Loading...

PENANAMAN JAGUNG DENGAN SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO MAMPU MENINGKATKAN HASIL

PENANAMAN JAGUNG DENGAN SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO  MAMPU MENINGKATKAN HASIL
Jagung Sumber Karbohidrat Jagung merupakan salah satu serealia yang strategis dan bernilai ekonomis serta mempunyai peluang untuk dikembangkan karena kedudukannya sebagai sumber utama karbohidrat setelah beras dan bahan baku industri pakan dan pangan. Permintaan jagung meningkat dari tahun ke tahun sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk dan industri. Beberapa permasalahan yang dijumpai dalam pengembangan jagung di antaranya adalah produksi dan harga jual.Dalam upaya peningkatan poduksi, pijakan utama yang digunakan dalam program pengembangan jagung adalah tingkat produktivitas yang telah dicapai saat ini. Pada daerah-daerah yang telah memiliki produktivitas tinggi (>6,0 t/ha), programnya adalah pemantapan produktivitas. Untuk meningkatkan produksi di daerah yang tingkat produktivitasnya masih rendah (Melalui penelitian dalam jangka panjang, Badan Litbang Pertanian telah menghasilkan berbagai komponen teknologi jagung. Penerapan komponen-komponen teknologi tersebut, dengan pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) ternyata mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi usahatani, sehingga berujung pada peningkatan pendapatan. Belajar dari pengalaman dalam penelitian pada beberapa lokasi di Indonesia, pengembangan inovasi teknologi jagung dengan pendekatan PTT mampu memberikan kontribusi yang nyata bagi peningkatan produksi jagung. Dalam budidaya jagung komponen teknologi pengaturan jarak tanam diperlukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Teknologi ini diperlukan guna: 1) mendapatkan tingkat populasi yang optimal, 2) mempermudah dalam perawatan tanaman, 3) memaksimalkan penerimaan sinar matahari ke tanaman sehingga proses fotosintesis dapat maksimal, serta 4) memudahkan pemeliharaan tanaman, terutama penyiangan gulma baik secara manual maupun dengan herbisida, pemupukan, serta pemberian air. Sistem Tanam Legowo Pada Jagung Sistem tanam legowo umunya dikenal pada pertanaman padi sawah dengan pola beberapa barisan tanaman yang diselingi satu barisan kosong. Tanaman yang seharusnya ditanam pada barisan yang kosong dipindahkan sebagai tanaman sisipan di dalam barisan. Selain pada tanaman padi, sistem tanam legowo juga dapat diterapkan pada pertanaman jagung. Berbeda dengan padi, tanaman jagung tidak membentuk anakan sehingga penerapan sistem legowo pada tanaman jagung lebih diarahkan pada:1. Meningkatkan penerimaan intensitas cahaya matahari pada daun dan diharapkan hasil asimilat meningkat sehingga pengisian biji dapat optimal.2. Memudahkan pemeliharaan tanaman, terutama penyiangan gulma baik secara manual maupun dengan herbisida, pemupukan, serta pemberian air.3. Memudahkan penanaman serta pada barisan kosong dapat dimanfaatkan untuk tanaman kacang-kacangan (tumpangsari). Menentukan Jarak Tanam Jagung Anjuran populasi tanaman untuk jagung adalah berkisar antara 66.000 “ 71.000 tanaman/ha. Untuk dapat tercapainya populasi tersebut, maka jarak tanam biasa yang diterapkan adalah 75 cm x 20 cm (1 tanaman/lubang) atau 70 cm x 20 cm (1 tanaman/lubang). Pada wilayah yang mempunyai masalah tenaga kerja, dapat diterapkan jarak tanam 75 cm x 40 cm (2 tanaman/lubang) atau 70 cm x 40 cm (2 tanaman/lubang). Jika penanaman dilakukan dengan cara tanam legowo, agar populasi tanaman tetap berkisar antara 66.000 “ 71.000 tanaman/ha, maka jarak tanam yang diterapkan adalah sebagai berikut:1. [(20 x 50) x 100 cm] (1 tanaman/lubang) atau [(40 x 50) x 100 cm] (2 tanaman/ lubang) (populasi 66.000 tanaman/ha)2. [(20 x 40) x 100 cm] (1 tanaman/lubang) atau [(40 x 40) x 100 cm] (2 tanaman/ lubang) (populasi 71.000 tanaman/ha)Hasil pengujian varietas jagung hibrida Bima-19 URI dan Bima-20 URI yang ditanam pada bulan Agustus 2016 dengan sistem tanam legowo [(20 x 40) x 100 cm] satu tanaman/lubang, mampu meningkatkan hasil 24,88 persen untuk Bima-19 URI dan 30,19 persen untuk Bima-20 URI. Bima-19 URI yang ditanam denga sistem taam tegel, produktivitas yang dihasilkan sebesar 8,56 t/ha. Dengan sistem tanam legowo [(20 x 40) x 100 cm] satu tanaman/lubang, produktivitasnya meningkat menjadi 10,69 t/ha. Sedangkan Bima-20 URI yang ditanam dengan sistem tanam tegel, produktivitas yang dihasilkan sebesar 9,01 t/ha. Dengan sistem tanam legowo [(20 x 40) x 100 cm] satu tanaman/lubang, produktivitasnya meningkat menjadi 11,73 t/ha (Ahmad Damiri).