Tanaman Inang hawar daun bakteri adalah Jenis rumput - rumput yaitu Leersia sayanuka , L. Japonica , L oryzoides, Zinzania latifolia, Leptochola chinensis, L. Filiformis, dan L. Panaoea . Upaya yang dapat dilakukan dalam pengendalian atau untuk mengatasi penyakit hawar daun bakteri (kresek) dengan melakukan beberapa antara lain ; a. Perbaikan cara bercocok tanam, melalui : - Pengelohan tanah secara optimal dengan membalik dan meratakan dengan tanah. - Pengaturan pola tanam dan waktu tanam serempak meliputi satu petak tertier wilayah kelompok wilayah kelompok paling sedikit satu wilayah kerja kelompok. - Pergiliran tanaman dan varietas unngul dari benih sehat, seperti varietas Angke atau Conde sehingga siklus hawar daun bakteri terputus. - Pengaturan jarak tanam, untuk memproleh iklim mikro yang sesuai. - Pemupukan berimbang (N,P,K, dan unsur mikro) sesuai dengan fase pertumbuhan dan musim, penggunaan pupuk N tidak berlebihan. b. Dengan jalan sanitasi lingkungan pertanaman dari gulma sebagai inang penular wereng hijau seperti C.dactylon, E. colona, E. crusgalli. dan eradikasi tanaman sakit perlu dilakukan pemberatasan hama hawar daun bakteri tersebut atau dengan mencabut padi yang terkena lalu dibakar atau ditanam c. Penyemprotan bakterisida ajuran yang efektif dan diizinkan secara bijaksana berdasarkan hasil pengamatan dan yang ramah lingkungan. Disarankan kepada para penyuluh pertanian yang ada di lapangan dan petani padi sebaiknya antisipasi dan pencegahan penyakit hawar daun bakteri sedini mungkin dilakukan sejak dari pengolahan tanah, persemaian padi di pembibitan dan setelah tanam dilakukan perawatan tanaman padi sebaik mungkin dengan jalan setiap hari memperhatikan dan merawat tanaman padi tersebut secara baik. Bila para petani di lapangan menemukan gejala serangan penyakit hawar daun walupun keadaan baru tanda - tanda, sebaiknya segera dilakukan pencegahannya dengan menggunakan pestisida alami atau pestisida buatan yang dosisnya ramah lingkungan. Bila keadaan ini dilakukan dengan baik sejak mengolah tanah sampai pemanenan padi, mudah - mudahan padi yang diusahakan para petani di lapangan akan terhindar dari serangan penyakit hawar daun bakteri, yang akhirnya padi yang diusahakan petani akan memberikan hasil produksi yang baik bagi petani. Oleh : Dr. Ibrahim Saragih / Penyuluh Pertania Sumber : Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, Ditjentan, Pedoman Pengendalian OPT Padi Hibrida, 2008, Jakarta Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, Ditjentan, Pedoman dan Diteksi Serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan , 2007, Jakarta Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, Ditjentan, Pedoman Penyakit Tungro Pada Tanaman Padi, 2006, Jakarta.