Loading...

PENGENDALIAN GULMA TANAMAN KEDELAI PADA SL UPSUS DESA BONE KEC BAJENG KAB GOWA TAHUN 2017

PENGENDALIAN GULMA TANAMAN KEDELAI PADA SL UPSUS DESA BONE KEC BAJENG KAB GOWA TAHUN 2017
Sekolah Lapang (SL UPSUS) di Desa Bone Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa dilaksanakan pada tanggal 11 Juli 2017 bertempat di kelompok tani Mangalli PENGENDALIAN GULMA KEDELAIA. Pengertian gulmaPara ahli menyebutkan beberapa pengertian tentang gulma, yaitu :1. Tumbuhan yang tidak diinginkan;2. Tumbuhan yang tumbuh tidak pada tempatnya;3. Tumbuhan yang merugikan usaha pertanian;4. Tumbuhan yang bertentangan dengan usaha pertanian.Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan gulma adalah tumbuhan yang kehadirannya di lahan pertanian tidak diinginkan karena dapat menurunkan hasil tanaman budidaya.B. Golongan dan contoh jenis gulma pada perkedelai1) Golongan teki-tekian Famili Cyperacea, berstolon, sulit diberantas, cepat menguasai area, mampu bertahan hidup dalam cekaman. Contoh : Teki (Cyperus rotundus dan C. compresus)2) Golongan rumput-rumputan Famili Gramineae, daun sempit, akar rimpang, sulit diatasi secara mekanik.Contoh : Lulangan (Eleusine indica), jajagoan (Echinocloa colonum), cakar ayam (Digitaria sp), alang-alang (Imperata cylindica), lamuran (Polytrias amaura).3) Golongan berdaun lebarUmumnya termasuk Ordo Dicotyledoneae. Tumbuhan dengan habitus besar, kompetisi terhadap cahaya.Contoh : Wedusan (Ageratum conyzoides), krokot (Portulaca oleracea), bayam (Amaranthus sp), kentangan (Boreria alata), jeworan (Cyanotis cristata), dan lombokan (Ludwigia sp.).Waktu dan cara pengendalian gulmaa. Waktu pengendalian :1) Penyiangan pertama, dilakukan waktu tanaman berumur 2-4 HST.2) Penyiangan kedua, dilakukan setelah tanaman selesai berbunga, yakni pada umur sekitar 45-60 HST..3) Penyiangan ketiga, perlu dilakukan bila tampak banyak gulma yang tumbuh.b. Cara pengendalian gulmaPengendalian gulma dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu :1. Preventif, yaitu mencegah perkembangbiakan dan penyebaran biji atau organ vegetatif gulma.Cara ini dapat dilakukan melalui :1) Mencegah pemakaian pupuk kandang yang belum masak2) Membersihkan benih dari biji-biji gulma3) Tidak mengangkut rumput-rumputan pakan ternak jarak jauh4) Pemberantasan gulma di sisi-sisi sungai dan saluran irigasi5) Mencegah gulma jangan sampai berbunga dan berbuah.2. Eradikasi, yaitu memusnahkan gulma sebelum berbunga dan berbiji.Cara ini baik untuk area sempit dan datar, tetapi sangat mahal untuk area luas dan kurang baik untuk tanah yang miring.3. Langsung, yaitu pengendalian gulma melalui kultur teknis, mekanis, biologi, kimiawi dan terpadu.a. Pengendalian secara kultur teknis, dapat dilakukan melalui :1) Penyiapan lahan dengan baik2) Benih yang digunakan bebas gulma3) Pengaturan jarak tanam4) Menggunakan mulsa (jerami)5) Rotasi tanaman6) Penggenangan gulma daratb. Pengendalian secara mekanis :1) Cara ini lebih banyak dilakukan dibandingkan dengan cara lain2) Merusak gulma secara mekanis, dengan mengolah tanah, menyiang dengan cangkul, kored atau arit, mencabut, membakar atau menggunakan alat mekanik.c. Pengendalian secara mekanis :1) Cara ini lebih banyak dilakukan dibandingkan dengan cara lain2) Merusak gulma secara mekanis, dengan mengolah tanah, menyiang dengan cangkul, kored atau arit, mencabut, membakar atau menggunakan alat mekanik.D. Pengendalian secara biologi :Menekan populasi gulma dengan menggunakan organisme lain (musuh alami) berupa binatang ataupun tumbuhan berderajat rendah hingga berderajat tinggi.Contoh : cendawan, bakteri, tumbuhan berderajat tinggi (tanaman penutup tanah), maupun binatang/ternak pemakan gulma.Syarat yang harus dipenuhi pada pengendalian gulma melalui cara biologi, yaitu :1) selektivitas tinggi dan tidak menimbulkan hama baru;2) dapat mencari dan menemukan inangnya;3) siklus hidupnya sesuai dengan gulma yang diberantas;4) mampu mematikan atau mencegah gulma membentuk biji;5) mampu berkembangbiak dan menyebar kedaerah lain yang ditumbuhi tanaman inangnya.d. Pengendalian secara kimiawi (herbisida) :Beberapa keuntungan yang diperoleh pada pengendalian gulma menggunakan herbisida, yaitu :1) menghemat waktu dan tenaga;2) dapat membunuh gulma di antara tanaman yang sulit disiang;3) herbisida pratumbuh dapat mengendalikan gulma sejak awal;4) mengurangi kerusakan akar akibat penyiangan;5) dapat memilih waktu yang tepat;6) mengurangi kerusakan tanah, gulma yang mati dapat digunakan sebagai mulsa dan pupuk Ditulis oleh : Fatmawati, SP THL-TBPP Desa Bone Kec. Bajeng