kotoran ternak, limbah rumah tangga, limbah tanaman seperti kedebok pisang, sabut kelapa, air kelapa, dan lainnya. Pupuk organic cair (POC) memiliki berbagai kelebihan seperti memperbaiki struktur fisik, kimia dan biologi tanah. Pupuk organic cair (POC) dapat diproduksi sendiri, sehingga menghemat biaya budidaya tanaman. Selain itu juga, pupuk organic cair (POC) ramah dilingkungan. Adapun kandungan pupuk organic cair (POC) mengandung berbgai macam unsur hara Makro seperti N,P,K, Mg dan unsur hara Mikro seng (Zn) , mangan (Mn), Tembaga (Cu), Boron (B) dan lainnya.
1. 1 kg sabut kelapa
2. 7 ons kedebok pisang
3. 7 ons Azzola / daun lamtoro, /kotoran kambing ½ kg
4. 7 ons sampah tebu
5. 5- 10 liter air kelapa/ air biasa. Hindari menggunakan air yang mengandung kaporit.
6. Air cucian beras atau air tebu sebagai dekomposer
1. Siapakan bahan-bahan yang akan digunakan, yaitu , sabut kelapa, kedebok pisang, sampah tebu, air kelapa atau air biasa, kotoran kambing atau rumput azolla, sisa bahan-bahan dapur seperti kulit bawang dan sayur2an.
2. Siapkan wadah penyimpanan seperti droom bekas atau jrigen
3. Potong kecil – kecil bahan bahan yang akan digunakan, seperti kedebok pisang dan juga sabut kelapa.
4. Campurkan bahan-bahan yang sudah kita siapkan tersebut kedalam wadah, lalu ditambah dengan air kelapa atau air biasa jika tidak ada air kelapa.
5. Tambahkan activator Mikroorganisme local (MOL) atau EM4 yang bertujuan untuk mempercepat proses fermentasi
6. Setelah bahan-bahan tercampur, tutup wadah dengan rapat dan simpan ditempat yang gelap selama 14 hari (2 minggu). Aduk campuran secara berkala setiap dua hari sekali
7. Setelah proses fermentasi selesai, saring cairan untuk memisahkan ampasnya. Adapun ciri pupuk organic cair (POC) yang sudah jadi beraroma asam manis, bukan berbau busuk.
8. Pupuk Organik Cair (POC) siap digunakan.
Adapun dosis yang dapat diaplikasi kan pada tanaman padi yaitu:
1. 1 liter pupuk cair untuk 16-20 liter teng air
2. 10-15 liter /ha untuk diaplikasi pada tanaman padi pada fase vegetative (3 minggu-21 HST)
3. 25 Liter untuk tanaman yang memasauki masa generative atau pada saat tanaman padi mulai mengeluarkan malainya.