Pada umumnya tanaman pala dikembangkan secara generatif melalui biji. Agar tanaman pala dapat berproduksi dengan baik, diperlukan bahan tanam yang berasal dari pohon induk yang unggul. Selanjutnya perlu dilakukan penyiapan benih, persemaian sampai dengan pembibitan. Perbanyakan tanaman dapat dilakukan pula secara vegetatif, biasanya dilakukan dengan cangkokan, okulasi, susunan dan sambung pucuk namun keberhasilannya sangat kecil (hanya ±10 %) sehingga tidak ekonomis. Persyaratan pohon induk: (1)Diketahui asal usul dan varietasnya. Dalam satu hamparan sebaiknya hanya 1 kultivar saja supaya dihasilkan buah yang seragam; (2)Bebas hama penyakit, (3) Pohon betina mutlak letaknya berdekatan dengan pohon yang berbunga jantan, (4) Bentuk pohon piramida atau silindris, (5)Umur pohon di atas 15 tahun, dengan prouksi 3000-5000 buah per pohon/tahun (berproduksi tinggi); (5) Berbuah teratur setiap tahun dengan musim panen besar 2 x setahun; (6) Buah/biji besar berkualitas tinggi; (7) Fuli tebal dan berkualitas tinggi. Penyiapan benih tanaman Biji pala yang akan digunakan sebagai benih harus memenuhi mutu genetis, fisiologis dan fisik, sehingga perlu penanganan benih secara tepat sejak panen buah, penyimpanan, pengecambahan sampai penanaman di lapangan. Biji yang dapat dijadikan benih harus memenuhi persyaratan: (1) Berasal dari pohon induk terpilih,(2) Biji segar matang panen berwarna cokelat muda dan tertutup penuh dengan seludang fuli yang berwarna merah atau kuning, (3) Biji yang kering berwarna cokelat tua sampai hitam mengkilat dengan bobot minimal 50 gr/biji, serta tidak terserang hama penyakit. Setelah pemetikan segera disemaikan, selambat-lambatnya ±24 jam setelah penyimpanan. Untuk mendapatkan benih dengan daya kecambah yang tinggi, biji diambil dari pohon induk yang letaknya berdekatan dengan pohon yang berbunga jantan. Pengecambahan dan persemaian Pengecambahan Agar biji berdaya kecambah tinggi, biji harus disemai atau dikecambahkan, dengan cara: (1) Sesaat setelah panen segera dilakukan seleksi benih, dengan memilih benih yang tua ( temburung mengkilat, berwarna cokelat kehitaman, bebas hama dan penyakit, tidak keriput, fuli tebal dan biji besar, (2) Sediakan serbuk gergaji yang sudah lapuk atau serbuk kelapa bercampur humus yang steril dalam kotak atau bedengan pengecambahan dengan lebar 0.5-1 m dan panjang sesuai dengan kebutuhan. Siram dengan larutan gula 10 %, biarkan selalu lembab. Kemudian letakkan benih pala yang baru diseleksi secara berbaris dengan jarak berdekatan ( 0.5 cm x 1 cm atau 1cm x 1 cm) dengan bakal kecambah mengarah pada satu sisi yang sama, (3) Tutup dengan karung goni atau daun rumbia atau kertas koran untuk menjaga kelembaban, (4) Untuk mempercepat pengecambahan dapat dilakukan pemecahan kulit /batok pangkal biji, sehingga retak atau belah atau mengelupas dengan tidak merusak daging bijinya, (5) Setelah berumur 4 - 8 minggu, bakal akar sudah keluar dengan diikuti keluarnya kecambah yang menandakan benih bisa dipindahkan ke polybag, (6) Setelah biji berkecambah, kemudian dilakukan pesemaian pada polybag yang telah disediakan (diisi dengan media campuran kompos/pupuk kandang dan tanah dengan perbandingan 1:1). Persemaian Persemaian dapat dilakukan pada bedengan yang dibuat memanjang ke arah utara-selatan. Bedengan -bedengan untuk persemaian sebaiknya sudah disiapkan sebelum buah dipetik. Jarak tanam dalam persemaian 15 cm x 15 cm atau 15 cm x 20 cm agar mempermudah pada saat pemindahan yaitu pada umur ± 1 tahun dengan ketinggian 0.5 - 1 meter. Persemaian dapat juga dilakukan langsung pada polybag ukuran 20 cm x 30 cm dengan media berupa campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1. Polybag diatur berjejer di bawah naungan dengan lebar 120 cm, sedangkan panjangnya tergantung situasi setempat. Persemaian diberi atap dengan tiang sebelah barat lebih pendek dari sebelah timur. Keuntungan menggunakan polybag adalah akan mempermudah dalam pemindahan benih ke lapangan, perakaran benih tidak rusak serta lebih tahan terhadap kekeringan di lapangan. Agar pertumbuhan benih di persemaian cukup optimal, diperlukan pemeliharaan benih yang terdiri dari: (1) Penyiraman, dilakukan setiap pagi, (2) penyiangan rumput di sekitar benih, (3) Pengendalian hama penyakit jika terjadi serangan, (4) Pemindahan benih ke polybag yang lebih besar agar pertumbuhan benih lebih optimal. Penulis: Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian Madya. Sumber: Pedoman Teknis Peningkatan Produksi dan Produktivitas Pala. Departemen Pertanian. Direktorat Jenderal Perkebunan. Direktorat Budadaya Tanaman Rempah dan Penyegar. Jakarta 2009.