Loading...

Pengendalian Kutu Tanaman Pada Tanaman Florikultura

Pengendalian Kutu Tanaman Pada Tanaman Florikultura
Salah satu kelompok organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang sering merusak keindahan tanaman hias adalah jenis kutu tanaman. Kelompok kutu tanaman merupakan ordo Hemiptera, serangga hama berukuran kecil dengan alat mulut menusuk-menghisap dengan stiletnya. Hama ini menyebabkan gangguan fisiologis pada tanaman, dan pada populasi tinggi dapat menyebabkan kematian. Beberapa kutu tanaman yang banyak dijumpai menyerang tanaman hias antara lain kutukebul, kutudaun, kutuperisai, kututempurung, kutuputih dan kutukapuk. Gejala serangan Sepanjang hidupnya kutu tanaman hidup pada tanaman inangnya. Semua jenis kutu tanaman memiliki alat mulut berupa stilet yang digunakan untuk menusuk dan menghisap jaringan tanaman, baik pada bagian pucuk, daun maupun batang tanaman. Kerusakan pada daun tanaman hias dapat berupa gejala nekrosis, malformasi daun, dan matinya pucuk tanaman. Kutu tanaman mengeluarkan eksresi cairan (embun madu) dari tubuh berupa limbah pencernaan. Eksresi ini dikeluarkan melalui struktur berupa cincin anal dan biasanya menetes tidak jauh dari tempat hidupnya atau terlontar ke helaian daun dibawahnya. Lapisan embun madu dapat dimanfaatkan oleh semut sebagai makanannya, dan juga akan menjadi media tumbuh cendawan embun jelaga berwarna hitam. Semut dapat membantu kutu tanaman dari serangan musuh alami, baik predator ataupun parasitoid. Teknik Pengelolaan Hama Kutu-kutuan pada tanaman Florikultura Kultur teknis - Pemilihan benih yang sehat, bebas OPT, khususnya kutu tanaman. - Pemeliharaan tanaman yang baik (penyiangan, penyiraman, pemupukan dan penambahan atau penggantian media tumbuh) untuk meningkatkan kesehatan tanaman. - Memperbaiki aerasi dengan pengaturan jarak tanam/penempatan pot yang tidak terlalu rapat. - Memperkuat pertumbuhan tanaman dengan pemberian kompos yang cukup dan menghindari pupuk N berlebihan. - Sanitasi kebun dari gulma dan sisa-sisa tanaman lainnya. - Optimalisasi naungan sesuai dengan kebutuhan tanaman. Fisik - Eradikasi tanaman yang terserang serta tanaman inang lainnya dan memusnahkannya. - Memangkas dan memusnahkan bagian tanaman yang terserang. Mekanis - Pemusnahan hama kutu-kutuan dengan cara menyikat bagian tanaman yang terserang atau menyapu dengan kain yang sudah dicelup pada larutan deterjen. - Melakukan penyemprotan dengan air atau dengan larutan deterjen. Biologis - Predator : Cryptolaemus montrouzieri, Curinus coeruleus, Scymnus sp. (Coleoptera : Coccinellidae), Chrysopha sp. (Neuroptera : Chrysopidae). - Parasitod Acerophagus papayae (Hymenoptera : Encyrtidae) untuk pengendalian kutu putih P.marginatus. Kimiawi - Penggunaan pestisida kimia yang sudah terdaftar dan diizinkan Menteri Pertanian. - Aplikasi pestisida harus tepat : sasaran, dosis, konsentrasi, cara dan waktu aplikasi. Ditulis kembali : Ely Novrianty (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Lampung) Sumber : Direktorat Perlindungan Hortikultura, Ditjen Hortikultura Tahun 2012