Keong sawah atau keong mas (Pomacea canaliculata) merupakan salah satu hama penting pada tanaman padi, terutama pada fase awal pertumbuhan. Serangan keong sawah dapat menyebabkan kerusakan parah pada tanaman muda sehingga berpotensi menurunkan populasi tanaman dan hasil panen apabila tidak dikendalikan dengan baik.
· Bentuk cangkang bulat dengan warna kuning kecokelatan
· Telur berwarna merah muda hingga merah terang, biasanya menempel pada batang tanaman, pematang, atau benda keras di sekitar sawah
· Aktif pada kondisi sawah tergenang air
· Menyerang tanaman padi pada umur 1–21 HST
· Tanaman padi muda terpotong atau hilang
· Daun dan batang padi rusak hingga tersisa pangkalnya
· Populasi tanaman berkurang sehingga pertumbuhan tidak seragam
· Menyebabkan gagal tanam ulang
· Menghambat pertumbuhan tanaman
· Menurunkan produktivitas padi
Pengendalian keong sawah dilakukan dengan Pengendalian Hama Terpadu (PHT), meliputi:
· Pengolahan lahan yang baik dan merata
· Mengatur tinggi air (air dangkal 2–3 cm pada fase awal tanam)
· Menanam bibit padi umur lebih dari 21 hari agar lebih tahan
· Tanam serempak dalam satu hamparan
· Mengumpulkan keong dan telur secara manual
· Memusnahkan telur keong dengan cara dikikis dan ditimbun
· Menggunakan saringan air pada pintu masuk irigasi
· Memelihara itik di sawah setelah tanam
· Memanfaatkan musuh alami seperti ikan dan burung
· Menggunakan tanaman umpan (daun pepaya, daun singkong)
Penggunaan moluskisida dilakukan sebagai alternatif terakhir apabila serangan sudah tinggi:
· Gunakan moluskisida sesuai anjuran
· Aplikasikan pada sore hari
· Ikuti dosis dan petunjuk label untuk menghindari pencemaran lingkungan