Loading...

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT TERPADU TANAMAN PEPAYA

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT TERPADU TANAMAN PEPAYA
Hama dan penyakit merupakan salah satu faktor penentu dalam usaha tani pepaya.Kerusakan akibat serangan hama dan penyakit tidak hanya akan mengakibatkan penurunan kualitas dan kuantitas buah yang dihasilkan,tetapi juga dapat mematikan tanaman secara keseluruhan. Di indonesia,Akhir-akhir ini muncul hama baru tanaman pepaya,Yaitu kutu putih pepaya (Paracoccus marginatus).Hama ini pertama kali ditemukan didaerah bogor dan sekitarnya,kemudian merebak ke daerah sentra produksi pepaya di sekitar bogor seperti Cianjur,Sukabumi,Tanggerang,Lebak,dan Purwakarta Menurut pakar ilmu hama dan penyakit, kutu putih berasal dari meksiko dan Amerika tengah. Di daerah asalnya, kutu ini belum menjadi masalah utama (hama tanaman) karena kemungkinan terdapat musuh alaminya. Kutu putih memiliki tanaman inang selain pepaya, antara lain tanaman singkong,alpukat,jeruk,mangga,tanaman kacang-kacangan, serta tanaman sayuran dari famili solanacee dan cucurbitceae. Pengadilan yang telah dilakukkan oleh PKBT terhadap hama kutu putih pepaya diantaranya dengan membersihkan koloni kutu putih dari permukaan tanaman atau dengan cara menyemprotkan larutan deterjen .Apabila diperlukan,dilanjutkan dengan menyemprotkan insektisida berbahan aktif dimetoat.Hama lain yang juga sering menyerang pepaya adalah tungau merah(Tetranychus kanzawai),thrips,kutu, daun (Myzus persiace),dan lalat buah.Kutu daun juga menjadi vektor virus keriting (mozaik) pada tanaman pepaya.Sementara beberapa penyakit penting yang kerap menyerang tanaman pepaya diantanya antraknosa,busuk buah Phytophthora dan Rhizopus ,PRSV,serta busuk/hawar dalam buah.Penyakit yang biasa menyerang tanaman pada kondisi lembap dan suhu malam dingin adalah busuk buah (Colletotrichum gloeosporioides) dan penyakit busuk akar (Phytophtora palmivora). Selain itu,penyakit lain yang juga sering menyerang tanaman pepaya layu bakteri. Tanaman yang terserang bakteri layu akan menunjukan gelaja layu mendadak,tanpa ditandai dengan menguningnya daun. Buah yang masih muda tampak pucat dan getahnya encer. Biasanya,buah yang masih muda berguguran. Penyakit busuk akar dan layu dapat dicegah dengan dranase kebun baik. Berikut beberapa macam hama serta penyakit penting tanaman pepaya dan cara pengendaliannya . A. Kutu daun (Myzus persicae) Serangan kutu daun ditandai dengan timbulnya bercak-bercak kuning pada daun dan daun menjadi keriput. Selain berperan sebagai hama,kutu daun juga dapat berperan sebagai perantara penyakit virus mozaik pepaya. Penyemprottan insektisida Tamaron dengan dosis 0,1%-0,2% atau Hostation 40Ec dengan dosis 0,1-0,2% atau Orthane 75 SP dengan dosis 0,1%. B. Tungau merah(Tetrancyhus kanzawai) Gejala awal tanaman pepaya yang terserang tungau merah adalah munculnya bintik-bintik putih pada daun . Pada serangan berat,seluruh permukaan daun akan tampak berselaput putih. Penggunaan akarisida 0,2% untuk telur dan nimf dan akarsida amitraz atau kinometional untuk tungau dewasa. C. Busuk akar dan pangkal batang (Phytophtora palmivora Butl) Gejala yang muncul akibat serangan penyakit ini antara lain sebagai berikut: · Daun bawah layu,menguning,menggantung disekitar batang sebelum akhirnya rontok.Daun yang agak muda pun menunjukkan gejala yang sama · Akar lateral membusuk,Membentuk massa berwarna coklat tua,lunak,dan berbau tidak enak. · Pada bibit dipersemaian mucul sebagai penyakit semai (Damping off).Selain itu,pangkal batang membusuk kemudianterkulai · Pada buah,dimulai dari tungkai buah.Buah diselimuti miselium candawan berwarna putih,akhirnya buah mengeriput dan berwarna hitam. Untuk mengendalikan terserang penyakit ini dengan menjaga dranase kebun yang baik.Namun,bila sudah terserang segera bongkar tanaman yang sakit berserta akar-akarnya.Buah-buah yang sakit juga sebaiknya dipetik dan dimusnahkan .Penyemprotan tanaman dengan tembaga sulfat atau mankozeb juga dapat dilakukan untuk menanganinya. D.Antraknosa (Colletotrichum gloeoporioides) Pada buah muda berbentuk luka kecil ditandai oleh adanya getah yang keluar dan mengental .Pada buah menjelang masak tampak berupa bulatan-bulatan kecil berwarna gelap .Bila buah bertambah masak,bulatan-bulatan tadi semakin membesar dan busuk cekung ke arah dalam buah. Pengendalian yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga sanitasi kebun dengan baik dan menggunakan fungisida berbahan aktif mankozeb dosis 0,2%.Hindari penggunaan tanaman cabai sebagai tanaman sela karena tanaman cabai merupakan tanaman inang patogen antraknosa sehingga dikhawatirkan akan menular ke tanaman pepaya. E. Layu bakteri Serangannya penyakit ini menyebabkan daun pepaya mejadi terkulai dan gugur,meskipun dibagian lain terdapat daun daun yang sehat.Selanjutnya,pucuk tanaman akar membusuk Pembusukan tersebut akan menjalar ke bawah sehingga seluruh tanaman menjadi busuk. Pengendalian penyakit ini dilakukan dengan memperbaiki saluran irigasi bedengan. F. Virus mozaik/pepaya mozaic virus (PMV) Penyakit ini menyebabkan daun tanaman menjadi kasar dan sisi daun bergaris-garis tidak teratur (mosaik).Lambat daun pertumbuhan daun terhambat,ukuran daun mengecil dan menumpuk dibagian atas. Serangan yang cukup berat dapat mengakitbatkan daun gugur.Serangan pada buah menyebabkan timbulnya lingkaran-lingkaran berwarna hijau gelap .Penyakit ini dapat dihindari dengan menggunakan bibit yang bebas virus. Tanaman yang sudah terserang sebaiknya segera dibongkar dan dimusnahkan. G. Bercak cincin/pepaya ringspot virus (PRSV) Penyakit bercak cincin menyebabkan daun muda,sisi bagian atas diantara tulang daun mengerut dan berbintik-bintik,dan daun disepanjang garis pinggir menggulung keatas berwarna hijau terang. Secara visual,bentuk dan warna daun yang terserang nampak berbeda dengan daun sehat. Serangan pada batang biasanya 2/3 bagian batang atas timbul bercak-bercak (diameter 1,6mm) atau garis hijau mengkilat. Pada serangan hebat/akut bercak-bercak menyatu menjadi garis besar yang lonjong .Pada buah yang terserang tampak bercak-bercak berwarna kuning (berdiameter 1,6-3 mm) atau berbentuk cincin (diameter 3-18,8 mm) dengan warna kuning .Penyakit ini dilakukan dengan menggunakan bibit pepaya yang bebas virus dan mengeradikasi tanaman sakit (dicabut/dibongkar,lalu dibakar) pada gejala awal serangan. Untuk mengatasi hama dan penyakit perlu adanya pengendalian hama dan penyakit terpadu,yakni dengan melakukan beberapa cara berikut. 1. Mengendalikan OPT (organisme penggangu tanaman) untuk menghindari kerugian ekonomi berupa kehilangan hasil (kuantitas) dan penurunan mutu (kualitas) produk. 