Loading...

Penerapan Pertanian Terpadu pada Pengelolaan Lahan Pekarangan

Penerapan Pertanian Terpadu pada Pengelolaan Lahan Pekarangan
Pekarangan adalah lahan disekitar rumah dengan batas tertentu. Pekarangan rumah dapat digunakan sebagai tempat untuk menghasilkan produk pangan, seperti sayuran, buah-buahan,perikanan dan juga peternakan. Kegiatan produksi pangan di halaman rumah dapat menghasilkan beberapa manfaat:1. Memanfaatkan lahan kosong2. Menambah GIZI keluarga dengan tanpa mengeluarkan biaya, sehingga dapat menghemat Pengeluaran belanja keluarga3. Jika sudah berlebih dapat dijual sehingga dapat menambah pendapatan keluarga4. Dihasilkan produk pangan yang Organik, aman untuk kesehatan tubuh manusia5. Ketahanan Pangan Masyarakat tercapai6. Memberikan kegiatan positif bagi ibu rumah tanggga Istilah Pertanian Terpadu adalah merupakan keterpaduan antara Peternakan, Perikanan dan Pertanian dalam kegiatan pengelolaan pekarangan. Kotoran hasil ternak seperti ternak kambing difermentasi dg fermentor kemudian dimasukkan ke dalam kolam tong dibiarkan sekitar dua minggu hingga tumbuh jentik-jentik untuk makanan ikan dalam kolam, bibit ikan kemudian dimasukkan. Sedangkan Air kolam ikan yang mengandung kotoran ikan dapat digunakan untuk menyiram tanaman sayuran sebagai pupuk organik. Mengingat umumnya halaman rumah luasannya sempit, maka kolam ikan dapat dibuat dalam tong-tong. Dibuat empat tong, posisi tong dibuat bertingkat ketinggiannya dari yang tertinggi dan terendah,antar tong dihubungkan dg pipa. Tiga tong yang pertama diiisi ikan sedangkan yang keempat tidak diisi ikan, tapi diisi tanaman seperti enceng gondok yang berguna untuk menyaring air dari racun kotoran ikan. Setiap seminggu sekali air kolam disirkulasi dengan aerator.jika air dalam kolam berkurang maka dipenuhi lagi. Konsep Pertanian Terpadu sangat sederhana, mudah dipahami dan dipraktektan. Apalagi ibu-ibu Tani sudah mempraktekkannya namun masih di masing-masing kegiatan maksudnya kegiatan ternak saja, atau tanam sayur saja atau perikaanan saja namun untuk keterpaduan belum. Dan mengingat begitu banyak manfaat dan kemudahan dalam pelaksanaannya maka sangatlah Cocok untuk dikembangkan di masyarakat Indonesia guna menunjang ketahanan Pangan. (PENULIS : IR.KARNO /THL-TB-PP BPP KEC.PLEMAHAN, Kab.Kediri)