Loading...

Pemeliharaan Jeruk besar

Pemeliharaan Jeruk besar
Tanaman jeruk besar membutuhkan pemeliharaan yang intensif dan teliti. Adapun kegiatan pokok pemeliharaan tanaman jeruk besar, sebagai berikut : 1. Pemupukan pemupukan jeruk besar dilakukan tiga kali dalam setahun, yakni segera setelah panen dan pemangkasan dengan komposisi nitrogen (N) tinggi, menjelang tanaman berbunga dengan komposisi fosfor (P) tinggi, dan untuk mendukung pembesaran buah dengan komposisi kalium (K) tinggi. Pemberian pupuk dapat dilakukan pada umur 6, 9, 12 bulan setelah tanam, dengan campuran pupuk berupa urea 250 g, TSP 250 g, dan KCI 300 g per pohon. 2. Pengairan Pada perkebunan jeruk besar sebagian besar pengairan diperoleh dari air hujan atau melalui irigasi. Berdasarkan pengalaman petani jeruk besar di sentra produksi, biasanya pembungaan dapat dirangsang dengan turunnya hujan setelah masa kering. Denga perkiraan setelah 10-20 hari berikutnya akan muncul bunga, saat inilah diperlukan pengairan kedua. Pengairan terutama diperlukan pada musim kemarau dan menjelang fase pembungaan dan pembentukan buah. Saat musim kemarau, kebutuhan volume air untuk pengairan sekitar 70-80 liter pohon/minggu. Pada fase produktif jumlahnya dikurangi menjad 40-60 liter/pohon/minggu dan dihentikan untuk merangsang pembentukan bunga. Sistem pengairan tanaman jeruk dapat berupa pengairan permukaan, yakni penyiraman dilakukan di cekungan yang dibuat mengikuti bentuk tajuk pohon terluar atau air dialirkan melalui parit-parit di setiap sisi alur tanaman sesuai kebutuhan. Selain itu, ada sistem pengairan curah (sprinkle) dan pengairan tetes. 3. Pengendalian Gulma Buang kotoran, dedaunan, dan ranting bekas pangkasan yang dapat mengundang kehadiran hama dan penyakit. Pangkas daun dan ranting yang sakit atau yang menunjukkan tanda-tanda terserang hama dan penyakit. Bakar buah-buahan yang busuk dan rontok termasuk pangkasan daun. Bersihkan rumput liar yang tumbuh dengan kored, cangkul, atau manual (tangan) untuk menghindari persaingan dalam penyerapan unsur hara. Selain itu, penggunaan herbisida dapat diaplikasikan, terutama untuk membersihkan gulma dalam jumlah banyak dan luas. Bersamaan dengan penyiangan, sebaiknya tanah di sekitar tajuk tanaman digemburkan. Upayakan jangan sampai merusak perakaran tanaman. 4. Pemangkasan Pemangkasan bertujuan untuk membentuk tanaman sehingga tidak terlalu tinggi dan mudah dikelola, percabangan teratur dan kokoh, penerimaan cahaya matahari merata, memperbaiki kualitas buah (ukuran, warna, dan menurunkan rasa asam), memperbanyak tunas baru, dan mengurangi kerimbunan tanaman. Pemangkasan dilakukan sejak tanaman masih muda (70-80 cm) untuk membentuk pohon dan percabangannya. Dari batang utama, pelihara 3-4 cabang yang letaknya membentuk sudut yang seimbang antar cabang pada ketinggian yang berbeda. Dari batang utama tersebut masing-masing dipelihara 3-4 cabang. Demikian seterusnya hingga terbentuk percabangan yang kompak dan kanopi pohon membentuk setengah kubah dengan penyebaran daun merata. 5. Penjarangan Buah Penjarangan bertujuan agar buah tidak berdesakan dalam dompolan dan dapat mencapai ukuran maksimal. Penjarangan buah dilakukan sejak buah masih sebesar kelereng. Caranya, pilih dan singkirkan buah yang kurus, bentuknya tidak sempurna, serta terserang hama dan penyakit. Atur posisi buah agar tidak saling bergesekan atau terjepit ranting pohon yang dapat mengakibatkan kulit buah cacat. Daftar Pustaka: ? Budidaya jeruk besar (Citrus Maxima L). Direktorat Tanaman Buah Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura. Jakarta. 2003. * Artikel ini dikutip dari buku "Buku Pintar Budi Daya Tanaman Buah Unggul Indonesia". AgroMedia Pustaka. (Oleh; Sundari/BBP2TP)