Semakin tinggi kesadaran masyarakat saat ini telah membuat sayuran menjadi komoditi yang dicari. Sementara itu sayuran terutama yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari membutuhkan perhatian yang lebih dalam perawatannya. Selain perhatian juga membutuhkan kondisi lingkungan yang sesuai.Akhir-akhir ini ditemukan beberapa varietas sayuran yang dapat di tanam disagala laha. Kobis, sawi, brambang dulu membutuhkan ketinggian tempat tertentu sekarang dapat ditanam dilahan dataran rendah. Penemuan ini memberi peluang untuk dikembangkan di kawasan darataran rendah yang biasanya lebih padat penduduk.Solusi dalam menangani masalah tersebut adalah pengelolaan lahan pekarangan sebagai tempat untuk budidaya sayur. Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) merupkan gerakan yang disosialisasikan kepada petani dan warga umum untuk mengefektifkan pemanfaatan lahan. Ada beberapa prinsi pengelolaan lahan pekarangan agar lebih mendukung ketahanan pangan keluarga.1. Pengaturan tempat penanaman Yang dimaksud pengaturan tempat penanaman adalah penanaman tanaman yang sangat dibutuhkan di dapur lebih diutamakan. Letak menanamnyapun diusahakan dekat dengan rumah. Biasanya tanaman yang selalu dibutuhkan tiap hari adalah bumbu dapur. Untuk itu penanaman bumbu dapur ditempatkan paling dekat dengan rumah. Biasanya tanaman bumbu seperti brambang, bawang diutamakan ditanam didekat rumah.Sayuran seperti kacang panjang, cabe, terong merupakan tanaman yang mempunyai tajuk tinggi ditanam setelah tanaman bawang yang mempunyai tajuk yang lebih rendah. Didekat tanaman tersebut juga diusahakan ternak yang membutuhkan pemeliharaan yang lebih intensif. Ternak ayam diutamakan karna bentuknya yang kecil dan tidak membutuhkan lahan yang banyak.2. Menanam lebih dekat atau berdempetan.Tanaman ditanam berdempetan namun tetap menyesuaikan kebutuhan lingkungan yang dibutuhkan termasuk cahaya, air dan pupuk. Cahaya diusahakan tata letak tanaman tidak saling menaungi. Pengaturan ini meliputi tinggi tanaman, lebar kanopi. Akar tanaman diusahakan tidak saling memperebutkan hara sehingga ditempatkan tanaman yang berbeda. Dapat menggunakan tempat yang berbeda. 3. Mengurangi LimbahPerlu mengatur agar tidak ada limbah dalam pengaturan tanaman atau ternak yang diusahakan. Misalnya limbah ternak dapat digunakan untuk membuat pupuk untuk memupuk tanaman. Pemupukan dapat menyuburkan tanaman, tanaman yang subur perlu ada perempelan, perempelan dapat digunakan sebagai pakan untuk ternak.Limbah ternak terutama cair maupun padat. Limbah cair dapat digunakan untuk membuat pupuk cair dengan cara fermentasi. Limbah cair juga dengan cara tertentu dapat digunakan untuk pakan ikan. Dengan sisstem tersevut diharapkan semakin kecil limbah.4. Mengusahakan tanaman yang memiliki nilai jual lebihTanaman yang memiliki nilai jual lebih diusahakan untuk ditanam dengan tujuan untuk penambahan pendapatan petani. Pendapatan petani akan bertambah sesuai dengan hasil yang didapat dari mengusahakan tanaman ekonomis tinggi atau ternak yang cepat dijual.