Loading...

PENGENDALI HAMA LALAT BUAH DENGAN SELASIH

PENGENDALI HAMA LALAT BUAH DENGAN SELASIH
Tanaman selasih (Ocimum basilicum) dapat menghasilkan minyak atsiri dengan aroma menyerupai feromon seks pada lalat buah betina sehingga dapat menarik lalat buah jantan. Sehingga selasih dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan hama lalat buah dan bersifat ramah lingkungan.Ada beberapa jenis selasih, namun jenis selasih merah dan hijau dengan tipe bunga dompol mengandung minyak atsiri (metil eugenol) paling tinggi dibanding jenis yang lain. Guna memproduksi ekstrak selasih, tanaman yang biasanya tumbuh liar ini perlu dibudidayakan agar produksi meningkat dan berkelanjutan.Ekstrak selasih dapat diperoleh melalui penyulingan daun dan bunga yang dipanen pada umur 3-4 bulan. Cara panennya adalah seluruh bagian tanaman di atas pangkal dipangkas agar tanaman dapat tumbuh lagi untuk panen kedua dan ketiga. Kemudian daun dan bunga yang telah dipanen dikeringanginkan selama 1-2 hari, kemudian disuling. Setiap 1 kg panenan menghasilkan minyak selasih 6,0 “ 8,5 ml.Untuk menangkap lalat buah, minyak selasih ditempatkan dalam perangkap yang dibuat dari botol plastik bekas kemasan air miniral 1.500ml. Pada 2/3 tinggi botol dibuat empat lubang berdiameter 1 cm sebagai jalan masuk lalat buah. Dalam botol ditempatkan segumpal kecil kapas yang telah ditetesi 1,5 ml minyak selasih dan diikat dengan benang sepanjang 15 cm, diselipkan pada uliran tutup botol. Pada dasar botol diberi setengah sendok teh insektisida butiran (karbofuran) yang dibungkus tisu agar lalat buah mati. Pemberian diulang 1,5 bulan sekali. Selanjutnya botol plastik dipasang di pertanaman pada ketinggian 2 meter. Dalam 1 ha dipasang 25 perangkap dengan jarak 20 m.Kendala penerapan teknologi ini adalah umumnya petani belum mampu menyuling selasih karena memerlukan modal besar untuk mengadakan alat penyuling. Satu unit alat penyuling kapasitas 100 kg bahan setengah kering, harganya sekitar Rp. 20 juta. Untuk mengatasi kendala ini, pengendalian lalat buah dapat dilakukan dengan cara memasukkan segenggam daun, bunga maupun tangkai selasih yang telah diremas ke dalam botol perangkap minimal seminggu sekali. Dengan cara demikian, petani tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mengendalikan lalat buah karena selasih mudah ditanam di sekitar pertanaman sayuran dan tanaman buah. Disusun : Ely Novrianty, Gohan Octora Manurung, Suryani (BPTP Lampung)Sumber : WARTA Penelitian dan Pengembangan Pertanian Volume 37 Nomor 4 Tahun 2015