Hama putih palsu (Cnaphalocrocis medinalis) merupakan hama Tanaman padi dan arang sekali menjadi hama utama akan tetapi serangan hama tersebut tetap akan berdampak merugikan bagi petani. Serangan hama ini akan menjadi berarti apabila kerusakan pada daun terjadi saat tanaman padi memasuki anakan maksimum dan fase pematangan mencapai lebih kurang 50%. Larva/ulat dari hama putih palsu ini merusak pertanaman padi dengan cara memakan jaringan hijau daun, melipat daun kemudian memangsa dari dalam lipatan daun tersebut dan meninggalkan ciri khas yaitu permukaan bawah daun yang berwarna putih. Siklus hidup hama ini berkisa antara 30 - 60 hari. Gejala awal adanya hama ini yaitu dengan munculnya kehadiran ngengat / kaper berwarna kuning coklat yang memiliki 3 buah pita hitam dengan garis lengkap atau terputus pada bagian sayap depan. Pada saat istirahat atau tidak beraktifitas serangga / ngengat ini berbentuk seperti segi tiga. Daun menggulung dan terdapat garis-garis putih transparan sepanjang 15 – 20 cm, dalam setiap daun terdapat lebih dari 1 garis. Garis-garis putih transparan tersebut sejajar dengan ibu tulang daun. Jika terjadi serangan berat, maka setiap tanaman banyak terdapat gulungan-gulungan daun. Pertanaman yang terserang berat daun akan mengering tampak seperti terbakar. Serangan dapat menimbulkan kerugian besar, apabila daun bendera tanaman padi menjadi rusak. TEKNIK PENGENDALIAN Pemeliharaan tanaman sebaik mungkin agar pertanaman tumbuih baik, sehat dan subur. Melakukan pemupukan berimbang antara N, P dan K sesuai kebutuhan tanaman. Mengurangi dosis pupuk N seperti Urea. Dianjurkan menggunakan bagan warna daun (BWD) untuk menentukan dosis pupuk N (urea). Membersihkan gulma (rumput pengganggu) di pematang sawah. Tidak dianjurkan menggunakan insektisida sampai tanaman berumur 40 hari sesudah sebar benih, karena tanaman padi yang terserang pada fase ini dapat pulih kembali apabila air dan pupuk dikelola dengan baik sesuai dengan kebutuhan tanaman. Jika tingkat serangan hama sampai batas ambang kendali, maka pengendalian dengan menggunakan insektisida kimiawi segera dilakukan. Insektisida yang digunakan yang berbahan aktif; klorantraniliprol atau karbofuran bisa disemprotkan melalui melalui daun atau ditaburkan kedalam tanah bersamaan dengan pemupukan. Ditulis oleh: Ulfa Hastuti Sugiarto, SP