Iklim merupakan faktor alam yang bersifat given artinya merupakan fenomena alam anugerah dari sang Maha Pencipta Allah SWT yang harus diterima oleh manusia dan harus dikelola dengan baik supaya memberikan manfaat bagi kita khususnya para petani yang hidupnya sangat tergantung pada iklim. Perubahan iklim secara faktual yang terjadi dari tingkat lokal, regional maupun global sangat berpengaruh terhadap kondisi iklim di wilayah Indonesia yang terletak didaerah tropis diantara Benua Asia dan Australia dan diantara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, menyebabkan wilayah Indonesia rentan terhadap perubahan iklim/cuaca. Pentingnya isu perubahan iklim, sehingga diperlukan penyebarluasan informasi tentang pengertian-pengertan yang berkaitan dengan iklim dan cuaca. Iklim a. Kebiasaan cuaca dan unsur-unsur atmosfer disuatu daerah selama kurun waktu yang panjang (Glenn T. Trewartha, 1980). b. Keadaan atmosfer, antara lain : suhu, tekanan, angin, kelembaban, yang terjadi disuatu daerah selama kurun waktu yang panjang (Gibbs,1987). Cuaca a. Keadaan atmosfer secara keseluruhan pada suatu saat termasuk perubahan, perkembangan dan menghilangnya suatu fenomena (World Climate Conference, 1979). b. Keadaan variable atmosfer secara keseluruhan disuatu tempat dalam selang waktu yang pendek (Glen T. Trewartha, 1980). c. Keadaan atmosfer yang dinyatakan dengan nilai berbagai parameter, antara lain suhu, tekanan, angin, kelembaban dan berbagai fenomena hujan, disuatu tempat atau wilayah selama kurun waktu yang pendek (menit, jam, hari, bulan, musim, tahun) (Gibbs, 1987). Iklim Ekstrim di Indonesia a. EL Nino adalah : gejala naiknya suhu samodra pasifik (hingga 31 derajat celcius) yg menyebabkan kekeringan di Indonesia b. La Nina adalah : gejala menurunnya suhu permukaan samodra pasifik yang menyebabkan angin serta awan hujan di Indonesia serta berakibat curah hujan tinggi dan angin topan dan berdampak pada bencana banjir dan tanah longsor. Curah Hujan (mm) Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap dan tidak mengalir. Curah hujan satu milimeter, artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar, tertampung air setinggi satu milimeter atau tertampung air sebanyak satu liter. Curah Hujan Kumulatif (mm) Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut. Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM). Zona Musim (ZOM) Adalah daerah yang pola hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode musim kemarau dan musim hujan. Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan. Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM. Non ZOM Adalah daerah-daerah yang pola hujan rata-ratanya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara periode musim kemarau dan musim hujan. disebut Non ZOM Awal Musim Kemarau Penetapan didasarkan pada jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh beberapa dasarian berikutnya. Permulaan musim kemarau, bisa terjadi lebih (maju), sama atau lebih lambat (mundur) dari normalnya (rata-rata selama 30 tahun yaitu periode tahun 1971 - 2000). Awal Musim Hujan Penetapan didasarkan pada jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh beberapa dasarian berikutnya. Permulaan musim hujan, bisa terjadi lebih (maju), sama atau lebih lambat (mundur) dari normalnya (rata-rata selama 30 tahun yaitu periode tahun 1971 - 2000). Dasarian Rentang waktu selama 10 (sepuluh) hari. Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian yaitu : a. Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan 10 b. Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan 20 c. Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan Sifat Hujan Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu satu periode musim kemarau dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun yaitu periode tahun 1971 - 2000). Ada tiga katagori sifat hujan yaitu : a. Diatas Normal (AN) : Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata-ratanya b. Normal : Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata-ratanya c. Dibawah Normal (BN) : Jika nilai curah hujan kurang dari 85% terhadap rata-ratanya Rata-rata curah hujan Jumlah rata-rata curah hujan yang digunakan sebagai dasar penentuan curah hujan normal, menggunakan data periode tahun 1971-2000. Oleh : Ir.Sri Puji Rahayu, MM Sumber : Prakiraan Musim Kemarau 2010, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Jakarta, 2010 Gambar : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Jakarta, 2010