jagung merupakan tanaman pangan kedua setelah padi.namun saat ini untuk memenuhi kebutuhan akan jagung kita harus mengimpor dari luar negri karena produksi nya belum mencukupi.belum lagi musim kemarau dan musim penghujan yang selalu berubah-rubah dan tidak tetap,oleh karena ini tuntutan untuk mengatasi permasalan musim kemarau yang berkepanjangan diperlukan teknik budidaya jagung yang tepat. salah satu alternatif adalah pemakaian alat sprinkler. secara umum irigasi didefinisikan sebagai usaha pemberian air kepada tanah agar dicapai kelembaban tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman, pemberian air kepada tanah dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu: pemberian air di permukaan tanah (surface irrigation), pemberian di bawah permukaan tanah (sub-surface irrigation), pemberian air di atas tanaman secara curah (sprinkler irrigation) dan pemberian air secara tetes (drip/trickle irrigation). pada metoda irigasi curah, air irigasi diberikan dengan cara menyemprotkan air ke udara dan menjatuhkannya di sekitar tanaman seperti hujan. penyemprotan dilakukan dengan mengalirkan air bertekanan melalui lubang kecil (orifice/nozzle). tekanan biasanya didapatkan dengan pemompaan. untuk mendapatkan penyebaran air yang seragam diperlukan pemilihan ukuran nozzle, tekanan operasional, spasing atau jarak antar sprinkler yang sesuai dan laju infiltrasi tanah. persoalan yang muncul berkaitan dengan lahan kering, antara lain : keterbatasan sumber air, topografi tanah yang tidak datar, jenis tanah berpasir, lapisan olah tanah yang dangkal dan relatif kurang subur, infrastruktur ekonomi yang terbatas, kondisi kelembagaan yang lemah disamping partisipasi pengusaha swasta yang masih rendah dikarenakan belum memadainya penerapan teknologi. sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus, dengan menciptakan berbagai inovasi teknologi tepat guna, salah satunya yaitu irigasi sprinkler. irigasi curah/sprinkler merupakan salah satu pilihan dalam menyelesaikan kendala lapangan pada lahan kering dengan efisiensi pemakaian air > 85 %; dengan demikian menjadikan pengelolaan lahan kering sebagai sumber daya alternatif yang strategis dalam rangka memenuhi kebutuhan produk pertanian, memperbaiki kesejahteraan petani dan meningkatkan kemampuan sektor pertanian dalam pembangunan lokal, regional maupun nasional. dari hasil uji teknis tersebut, sprinkler mempunyai beberapa keunggulan, antara lain : 1). diameter nozzle 0,7” dapat menghasilkan ukuran butiran air yang cukup seragam dan halus dengan cara pengaturan tekanan pada operasi sprinkler. butiran air yang besar dapat merugikan/merusak tanaman dan menyebabkan erosi percik pada permukaan tanah; 2). kinerja (efisiensi irigasi) sprinkler baik di operasikan pada tekanan (3.5 – 4.5) bar. butiran air halus, seragam, sehingga sprinkler relatif aman digunakan untuk semua jenis tanaman dan pada setiap periode (umur tanaman); 3). mengutamakan produk/rekayasa dalam negeri, material yang relatif mudah didapat dipasaran dan mudah dikerjakan, sehingga dapat mengurangi biaya investasi awal; 4). memanfaatkan dan mengoptimalkan jaringan irigasi air tanah (jiat) yang sudah dibangun pada lahan kering. mekanisme kerja sprinkler sprinkler bekerja dengan cara menyemprotkan air bertekanan lewat lubang nozzle ke udara, semprotan air ini selama perjalanannya akan pecah menjadi butiran air di udara dan jatuh ke tanah atau tanaman; suplai air dipompakan dengan tekanan 3,0 bar, kemudian di distribusikan melalui jaringan pipa dan peninggi (riser) diameter pipa 3 inchi, tinggi ± 1,20 mtr di atas permukaan tanah atau disuaikan dengan tinggi maksimum tanaman yang ditanam; mekanisme operasi dari sprinkler adalah berputar (rotating head system), dengan sumbu vertikal akibat adanya gerakan memukul dari alat pemukul (drive vane) atau adanya tekanan aliran atau semprotan air dan beban pada lengan ayun (drive arm), kemudian lengan ayun kembali ke posisi semula karena adanya tegangan pegas; sprinkler berputar horizontal dan menghasilkan pola pembasahan berbentuk lingkaran, atau sesuai dengan pola operasi di lapangan (0-360o). penerapan sprinkler di lapangan akan mendapatkan hasil yang optimal, dengan rekomendasi, sebagai berikut : 1) diperlukan pompa (centrifugal, turbine, submersible) dengan tekanan 3,0 bar 2) ketersediaan debit pompa pada jiat yang ada didaerah, untuk itu diperlukan modifikasi atau penyesuaian dalam operasinya; 3) kelembagaan dan tenaga terampil dalam operasi dan pemeliharaan. biaya investasi biaya investasi sangat erat hubungannya antara biaya investasi sprinkler dengan biaya investasi jaringannya sendiri. pengeluaran biaya investasi pembangunan jaringan irigasi sprinkler perlu dipertimbangkan antara komoditas tanaman yang akan dihasilkan. tentunya pemilihan komoditas tersebut adalah tanaman yang mempunyai nilai ekonomis tinggi, sehingga dalam jangka waktu tidak terlalu lama