PENGAMATAN AGROEKOSISTEM
Materi Sekolah Lapang (SL) terkait pengamatan mencakup kegiatan pemantauan dan pencatatan rutin untuk menganalisis kondisi pertanian, seperti pengamatan agroekosistem, hama, dan penyakit tanaman. Ini sering dilakukan untuk mengumpulkan data di lapangan, seperti mengukur jumlah malai, anakan, atau mengamati keberadaan hama pada berbagai fase tanaman untuk mengambil keputusan tindakan selanjutnya secara bersama-sama. Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani secara praktis, serta mengadopsi teknologi pertanian yang tepat.
Materi dan kegiatan pengamatan di SL
Proses pengamatan dalam SL
· penerapan pengamatan di bagi 10 kelompok
1. JARAK TANAM TEGEL
2. JARAK TANAM LEGOWO 2:1
3. JARAK TANAM LEGOWO 4:1
4. PENANAMAN BENIH LANGSUNG (TABELA)
5. PENANAMAN BENIH LOKAL
6. PENGGUNAAN BIBIT MUDA
7. PENGENDALIAN OPT
8. PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK
9. PENGGUNAAN ASAM HUMAT
10. PENGGUNAAN AGENSI HAYATI
1. Mengamati jumlah malai, jumlah anakan, dan hama yang ada saat tanaman memasuki fase primordia.
2. Mengamati pertumbuhan pada setiap fase pertumbuhan
3. Menghitung produktivitas sebelum dan sesudah kegiatan SL
4. Melakukan Analisa usaha sebelum dan sesudah melaksanakan teknologi pada lahan LL
5. pengendalian OPT: Melakukan pengamatan rutin untuk memutuskan kapan dan bagaimana menggunakan pestisida nabati atau agen hayati secara terpadu dan ramah lingkungan.
6. Menyimpulkan hasil pengamatan dengan melakukan diskusi kelompok dan mempresentasikannya.