Loading...

PENANGANAN PASCA PANEN BENIH KEDELAI

PENANGANAN PASCA PANEN  BENIH KEDELAI
Penentuan waktu saat panen kedelai merupakan tahap awal penanganan pasca panen, yang tujuannya untuk menetapkan saat panen yang tepat. Penentuan panen ini dilakukan berdasarkan deskripsi varietas, kadar air dan kenampakan fisik kedelai.Secara visual, umur panen kedelai yang tepat ditandai dengan daun berubah menjadi kuning, rontok, batang telah kering, polong berwarna coklat dan pecah serta kadar air antara 17 “ 20 %.Tahap “ tahap dalam melakukan pemanen kedelai anatar lain :1. Batang kedelai dipotong menggunakan sabit yang tajam, dengan tujuan agar proses pemanenan lebih cepat dan kerontokan polong bisa dikurangi akibat goncangan. Cara pemanenan ini lebih tepat, karena bintil “ bintil yang ada di akar tidak tercabut sehingga dapat meningkatkan kesuburan tanah. Batang kedelai yang sudah dipanen langsung diangkut ke lantai penjemuran, jangan dibiarkan menumpuk di lapangan karena akan menurunkan kualitas dari biji kedelai tersebut.2. Pengeringan brangkasan, batang kedelai yang telah diangkut dari lapangan ditebarkan di lantai jemur atau di atas terpal. Pengeringan dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu secara alami dengan sinar matahari apabila cuaca cerah selama 3 “ 5 hari dan bila musim hujan pengeringan menggunakan para “ para yang dialiri dengan pemanas buatan.3. Pembijian, brangkasan kedelai yang telah dijemur 3-5 hari lalu dilakukan pemukulan/pengebukan atau menggunakan mesin thresher. Apabila menggunakan mesin thresher dipastikan putaran mesin tidak lebih dari 400 rpm, agar benih tidak mengalami kerusakan.4. Penjemuran, biji kedelai yang telah dirontokan kemudian dijemur kembali di atas terpal, untuk benih dilakukan sampai kadar air mencapai kurang lebih 10 - 14 %.5. Pengipasan, setelah biji kedelai dijemur 1-2 hari di atas terpal hingga kadar air menurun sekitar 10-14 %, maka benih kedelai di kipas dengan menggunakan blower dengan tujuan membersihkan kotoran atau debu yang masih tercampur dengan biji kedelai.6. Sortasi, setelah benih bersih dari kotoran lain maka dilakukan sortasi benih dengan tujuan memisahkan benih kedelai yang tercampur dengan varietas lain yang dibedakan berdasarkan ukuran dan benih yang rusak atau kisut.7. Pengemasan, benih kedelai yang telah disortasi dikemas dalam plastik polypropylene dengan kemasan 5 “ 10 kg, lalu dimasukan dalam karung plastik dengan ukuran 40 “ 50 kg lalu diikat.8. Penyimpanan, benih yang sudah dikemas dalam karung plastik lalu disimpan pada rak-rak penyimpanan pada ruangan yang dilengkapi AC dengan suhu 19° “ 22 ° C dan RH 64 “ 67 %, benih ini dapat bertahan selama kurang lebih 6 bulan.Hal-hal prinsip yang harus diperhatikan dalam proses perlakuan penyimpanan benih adalah:1. Mengendalikan laju proses transpirasi2. Mengendalikan proses respirasi3. Mengendalikan/ mencegah serangan penyakit Ditulis Ulang Oleh: Edwin Herdiansyah dan Tri Kusnanto Sumeber: BPTP Lampung