PENCANANGAN PROGRAM PENINGKATAN PRODUKSI BERAS NASIONAL (P2BN) DI KALIMANTAN SELATAN
Acara Pencanangan Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) ini berlangsung di Kecamatan Amuntai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara pada tanggal 2 Mei 2012. Gubernur Kalimantan Selatan H. Rudy Arifin dalam amanatnya antara lain mengatakan bahwa kita sangat bersyukur karena produksi padi di Kalimantan Selatan pada tahun 2011 terjadi peningkatan produksi sebesar 10,65% dibandingkan tahun 2010. Pada tahun 2011 berdasarkan angka sementara (ASEM) yang dirilis BPS, produksi padi Kalimantan Selatan telah mencapai angka 2,038 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) atau naik sebesar 196.000 ton dari tahun 2010 yang hanya sebesar 1,842 juta ton GKG. Pada tahun 2012 produksi padi di Kalimantan Selatan diperkirakan akan lebih meningkat lagi, berdasarkan data Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Kalimantan Selatan realisasi tanam padi MT 2011/2012 sampai dengan bulan Februari 2012 sudah mencapai 255.820 hektar atau lebih luas 30.259 hektar disbanding periode yang sama pada tahun yang lalu (225.561) hektar. Dengan capaian produksi tahun 2011 sebesar 2,038 juta ton GKG, Kalimantan Selatan termasuk 10 besar provinsi penyumbang produksi padi/beras nasional dengan surplus lebih dari 600.000 ton. Bahkan pada tahun 2011 dan triwulan I tahun 2012, komoditas beras mengalami deflasi dan berperan penting dalam menekan inflasi di Kalimantan Selatan. Keberhasilan produksi padi Tahun 2011 yang sudah berhasil kita capai kiranya tidak membuat kita cepat puas, di Tahun 2012 produktivitas padi kita harapkan akan lebih meningkat lagi agar kontribusi sebanyak 746.465 ton atau 7,37% seperti yang diharapkan pemerintah pusat dalam P2BN dapat kita realisasikan dan target produksi padi 10 juta ton pada 2015 dapat kita capai. Tentu saja bukan pekerjaan mudah dan ringan untuk meningkatkan produksi padi dan mendukung Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN), diperlukan adanya kesungguhan dari semua pihak yang terlibat, baik para petani itu sendiri, instansi pemerintah terkait dan termasuk pengawalan dan pendampingan penyuluh kepada petani. Bahkan pengawalan dan pendampingan penyuluh terhadap petani adalah bagian terpenting dalam mensukseskan produksi beras nasional. Karena itu mari kita optimalkan pengawalan dan pendampingan penyuluhan secara baik, terjadwal dan berkelanjutan untuk mencapai sasaran program P2BN. Pada acara tersebut Gubernur juga menandatangani kesepahaman/kemitraan usaha pembangunan kebun plasma kelapa sawit antara Koperasi Wahyu Ilahi dengan PT. Persada Dinamika Lestari. Kemitraan ini merupakan bentuk keserasian dan keharmonisan masyarakat dengan pengusaha. Dalam sambutannya Gubernur mengharapkan perkebunan yang dibangun di Kalimantan Selatan berdampak baik bagi masyarakat, pengusaha dan pemerintah daerah. Gubernur juga meminta agar berhati-hati dalam pengembangan sektor perkebunan supaya tidak terjadi disharmoni dengan sektor lainnya, terutama yang terkait dengan ketersediaan lahan untuk ketahanan pangan. Dalam acara pencanangan program P2BN tersebut Gubernur juga menyerahkan secara simbolis 112 kendaraan roda dua bantuan dari Kementerian Pertanian untuk menunjang kegiatan operasional penyuluh di 13 Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan.