Pendahuluan Pengendalian hama dan penyakit suatu tanaman merupakan unsur penting dalam teknologi budidaya pertanian. Di mana penurunan produksi dan gagal panen sangat dipengaruhi oleh keberhasilan dalam menerapkan teknologi pengendalian hama dan penyakit tersebut. Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman padi memerlukan pemahaman yang tepat, dari segi waktu, sasaran, dosis dan cara aplikasi, sehingga keseimbangan alam akan terjaga. Penggerek padi merupakan hama yang sangat penting pada padi dan sering menurunkan hasil panen secara nyata. Penggerek Batang Padi Hama penggerek batang padi disebabkan oleh larva yang dihasilkan dari beberapa ngegat/kupu-kupu seperti ; Penggerek batang padi kuning (Scirpophaga incertulas), Penggerek batang padi putih (Scirpophaga innotata), Penggerek batang padi bergaris (Chilo suppressalis), dan Penggerek batang padi merah jambu (Sesamia inferens).Stadia tanaman yang rentan terhadap serangan penggerek adalah mulai dari persemaian hingga pembentukan malai, di mana mekanisme serangan adalah larva memakan pembuluh tanaman di dalam batang. Serangan pada tanaman muda, anakan yang rusak berwarna kuning dan mati, kondisi ini disebut Sundep. Sedangkan serangan pada fase pembentukan malai, yaitu merusak tangkai malai sehingga malai yang dihasilkan menjadi hampa dan berwarna putih, kondisi ini disebut Beluk. Ngengat aktif di malam hari dan menyukai cahaya. Larva betina menaruh 3 massa telur sepanjang 7 – 10 hari masa hidupnya sebagai serangga dewasa. Massa telur penggerek batang padi berbentuk cakram dan ditutupi oleh bulu-bulu berwarna coklat dari abdomen betina. Setiap massa telur mengandung sekitar 100 telur. Penggerek batang padi dapat menyebakan kemerosotan hasil karena anakan produktif berkurang dan banyak terjadi malai hampa. Pengendalian Pengendalian hama penggerek batang dilakukan secara terpadu, dan yang utama adalah melalui pengontrolan mulai dari persemaian hingga pembentukan malai. Selain itu waktu tanam yang tepat merupakan cara yang efektif untuk menghindari serangan penggerek batang. Hindari penanaman pada bulan-bulan Desember-Januari, karena suhu, kelembaban dan curah hujan saat itu sangat cocok bagi perkembangan hama penggerek tanaman padi yang baru ditanam. Menggunakan lampu perangkap untuk menangkap ngegat, sehingga ngengat tidak sampai meletakan telurnya di tanaman. Pengendalian secara kimia yang efektif menggunakan insektisida berbahan aktif karbofuran, bensultrap, dimenhipo, amitraz dan fipronil dengan dosis anjuran. Penulis : Sugito, SP Referensi: disarikan dari beberapa sumber