Produksi kakao di Lampung terutama di sentra produksi yaitu Lampung Selatan, Lampung Timur, Tanggamus , Pesawaran dan Lampung Tengah sejak tahun 2009 terus mengalami penurunan drastis. Hal ini disebabkan ganasnya serangan penyakit busuk buah yang dipacu Janur Phytoptora palmivora. Menurut salah seorang petani di Desa Sukaraja Kabupaten Tanggamus akibat serangan penyakit tersebut dapat menurunkan produktivitas sampai 75 %. Penyebab penyakit busuk buah kakao disebabkan oleh jamur Pytopthora palmivora, yang berkembang dengan cepat dalam keadaan lembab. Kelembaban tinggi akan membantu pembentukan spora dan meningkatkan infeksi yang terjadi apabila dipermukaan buah terdapat air hujan atau embun. Penyebaran penyakit terutama dari tanah, batang yang sakit, buah yang sakit dan tumbuhan inang lain. Biasanya buah yang terletak dekat tanah lebih dahulu terinfeksi . Serangga , bekicot , tupai dan beberapa mamalia berperan nyata dalam penyebaran penyakit. Gejala serangan, buah kakao yang terserang berwarna coklat kehitaman, biasanya dimulai dari ujung atau pangkal buah, kadang-kadang permukaan buah ditumbuhi miselium jamur berwarna putih dan juga sering terdapat sporangium jamur. Pengendalian dilakukan dengan: (1) sanitasi kebun, petik buah busuk atau pangkas bila intensitas serangan berat, petik buah tiap minggu dengn tenaga khusus. Buah yang sudah terkumpul kemudian dibenam dalam tanah sedalam 30 cm, (2) kultur teknis, atur pohon pelindung dan pangkas kakao sebaik-baiknya. Pada lokasi yang sering tergenang air hujan, buat saluran pembuangan air, (3) secara kimia , lakukan penyemprotan secara preventif dengan fungisida berbahan aktif tembaga (Sandoz, Nordox dll), (4) tanam jenis/klon yang tahan penyakit busuk buah. Ditulis oleh Nasriati, BPTP Lampung