Penanggulangan Dan Pengendalian Ulat Grayak Pada Tanaman Jagung
A. Tindakan Pencegahan Ulat Grayak pada tanaman Jagung Menggunakan benih dan Varitas yg memiliki daya kecambah yg baik dan bebas dari penyakit . Lakukan waktu penanaman yg tepat waktu dan hindari waktu penanaman yg tidak seragam pada satu lahan , itu untuk menghindari ketersediaan tanaman inang hama ini secara terus menerus. Kondisi tanah yg baik dengan penggunaan pupuk anorganik secara seimbang untuk mengurangi intensitas serangan hama ulat grayak. Lakukan sistem tumpang sari tanaman jagung dengan tanaman lain yg tidak disukai oleh hama ini. Lakukakan pengamatan setidaknya seminggu sekali untuk mengamati, mempelajari dan mengambil keputusan yg tepat jika ditemukan gejala serangan hama ini . B. Tindakan Pengendalian Secara mekanis, dapat dilakukan adalah dengan cara mencari dan membunuh larva dan telur hama ini secara mekanis yakni dihancurkan dengan tangan. Secara biologis dengan menggunakan musuh alami yg berperan sebagai agen pengendali hayati untuk mengurangi populasi hama ulat garayak . Beberapa contoh musuh alami dari hama ini adalah jenis parasitoid Trichogramma spp dan jenis predator cecopet, kumbang kepik, dan semut . Sebagai jenis hama baru yang menyerang pertanaman jagung di Indonesia, keberadaan hama ulat grayak atau Spodoptera frugiperda ini dapat menjadi ancaman serius bagi para petani di Indonesia . Hama ulat grayak ini menjadi perhatian khusus karena dapat merusak tanaman jagung dalam waktu singkat sehingga pentingnya informasi melalui sistem scouting, serta pencegahan dan pengendalian hama ini dilakukan secara dini . Sofiawati. K/THL Dumoga Timur