Pupuk organik cair (POC) adalah pupuk hasil dari pembusukan bahan-bahan organik yang berasal dari sisa tanaman maupun kotoran hewan yang kandungan unsur haranya lebih dari satu unsur, yang diformulasikan dalam bentuk cair (larutan). POC berperan dalam meningkatkan aktivitas biologi, kimia, dan fisik tanah sehingga tanah menjadi subur dan baik untuk pertumbuhan tanaman.
POC memiliki beberapa manfaat seperti merangsang pertumbuhan tunas baru, menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman, meningkatkan produksi dan menjaga kestabilan produksi, memperbaiki klorofil pada daun, merangsang pertumbuhan bunga dan buah serta memperbaiki daya tahan pada tanaman dari serangan hama penyakit dan meningkatkan kandungan bahan organik di dalam tanah.
Salah satu pupuk organik cair yang digunakan yaitu pupuk organik cair dari limbah bonggol pisang. Dalam bonggol pisang juga berpotensi digunakan sebagai sumber mikroorganisme lokal karena kandungan gizi dalam bonggol pisang dapat digunakan sebagai sumber makanan sehingga mikroba berkembang dengan baik. Pupuk organik cair (POC) bonggol pisang memiliki peranan dalam masa pertumbuhan vegetatif tanaman dan tanaman toleran terhadap penyakit, kadar asam fenolat yang tinggi membantu pengikatan ion-ion Al, Fe dan Ca sehingga membantu ketersediaan Fosfor (P) tanah yang berguna pada proses pembungaan dan pembentukan buah. POC bonggol pisang memiliki kandungan unsur P berkisar antara 0,2 – 0,5% yang bermanfaat menambah nutrisi untuk pertumbuhan dan produksi tanaman.
Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan POC memiliki manfaat dan peranan masing-masing seperti Air cucian beras mengandung beberapa nutrisi yang dibutuhkan tanaman dan dapat membuat tanaman menjadi lebih subur. Selain, nutrisi, air cucian beras atau juga mengandung beberapa jenis bakteri yang bermanfaat untuk tanaman; Air kelapa muda berperan sebagai sumber mineral,vitamin dan hormone dan berfungsi sebagai perangsang akar, bunga dan daun Urin sebagai sumber hara makro dan mikro lengkap dengan kadar rendah dan siap serap, dan Gula berperan sebagai sumber karbohidrat tambahan sebagai makanan mikroorganisme untuk mempercepat dekomposisi (penguraian).
Berikut tata cara pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) :
1. Menyiapkan alat dan bahan berupa daun hijauan yang mengandung unsur Nitrogen (Kelor, Lamtoro, Gamal, Singkong dll) Buah-buahan yang mengandung unsur Fosfor (Pisang, Nanas, Pepaya, Semangka dll), Kulit buah yang mengandung unsur Kalium (Coklat, kemiri, kopi, sabuk kelapa dll). Bahan pendukung diantaranya air beras, air kelapa muda, dan molase Adapun alat yang digunakan terdiri atas Ember cat, botol kecil, selang, sambungan L, pisau/parang,
2. Semua bahan di cincang sekecil mungkin,
3. Bahan dimasukkan ke dalam ember,
4. Lalu isi dengan air cucian beras dan air kelapa muda sampai 3/4 ember,
5. Masukkan molase secukupnya ke dalam ember, lalu ditutup,
6. Bila sudah tercium bau tape dan banyak putih-putih yang terapung maka pertanda kalau pupuk cair sudah jadi,
7. Masukkan ke dalam botol, tutup rapat.
Tahapan teknik aplikasi Pupuk Organik Cair (POC) antara lain :
1. Semprotkan pada tanaman tiap 7 hari sekali, Penyemprotan Pupuk Organik Cair kita anjurkan pada pagi hari dan selesai semprot 2 jam setelah matahari terbit. Disini Pupuk Organik Cair mengandung banyak sekali unsur mikro yang dimana kita mengejar inframerah pada pagi hari yang membantu mempercepat penyerapan nutrisi dari daun ke seluruh tubuh tanaman.
2. Tidak disarankan mencampur pupuk daun dengan bahan aktif atau pupuk kimia kecuali dengan Asam Amino Hayati.
Adapun fungsi POC yaitu:
1. Meningkatkan kesuburan tanah
2. Mempercepat fotosintesis
3. Menyiapkan hara didalam tanah
4. Recofry tanaman
Kekurangan POC :
1. Tidak praktis
2. Aplikasinya terus berulang
3. Tidak tahan dengan sinar uv/sinar matahari
Dosis Aplikasi :
1. Vegetatif 20 ml / 1 liter air
2. Generatif 20 ml / 1 liter air
3. Tanaman sakit 40-50 ml / 1 liter air