Penanaman Sistem Tanam Jajar Legowo Poktan Giri Mukti Desa Cidugaleun Hari / Tanggal : Sabtu, 22 Juli 2017Waktu : 07.00 WIB - SelesaiTempat : Lokasi SL Padi Sawah Kelompok Tani Giri Mukti Desa CidugaleunJumlah Anggota Yang Hadir : 25 OrangMateri Yang Dibahas : Tanam Padi Jajar Legowo 2 : 1 ? Penanaman Padi Sistem Jajar Legowo 2 : 1Pada areal beririgasi, lahan dapat ditanami padi 3 x setahun, tetapi pada sawah tadah hujan harus dilakukan pergiliran tanaman dengan palawija. Pergiliran tanaman ini juga dilakukan pada lahan beririgasi, biasanya setelah satu tahun menanam padi. Untuk meningkatkan produktivitas lahan, seringkali dilakukan tumpang sari dengan tanaman semusim lainnya, misalnya padi gogo dengan jagung atau padi gogo di antara ubi kayu dan kacang tanah. Pada pertanaman padi sawah, tanaman tumpang sari ditanam di pematang sawah, biasanya berupa kacang-kacangan. Untuk penanaman padi bibit ditanam dalam larikan dengan jarak tanam 20 cm x 20 cm, 25 cm x 25 cm, 30 cm x 30 cm, 40 cm x 40 cm (sistem tegel) jarak tanam 25 cm x 12,5 cm x 50 cm, 30 cm x 15 cm x 60 cm (sistem jajar legowo) tergantung pada varitas padi, kesuburan tanah dan musim. Padi dengan jumlah anakan yang banyak memerlukan jarak tanam yang lebih lebar. Pada tanah subur jarak tanam lebih lebar, jarak tanam di daerah pegunungan lebih rapat karena bibit tumbuh lebih lambat. 2-4 batang bibit ditanam pada kedalaman 2 cm. Adapun keuntungan dari penanaman padi sistem jajar legowo adalah :- Populasi tanaman bertambah 33% dari 160.000 menjadi 213.000 rumpun per ha dan produksi tanaman lebih tinggi karena adanya "border efect" terjadi asimilasi yang sempurna sehingga bulir lebih berisi.- Memudahkan pemeliharaan tanaman seperti pemupukan dan penyiangan.- Memudahkan dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).- Jumlah anakan relatif lebih banyak karena sinar matahari dapat menembus sekitar perakaran tanaman. ? 10 Rahasia Perbanyakan Anakan PadiAda falsafah mengatakan Banyak Anak Banyak Rejeki, falsafah ini sangat pas jika diterapkan dalam ilmu budidaya tanaman padi. Semakin banyak anakan produktif tanaman padi diharapkan akan semakin banyak malai yang terbentuk dan akhirnya diharapkan semakin banyak peningkatan produksi yang kita peroleh. Oleh karena banyaknya anakan produktif merupakan salah satu kunci peningkatan produktivitas tanaman padi selain banyaknya bulir isi pada tiap malai. Banyak sekali teori dan pengalaman dalam ilmu pertanian berbeda daerah berbeda budaya beda orang beda cara, demikian pula banyak sekali tips, teori dan metode untuk memperbanyak anakan tanaman padi. Kali ini penyuluh akan membagikan sedikit pengalaman kepada petani semua bagaimana caranya untuk memperbanyak anakan produktif tanaman padi. Informasi ini kami peroleh dari berbagai sumber dan pengalaman dilapangan. Ada beberapa hal yang harus dilakukan agar padi mempunyai anakan yang banyak ialah : 1. Tanamlah bibit padi muda. Menurut informasi yang diperoleh semakin muda umur bibit padi akan semakin potensi memproduksi anakan yang lebih banyak. Umur terbaik untuk tanam padi adalah antara 10 “ 18 hss (hari setelah sebar). 2. Aplikasi pupuk Phospat seperti SP36 seawal mungkin (kalau perlu sehari atau 2 hari sebelum tanam). Pupuk SP36 membutuhkan waktu yang agak lama untuk bisa terserap oleh akar tanaman, oleh karena itu pemberian SP36 harus seawal mungkin. Salah satu fungsi unsur P yang terkandung dalam SP36 adalah merangsang pembentukan akar, oleh karena itu maspary menganjurkan pemberian unsur P saat vase pembentukan anakan supaya anakan yang terbentuk bisa diimbangi dengan akar yang sehat, kuat dan panjang. 3. Aplikasi pupuk Nitrogen seperti urea seawal mungkin. Maksimal 5 hari setelah tanam harus sudah diberikan. Unsur Nitrogen merupakan salah satu kunci utama dalam membantu pembentukan anakan, oleh karena itu saat proses pembentukan anakan jangan sampai belum tersedia unsur ini. 4. Jangan tanam bibit padi terlalu dalam. Cukup 1-2 cm saja sudah cukup. Ini juga merupakan poin penting untuk meningkatkan jumlah anakan produktif tanaman padi. Tanam bibit padi yang terlalu dalam akan menghabiskan energi tanaman padi untuk menembus tanah penutupnya. Cuma didaerah maspary yang menjadi kendala adalah tukang tanamnya yang sulit melaksanakan, karena terbiasa tanam dalam. Pernah saya menanyakan pada tukang tandur (tukang tanam) kenapa kalau tanam harus dalam, mereka menjawab katanya kalau nggak dalam nggak enak pak!! 5. Pengairan yang tidak selalu tergenang. Jaga pemberian air pada tanaman padi secara periodik diairi lalu dibiarkan sampai kering (tanahnya pecah rambut) lalu diairi lagi demikian seterusnya. 6. Penggunaan varietas unggul. Setiap varietas pasti akan mempunyai kemampuan sendiri-sendiri dalam membentuk anakan yang produktif.7. Jarak tanam jangan terlalu rapat, Apalagi jika tanahnya subur. Walaupun anakan terbentuk banyak akan tetapi jika jaraknya terlalu rapat biasanya anakan tersebut menjadi kurang produktif. Kalau bisa gunakan sistem tanam jajar legowo. Tetapi jika jarak tanamnya menggunakan 40 cm gak perlu pake sistem legowo lagi. 8. Pemberian Zat Pengatur Tumbuh (hormon tanaman) terutama yang mengandung sitokinin dan giberelin.Pemberian ZPT merupakan faktor pendukung saja yang boleh dlakukan dan boleh tidak. Jika mau diberikan sebaiknya bersamaan saat pemupukan oleh karena itu berikan ZPT yang bentuknya padat seperti ZPT Organik Boleh juga disemprotkan saat umur 15 hst.9. Pemberian pupuk organik padat sebagai penyubur dan pembenah tanah. Ini berhubungan erat dengan kondosi kesuburan tanah anda dan proses penyerapan unsur hara yang akan diberikan pada tanaman. Oleh karena itu jumlahnya sangat relatif tergantung kondisi tanah masing-masing petani.10. Waspada terhadap hama dan penyakit.Hama yang punya potensi mengurangi anakan antara lain keong mas, sundep dan tikus. Sedangkan penyakit yang membahayakan saat pembentukan anakan padi adalah penyakit busuk pangkal batang padi. Ternyata untuk memperbanyak anakan produktif pada tanaman padi tidak mudah, banyak sekali persyaratan yang harus dipenuhi. Mudah-mudahan kedepan ada hal yang lebih mudah untuk memproduksi anakan produktif tanaman padi. Koordinator UPT Balai Penyuluhan PertanianKec. Cigalontang Kab. Tasikmalaya Penyusun UJANG RUKMAN, SP., M.SiNIP. 19830913 201001 1 008