Loading...

PENGENDALIAN HAMA PENGGEREK BATANG TANAMAN PADI

PENGENDALIAN HAMA PENGGEREK BATANG TANAMAN PADI
Hama penggerek batang merupakan hama utama dan paling penting pada pertanaman padi karena sering menimbulkan kerusakan berat dan kehilangan hasil yang tinggi. Hama ini dapat merusak tanaman padi pada semua fase pertumbuhan, mulai pada saat di pembibitan, fase anakan sampai fase pembungaan. Serangan pada pembibitan dan fase anakan menyebabkan kematian anakan muda hama ini disebut sundep. Jika serangan sundep kurang dari 5 %, kehilangan hasil tidak terlalu besar karena tanaman padi masih masih dapat membentuk anakan baru. Jika serangan pada fase pembungaan menyebabkan malai tampak putih dan hampa disebut beluk.. Di lapangan sering ditemukan 3 spesies hama penggerek padi yaitu penggerek batang padi kuning (Scirpophaga incertulas), penggerek batang putih (S. innotata) dan penggerek batang bergaris (Chilo suppressalis). Sampai saat ini belum ada varietas padi yang tahan terhadap hama penggerek bantang. Oleh karenanya gejala serangan perlu diwaspadai, terutama pada saat musim penghujan. CARA PENGENDALIAN1. Pengaturan Pola Tanam - Waktu tanam yang tepat merupakan cara yang efektif untuk menghindari serangan penggerek batang. Hindari penanaman padi pada bulan-bulan Desember “ Januari, karena suhu, kelembaban dan curah hujan pada saat itu sangat cocok untuk perkembangan hama penggerek batang, sementara tanaman padi yang baru ditanam sangat sensitif terhadap hama tersebut. Pengaturan waktu tanam yaitu berdasarkan penerbangan ngengat atau populasi larwa di tunggul tanaman padi.Penanaman padi jangang bertepatan dengan puncak penerbangan ngengat. Penanaman padi bisa dilakukan pada 15 hari setelah puncak penerbangan ngengat.- Tanam serempak untuk menghindari sumber makanan bagi hama penggerek batang padi. Dalam satu hamparan kelompok tani batas waktu tanam awal dan akhir sebaiknya paling lama 15 hari. - Pergiliran tanaman padi dengan tanaman bukan padi untuk memutus siklus hidup hama penggerek batang padi.2. Pengendalian Secara Mekanis- Pengendalian dapat dilakukan dengan mengumpulkan kelompok telur penggerek bantang padi mulai di persemaian sampai di pertanaman.- Pada saat panen pa>di, diupayakan pemotongan tanaman serendah mungkin sampai permukaan tanah, kemudian diikuti dengan penggenangan air setinggi 10 cm agar pangkal jerami cepat membusuk sehingga larva atau pupa mati.3. Pengendalian HayatiPemanfaatan musuh alami parasitoid dengan melepas parasitoid telur seperti Trichogramma japonicum dengan dosis 20 pias/ha sejak awal pertanaman.4. Pengendalian Secara Kimiawi- Pengendalian dengan insektisida segera dilakukan, jika > 10 % rumpun padi memperlihatkan gejala sundep atau beluk. Atau penggunaan insektisida dapat dilakukan pada saat 4 setelah ada penerbangan ngengat atau intensitas serangan sundep rata-rata > 5 %.- Penggunaan insektisida butiran di persemaian dilakukan jika sekitar pertanaman ada lahan yang sedang atau menjelang panen pada satu hari sebelum tanam. Pada pertanaman, insektisida butiran diberikan terutama pada stadium vegetative dengan dosis 20 kg insektisida granula/ha. Pada stadium generatif aplikasi dengan insektisida cair.- Insektisida butiran yang direkomendasikan adalah yang mengandung bahan aktif karbofuran atau fipronil.- Insektisida cair (semprot) yang direkomendasikan adalah yang berbahan aktif klorantraniliprol, fipronil, dimehipo dan bensultaf.5. Pengendalian PreventifTindakan preventif dalam pengendalian hama penggerek batang padi, dengan cara memantau fluktuasi populasi secara rutin. Untuk memantau fluktuasi populasi hama penggerek batang yang berasal dari migrasi dapat menggunakan light trap. Penulis : Kiswanto Penyuluh Pertanian BPTP Lampung Sumber : BB Padi