2. Menjaga kesehatan para pekerja serta kelestarian lingkungan hidup sekitar kebun. 3. Mengenali dan mengindentifikasi gejala serengan ,jeis OPT,dan musuh alami tanaman.Untuk mengenali hama atau penyebab penyakit (bila tersedia) dapat menggunakan alat bantu berupa contoh hama atau gejala penyakit.Untuk memastikan,sebaiknya melakukan konsultasi dengan petugas pengamat Hama dan Penyakit (PHP)/POPT/ Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit/Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH). 4. Mewaspadai dan mengendalikan OPT yang diduga berbahaya bagi tanaman. 5. Secara umum,pengendalian hama penyakit terpadu pada pepaya dapat dilaksanakan dengan memadukan berbagai cara budi daya yang sehat,diantarnya sebgai berikut: A. Tanah yang sehat Tanah bekas tanaman sakit disolarisai,yakni tanaman yang sakit tersebut dibongkar,kemudian dipaparkan dibawah sinar matahari selama 2-3 minggu.Sebaliknya,Lahan tersebut ditanami tanaman kacang-kacangan agar tetap produktif sebelum ditanami pepaya. Penambahan pupuk kandang disarankan untuk mengembalikan kesuburan tanah. B.Menggunakan benih/bibit yang sehat Penggunaan bahan tanaman dari induk yang sehat penting dilakukan.Hal ini disebabkan oleh beberapa penyakit yang bisa terbawa bersama benih,misalnya antraknosa.Umumnya,penyakit ini akan muncul setelah tanaman tumbuh C. Pemupukan berimbang Pupuk yang berimbang akan meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit.Pengunaan pupuk berbahan organik pupuk kandang misalny,dapat meningkatkan populasi mikroorganisme baik yang menjadi musuh alami dari organisme patogen atau serangga penggangu. Dengan demikian,perkembangan hama penyakit bisa ditekan. D. Sanitasi lingkungan Sanitasi lingkungan diperlukan untuk mengurangi inang lain ataupun sumber inokulum serengga hama serta patogen yang dapat menyerang tanaman. Sanitasi lingkungan juga dilakukan dengan cara mengumpulkan sisa-sisa atau bagian tanaman yang sakit,kemudian dibakar. E. Penggunaan tanaman yang tahan Bila telah tersedia,dapat menggunakan tanaman yang than terhadap suatu hama atau penyakit tertentu. F. Pengendalian kimiawi dilapang Serangga hama thirps dan tungau biasanya mucul pada musim kemarau.Bila sumber air memungkinkan,pengendalian cukup dilakukan dengan menambahkan satu sendok deterjen kedalam 10 liter air,kemudian disemprotkan fungisida,baik pada permukaan atas dan bawah daun hingga pucuk yang terserang. Bila terserang hama akan beberapa insektisida diizinkan dipakai dipertanaman pepaya,yaitu yang berbahan aktif Bacillusthuringiensis ,malathion,permethrin,fenbutatin–oxiade,atau pyrethrins+rotenone. Untuk hama tungau merah dan kutu daun bisa menggunakn Kelthane 0.2% Pengendalian tanaman pepaya yang terserang virus hanya dapat dilakukan dengan eradikasi tanaman untuk mengurangi penyebarannya dilapang. G . Pencegahan dan pengendalian pada buah Penyakit pada buah,Baik di pohon maupun setelah dipanen,dapat dikendalikan antara lain dengan pemetikan buah tepat pada waktunya (tidak terlalu matang), perlakuan hati-hati dan mencegah luka dan infeksi cendawan. Pembungkusan buah juga dapat mencegah serangan serangga. Sementara peredaman buah dalam air panas mampu mengurangi inokulum patogen pada buah. Penulis: Tri Kusnanto, Jamhari Hadipurwanta dan Gohan Octora Manurung Sumber: Budidaya Pepaya Unggul (Sriani Sujiprihati dan Ketty Suketi)