Loading...

PENGENDALIAN BUSUK PANGKAL BATANG PADA TANAMAN LADA

PENGENDALIAN BUSUK PANGKAL  BATANG PADA TANAMAN LADA
Penyakit busuk pangkal batang (BPB) merupakan salah satu kendala produksi lada di Indonesia dan sangat ditakuti petani karena dapat menyebabkan kematian tanaman secara cepat. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Phytopthoracapsici, dimana penyebaran patogen dibantu oleh angin dan air. Gejala serangan dapat terlihat pada seluruh bagian tanaman. Gejala pada daun berupa bercak hitam bergerigi seperti renda yang akan tampak jelas bila daun diarahkan kecahaya. Serangan yang paling berbahaya pada bagian pangkal batang atau akar menyebabkan kelayuan tanaman. Apabila tanah dibongkar pangkal batang berwarna hitam dan saat keadaan lembab gejala hitam tersebut Nampak seperti lendir berwarna agak biru. Pengendalian penyakit BPB umum nyadengan menggunakan pestisida kimia. Namun, pengendalian tunggal dengan pestisida kimia hanya mampu menekan serangan menjadi 30-40% saja. Penerapan paket pengendalian secara terpadu (kulturteknik, kimiawi, dan hayati) dapat menekan intensitas serangan P.capsiciantara 80-90%. Pengendalian P.capsicidapat dibagi menjadi sebelum tanam dan sesudah tanam. Pengendalian sebelum tanam bersifat mencegah perkembangan penyakit, antara lain:Menanam varietas yang resisten atau toleran terhadap penyakit busuk pangkal batang misalnya Natar I.Pengolahan tanah dengan baik dan penambahan bahan organik untuk memusnah kan sisa-sisa inoculum jamurP.capsici.Menggunakan bibit yang bebas dari patogenMembuat saluran drainase yang baikMengatur jarak tanam sesuai rekomendasiMenanamtanamansela yang bersifat antagonis terhadapP.capsici misalnya bawang putih dan bawang kucai. Pengendalian setelah tanaman tara lain dibagi menjadi tindakan kulturteknik, kimiawi, dan hayati. Tindakan kulturteknikPenyiangan terbatas (bebokor)Membuat pagar di sekeliling kebun dengan tumbuhan hidup atau bahan matiMemangkas sulur yang berada dekat permukaan tanah terutama pada waktu menjelang musim hujan supaya lingkungan padapangkal batang tidak terlalu lembab.Bila menggunakan tiang panjat hidup harus dipangkas secara rutin, yaitu dua kali pada musim hujan dan satu kali pada musim kemarau. Tindakan Kimiawi dan hayatiPengendalian secara kimiawi dengan fungisi dasistemik atau bubur bordo, dilakukan pada saat intensitas serangan patogen BPB tinggi, dengan tujuan menekan perkembangan jamur P. capsici. Khusus untuk penggunaan bubur bordo dengan cara penyiraman, harus diikuti dengan aplikasi Trichodermaharzianum,2 -4 minggu kemudian. Ditulis oleh : Akhmad Ansyor, S.P.Sumber Gambar : Dokumentasi Akhmad AnsyorSumber Bacaan : BPTP. Babel. Kegiatan m-KRPL di Provinsi Bangka Belitung, dan Teknik Budidaya Rama Lingkungan (BPTP Kep. Bangka Belitung) Tahun 2011