Loading...

Pengamatan Agroekosistem di Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut

Pengamatan Agroekosistem di Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut

PENGAMATAN AGROEKOSISTEM

Materi Sekolah Lapang (SL) terkait pengamatan mencakup kegiatan pemantauan dan pencatatan rutin untuk menganalisis kondisi pertanian, seperti pengamatan agroekosistem, hama, dan penyakit tanaman. Ini sering dilakukan untuk mengumpulkan data di lapangan, seperti mengukur jumlah malai, anakan, atau mengamati keberadaan hama pada berbagai fase tanaman untuk mengambil keputusan tindakan selanjutnya secara bersama-sama. Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani secara praktis, serta mengadopsi teknologi pertanian yang tepat. 

Materi dan kegiatan pengamatan di SL

  • Pengamatan Agroekosistem: Mencatat dan menganalisis kondisi lingkungan pertanian secara keseluruhan.
  • Pengamatan Hama dan Penyakit: Memantau keberadaan dan perkembangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) seperti hama dan penyakit, serta dampaknya pada tanaman.
  • Pengamatan Perkembangan Tanaman: Memantau fase pertumbuhan tanaman dari awal hingga akhir, termasuk mengamati jumlah malai, anakan, dan perkembangan organ reproduktif lainnya.
  • Pengamatan Terkait Teknologi: Mengamati langsung penerapan dan hasil dari teknologi yang diterapkan, seperti penggunaan pupuk organik, varietas unggul, atau sistem tanam tertentu. 

Proses pengamatan dalam SL

  • Dilakukan secara rutin: Pengamatan dilakukan secara berkala, misalnya setiap minggu, selama satu siklus tanaman untuk mendapatkan data yang akurat.
  • Pengamatan mandiri: Peserta (petani) belajar dan melakukannya sendiri, bukan hanya diberi tahu oleh pemandu.
  • Pengambilan keputusan bersama: Hasil dari pengamatan digunakan untuk menganalisis situasi di lapangan dan mengambil keputusan bersama kelompok tani untuk tindakan selanjutnya. 

·       penerapan pengamatan di bagi 10 kelompok

1.      JARAK TANAM TEGEL

2.      JARAK TANAM LEGOWO 2:1

3.      JARAK TANAM LEGOWO 4:1

4.      PENANAMAN BENIH LANGSUNG (TABELA)

5.      PENANAMAN BENIH LOKAL

6.      PENGGUNAAN BIBIT MUDA

7.      PENGENDALIAN OPT

8.      PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK

9.      PENGGUNAAN ASAM HUMAT

10. PENGGUNAAN AGENSI HAYATI

  • Pengamatan yang dilakukan

1.      Mengamati jumlah malai, jumlah anakan, dan hama yang ada saat tanaman memasuki fase primordia.

2.      Mengamati pertumbuhan pada setiap fase pertumbuhan

3.      Menghitung produktivitas sebelum dan sesudah kegiatan SL

4.      Melakukan Analisa usaha sebelum dan sesudah melaksanakan teknologi pada lahan LL

5. pengendalian OPT: Melakukan pengamatan rutin untuk memutuskan kapan dan bagaimana menggunakan pestisida nabati atau agen hayati secara terpadu dan ramah lingkungan. 

6.     Menyimpulkan hasil pengamatan dengan melakukan diskusi kelompok dan mempresentasikannya.