Loading...

Pengembangan Tanaman Salak Pasaman

Pengembangan Tanaman Salak Pasaman
Di Kabupaten Pasamaan Propinsi Sumatera barat salah satu kabupaten yang memiliki tanaman salak, Di Kabupaten ini juga telah ditetapkan sebagai kabupaten pengembangan tanaman salak. Salak di Kabupaten ini termasuk jenis salak yang dpat diunggulkan dengan ukuran lebih besar dan rasa yang lebih manis dan sedikit masam, menjadikan salak di Pasaman ini memiliki rasa yang khas. Karena kelebihannya itu harga salak agak sedikit lebih mahal dibandingkan salak lainnya, termasuk salak pondoh. Apalagi, budidaya salak ini tidak begitu sulit. Menurut salah seorang petani salak, salak ini bisa dikembangbiakkan dengan cara mencangkok dari induk pohon salak. Pengembangan salak ini dengan cara mencangkok lebih baik ketimbang budidaya dari biji. Dengan mencangkok dari pohon induknya, maka hasil buah salak sama dengan hasil buah induknya. Salak ini cocok ditanam di daerah pegunungan yang lembab. Dengan banyak mendapatkan air, salak ini akan memiliki buah lebih lebat, karena di Kabupaten Pasaman salak ini banyak berkembang di 2 Kecamatan yang secara topografi dan iklim termasuk daerah hujan dan bertopografi di ketinggian. Pencangkokan salak dapat dilakukan pada tunas baru yang muncul dari pohon induk. Butuh waktu selama empat bulan setelah dicangkok baru muncul tunas. Lalu tunas tersebut dipotong dan dimasukkan dalam polybag selama dua bulan sebelum ditanam di tanah. Selama di polybag akan terlihat bibit yang memiliki akar kuat dan bisa menjadi bibit unggul. Sementara bibit yang akarnya lemah akan mati. "Biasanya 90% bibit bertahan dan sisanya mati,". Selama masa pembibitan di polybag, sebaiknya perlu diberikan pupuk kandang supaya bisa bertumbuh dengan cepat. Setelah dua bulan, petani dapat memindahkan salak madu dari polybag di lahan dengan jarak tanam sejauh 1,5 meter. Sebaiknya, salak mendapatkan sinar matahari yang cukup dan disiram tiga kali dalam seminggu. Dua tahun setelah ditanam, salak sudah bisa mulai panen. Dalam satu tangkai bisa menghasilkan hingga dua kilogram buah salak. Biasanya sejak menghasilkan bunga sampai matang, membutuhkan waktu selama enam bulan. Dari petani, harga buah salak dibanderol mulai dari Rp 10.000, sementara di pasaran harganya bisa hingga Rp 15.000 per kg. Salak ini cocok ditanam di lahan dengan ketinggian 400 meter - 600 meter di atas permukaan laut. Adapun jarak tanam ideal salak madu 2,5 x 2,5 meter. Dengan jarak itu, setiap pohon bisa menghasilkan buah hingga 5 kg. Sementara di lahan yang luasnya 1.000 meter persegi, seperti pemberian pupuk kandang, pengairan dan penyiangan. Salak sangat baik ditanam di musim kemarau. Sebab, risiko terserang hama dan penyakit lainnya lebih rendah. "Tapi pastikan tetap mendapat pasokan air yang cukup," agar kelembaban tanah tetap terjaga. Oleh : Prasetyo,SP (PP Madya)