biaya investasi akan segera kembali. sebagai gambaran penggunaan sprinkler yang menguntungkan dan telah dirasakan oleh petani lahan kering di, petani mampu dan berhasil mendapatkan keuntungan (benefit cost ratio 2,2) hasil usahatani bercocok tanam jagung menggunakan irigasi sprinkler > rp.10 juta/ha/musim, dengan hasil panen 7.34 ton/ha. sedangkan dalam perhitungan atau estimasi biaya investasi penggunaan sprinkler perlu dipertimbangkan berbagai hal sesuai dengan kondisi yang telah direncanakan, antara lain : 1). jumlah kebutuhan sprinkler dalam satu jaringan irigasi tergantung kepada luasan lahan irigasi yang akan dilayani dan ketersediaan air pada sumbernya, namun untuk kemudahan dalam operasi sebaiknya disiapkan (2-4) buah sprinkler dalam satu lokasi jaringan irigasi. 2). kebutuhan biaya investasi pembuatan jaringan irigasi sprinkler belum termasuk pompa dan rumah pompa diperkirakan berkisar + 15 juta/ ha. 3). jika dilihat dari keuntungan petani yang di dapatkan rp. 10 juta/ha/musim, maka untuk biaya investasi jaringan irigasi seluas 10 ha, dapat dikembalikan paling tidak dalam kurun waktu 3 tahun (6 kali musim tanam) sudah bisa kembali; 4). jika diasumsikan dengan luasan layanan irigasi 10 ha, maka biaya investasi sprinkler setiap lokasi berkisar (6-12) % dari biaya investasi pembuatan jaringan. biaya operasi dan pemeliharaan kebutuhan biaya operasi dan pemeliharaan irigasi sprinkler, secara umum lebih hemat dan menguntungkan dibandingkan dengan irigasi konvensional yang biasa dilakukan petani-petani lahan kering, seperti irigasi genangan atau oncoran. penghematan dan keuntungan tersebut, antara lain : 1). biaya operasi pompa dengan irigasi sprinkler mampu menghemat lebih dari 2 kali lipat atau ± 70 %, jika dibandingkan dengan irigasi konvensional; 2). waktu operasi menjadi lebih singkat karena dengan irigasi sprinkler ini air langsung sampai pada tanaman; 3). efisiensi penggunaan air meningkat, (± 85 %) karena dengan irigasi sprinkler ini tidak banyak air yang terbuang atau banyak kehilangan air disaluran dan tidak sampai pada tanaman, jika dibanding dengan irigasi konvensional;. 4). biaya pemeliharaan jaringan dan sprinkler relatif kecil, jika tidak terjadi kerusakan pada jaringan atau komponen sprinkler, biasanya biaya pemeliharaan cukup besar untuk perawatan pompa, seperti penggantian sparepart dan pencucian sumur pompa (re-develop. alat sprinkler ini yang sangat diperhatikan adalah sumber air untuk di salurkan.di samping itu kekuatan tekanan pompa air dan jumlah unit springkel yang digunakan.disamping itu juga slang air juga harus memenuhi panjang titik jangkauannya.dan tidak boleh terlipat –lipat/tergulung yang bisa menghambat air mengalir.lebih lanjut kekurangan-kekurangan dilapangan tetap dibenahi secara maksimal. dalam aplikasi yang di terapkan dilapangan utuk menyirami 1.0 ha.dibutuhkan 12 unit springkel dengan jangkauan siraman air 1 unit 10-15 meter di area tanam. dalam budidaya jagung yang diperhatikan adalah tempat bertanam,lahan tempat bertanam akan berpengaruh terhadap perencanaan tanam. yang perlu diperhatikan antara lain benih benih sebagai bahan utama atau modal pokok dalam budidaya jagung juga harus dipersiapkan,benih yang diperlukan biasa nya dikaitkan dengan tujuan dan perencanaan penanaman, alat dan tenaga kerja manusia turut campur tangan dalam usaha penanaman hingga berproduksi,maka pencurahan tenaga memiliki arti penting didalam proses bididaya jagung.jumlah tenaga yang dibutuhkan bisa digantikan dengan alat atau mesin untuk mengintensifkan kerja. adapun langkah-langkah yang harus dilakukan dalam budidaya jagug adalah sebagai berikut : pengolahan tanah mengolah tanah untuk media pertanaman dilakukan dengan cara membalik tanah dan memecah bongkah tanah agar diperoleh tanah yang gembur sehingga keadaan aerase dapat diperbaiki. penanam jagung ditanam untuk diambil hasilnya.oleh karena itu penanaman jagung perlu memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi waktu tanam,jarak tanam cara menanam jagung dll perawatan dan pemupukan seperti tanaman budidaya yang lain,jagung juga perlu dirawat dan dipupuk supaya hasil panennya maksimal. perawatan tanaman jagung bisa berupa membuang tanaman gulma yang ada disekitar tanaman jagung,irigasi yang serta pemberian pupuk sesuai kebutuhan. penentuan waktu panen hasil panen jagung tidak semua berupa jagung tua atau matang fisiologis,tergantung dari tujuan panen.penentuan waktu panen untuk jagung tergantung dari jenis jagung yang ingin didapatkan. klasifikasi jagung : kingdom : plantae (tumbuhan) subkingdom : tumbuhan berpembuluh super divisi : menghasilkan biji divisi : tumbuhan berbunga kelas : liliopsida (berkeping satu/monokotil sub kelas : commelinidae ordo : poales famili : poaceae (suku rumput-rumputan) genus : zae spesies : zea mays l. sumber : https://litbang.pu.go.id/berita/view/35/sprinkler-type-bir-v1-balai-irigasi-reform