Pengertian Pemupukan berimbang
adalah pemberian unsur hara (N, P, K, dll) secara tepat jenis, dosis, waktu, dan tempat sesuai kebutuhan tanah dan fase pertumbuhan padi untuk hasil optimal dan efisien, umumnya dilakukan 3 fase: awal (7-10 HST), susulan pertama (21-25 HST), dan susulan kedua (jika perlu, saat daun kurang hijau, dengan tambahan urea) menggunakan pupuk seperti Urea dan NPK (misal Phonska) serta pupuk organik untuk menjaga kesuburan tanah dan mencegah penyakit seperti padi kerdil, dengan pemantauan melalui Bagan Warna Daun (BWD).
Prinsip Dasar Pemupukan Berimbang
· Tepat Jenis : Sesuaikan pupuk dengan kebutuhan hara tanaman (misal, Urea untuk N, NPK untuk NPK seimbang).
· Tepat Dosis : Berikan sesuai rekomendasi berdasarkan uji tanah dan target hasil, jangan berlebihan (overdosis).
· Tepat Waktu : Berikan pada fase pertumbuhan kritis (awal tanam, pertumbuhan vegetatif, pembuahan).
· Tepat Tempat : Aplikasi pupuk yang efisien agar mudah diserap tanaman.
Jadwal Pemupukan
1. Pemupukan Awal (7-10 HST): Urea (37,5-40%) dan NPK (50%).
2. Pemupukan Susulan I (21-25 HST): Urea (40%) dan NPK (50%).
3. Pemupukan Susulan II (30-35 HST): Tambahan Urea 20% jika daun masih pucat (hijau muda) atau pantau dengan Bagan Warna Daun (BWD).
Unsur Hara Penting dan Manfaat
· Unsur Makro: Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), dan Silika.
· Manfaat: Hasil panen meningkat, efisiensi pupuk naik, biaya produksi turun, tanah sehat, dan lingkungan Lestari.
Tips Tambahan
· Gunakan pupuk organik (kompos) untuk memperbaiki struktur tanah.
· Manfaatkan Bagan Warna Daun (BWD) untuk memantau kebutuhan Nitrogen (N) tanaman.
· Pemupukan berimbang mengatasi masalah seperti padi kerdil akibat tanah kurang subur atau asam.