Pengendalian Hama Wereng Bercak Coklat (WBC) di Desa Kasih Raja Kecamatan Lubuk Keliat
Sumatera Selatan memiliki luas lahan pertanian yang cukup luas. Tingginya kebutuhan akan padi dan beras di Indonesia harus diimbangi dengan produksi padi. Tetapi dalam usaha meningkatkan produksi padi pada kenyataannya banyak kendala yang dihadapi seperti berkurangnya lahan pertanian yang beralih fungsi menjadi perumahan dan pabrik dan terjadinya serangan hama dan penyakit pada tanaman. Tanaman padi yang terserang hama dan penyakit akan menyebabkan pengurangan produksi yang signifikan. Seperti serangan hama wereng Bercak coklat (WBC) yang ada di sejumlah lahan di Kecamatan Lubuk Keliat belum lama ini. Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) desa Kasih Raja Kecamatan Lubuk Keliat, Yusman Haris, SP. mengatakan bahwa serangan WBC sangat dipengaruhi oleh teknik budidaya yang dilakukan oleh petani antara lain yaitu dosis penggunaan pupuk kimia yang masih tinggi, jarak tanam yang rapat, air yang senantiasa tergenang, serta kurangnya pupuk organik. Dengan ada serangan WBC ini, Koordinator Pengamat Hama dan Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) kecamatan Lubuk Keliat, Bapak Iswanto menghimbau kepada seluruh petani di Kecamatan Lubuk Keliat waspada terhadap serangan WBC dan merekomendasikan untuk : Selalu melakukan pengamatan populasi WBC sekurang-kurangnya 1 kali dalam seminggu Pengelolaan air dengan sistem irigasi berselang untuk menekan perkembangan WBC Dianjurkan pengendalian dengan agensia hayati (Beauvaria bassiana) karena aman terhadap musuh alami dan agensia hayati bisa berkembang sendiri jika keadaan ekologi mendukung Iswanto selaku POPT menganjurkan beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mengatasi serangan WBC antara lain : Penanaman refugia (tanaman bunga-bungaan) di pematang tanah Penggunaan dosis pupuk organik yang tinggi 20-40 ton/ha Pembajakan lahan sesegera mungkin setelah tanam Memperbaiki sifat kimia tanah dengan kapur pertanian/ dolomit pada saat pengolahan tanah dengan dosis 5 kuintal/Ha. Penerapan metode SRI (Penggunaan bibit muda, iwir, jarak tanam jarang, jajar legowo, pengairan berselang, pembuatan parit/patusan di tepi pematang dan tengah petakan lahan, pupuk kimia secara berimbang dan pengamatan OPT secara rutin). Dengan berbagai upaya pencegahan dan pengendalian terhadap serangan hama pada tanaman padi yang sudah dilakukan oleh petani dan Pemerintah Kecamatan Lubuk Keliat, semoga dapat membuahkan hasil peningkatan produksi tanaman padi demi mendukung swasembada pangan. Yusman Haris SP PPL PNS Kecamatan Lubuk Keliat