Penerapan Pengendalian Hama Terpadu OPT Cengkeh di Subak Abian Bhuana Sari, Desa Ambengan
Tanaman cengkeh merupakan salah satu komoditas unggulan sektor pertanian di Kabupaten Buleleng Bali termasuk di Subak Abian Bhuana Sari Desa Ambengan Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng Bali. Tanaman cengkeh dikembangkan secara massif sekitar akhir tahun 1970an yang merupakan tanaman pengganti tanaman kopi khususnya kopi robusta dan bahkan tanaman cengkeh juga dikembangkan di lahan sawah sehingga mempercepat alih fungsi lahan sawah dari areal tanaman padi ke kebun cengkeh. Hal ini antara lain disebabkan komoditas cengkeh memberikan keuntungan ekonomi yang lebih tinggi sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Seiring berjalannya waktu, usaha tani cengkeh juga mengalami berbagai kendala dan tantangan dalam upaya menjaga keberlanjutannya seperti harga jual yang fluktuatif, serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), usia tanaman yang sudah cukup tua dan lain-lain. Berkaitan dengan hal tersebut berbagai upaya terus dilakukan terutama dalam upaya menjaga keberlanjutan usaha tani cengkeh di Subak Abian Bhuana Sari Desa Ambengan dan salah satunya adalah Penerapan Pengendalian Hama Terpadu OPT Cengkeh yang diikuti oleh 50 orang anggota. Penerapan Pengendalian Hama Terpadu OPT Cengkeh di Subak Abian Bhuana Sari dilaksanakan dalam upaya meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan petani dalam mengendalikan OPT Cengkeh terutama Jamur Akar Putih dan Penggerek Batang Cengkeh dengan cara-cara yang lebih ramah lingkungan. Pengendalian penyakit Jamur Akar Putih dan Penggerek Batang Cengkeh dilakukan dengan pestisida hayati yang pembuatannya dilakukan pada saat pelaksanaan pertemuan Penerapan PHT OPT Cengkeh. Pengendalian Hama Terpadu OPT Cengkeh disamping menggunakan pestisida hayati juga diawali dan dilengkapi dengan pembuatan dan penggunaan Pupuk Organik yang mengandung Agen Pengendali Hayati (APH) berupa Trichoderma sp. Penggunaan pupuk organik yang mengandung APH Trichoderma sp, diharapkan dapat meningkatkan kesuburan dan kesehatan tanah di sekitar perakaran tanaman cengkeh sehingga dapat meningkatkan ketersediaan unsur hara maupun sebagai pengendali penyakit Jamur Akar Putih yang menyerang perakaran tanaman cengkeh. Pengendalian penyakit Jamur Akar Putih selain dilakukan dengan menggunakan pupuk organik yang mengandung APH Trichoderma sp, juga dilakukan dengan Metabolit Skunder (MS) Trichoderma sp. yang dibuat dengan menggunakan bahan air cucian beras, air kelapa, gula merah dan isolat Trichoderma sp. Pengendalian penyakit jamur akar putih menggunakan MS Trichoderma sp, dilakukan dengan cara pengocoran pada lubang biopori di sekitar pangkal batang cengkeh/tajuk pohon cengkeh dengan larutan 1 liter MS Trichoderma sp dilarutkan dengan 15-20 liter air. Disamping adanya serangan penyakit Jamur Akar Putih (JAP) juga terdapat serangan hama berupa hama Penggerek Batang Cengkeh yang dapat merusak tanaman cengkeh sehingga dapat mematikan pohon cengkeh. Upaya pengendalian hama tersebut juga dilakukan secara hayati berupa penggunaan Metabolik Skunder (MS) Beauvria bassiana yang diaplikasikan dengan 2 cara yaitu dengan cara dimasukkan ke dalam lubang gerekan kemudian dipasak dan cara lainnya dengan disemprotkan pada tanaman cengkeh. Sebagai tanaman yang mempunyai nilai ekonomi tinggi bagi anggota Subak Abian Bhuana Sari, kesehatan tanaman cengkeh perlu dijaga dengan baik melalui Penerapan Pengendalian OPT Cengkeh. Hal ini diperlukan agar keberlanjutan usaha tani cengkeh dan pendapatan serta kesejahteraan petani tetap terjaga serta kelestarian lingkungan lebih terjamin. Made Sedaka