Penggerek buah kopi (PBKo)Hypothenemus hampei, Famili Scolytidae, Ordo Coleoptera COFFEE BERRY BORER PBKo sangat merugikan, karena mampu merusak biji kopi dan sering mencapaipopulasi yang tinggi. Pada umumnya, hanya kumbang betina yang sudah kawin yang akan menggerek buah kopi; biasanya masuk buah dengan buat lubang kecil dariujungnya. Kumbang betina menyerang buah kopi yang sedang terbentuk, dari 8 minggu setelah berbunga sampai waktupanen. Buah yang sudah tua paling disukai. Kumbang betina terbang dari pagi hingga sore. PBKo mengarahkan serangan pertamanya pada bagian kebun kopi yang bernaungan, lebih lembab atau di perbatasan kebun. Jika tidak dikendalikan, serangan dapat menyebar ke seluruh kebun. Dalam buah tua dan kering yang tertinggal setelah panen, dapat ditemukan lebih dari 100 PBKo. Karena itu penting sekali membersihkan kebun dari semua buah yang tertinggal. Daur hidupKumbang betina menggerek ke dalam biji kopi dan bertelur sekitar 30-50 butir. Telur menetas menjadi larva yang menggerek biji kopi. Larva menjadi kepompong di dalam biji. Dewasa kumbang) keluar dari kepompong. Jantan dan betina kawin di dalam buah kopi, kemudian sebagian betina terbang ke buah lain untuk masuk, lalu bertelur lagi. Jantan tidak bisa terbangsehingga tetap di dalam buah tempat lahirnya sepanjang hidup. Cara pengendalian PBKoPengendalian HayatiTerdapat cukup banyak jenis musuh alami yang menyerang PBKo seperti Laba-laba, semut dan tawon.Ada dua cara pengendalian PBKo memakai jamur Beauveria bassiana (Bb):1) Petik merah (buah yang masak pertama) buah yang terserang PBKo, dikumpulkan dan diperlakukan dengan Bb, kemudian ditutup dengan plastik jernih. Biarkan satu malam. Dewasa akan keluar dari buah dan terinfeksi oleh Bb;dewasa ini kelihatan di bawah plastik. Dewasa tersebut dilepas sehingga dapat menularkan Bb kepada pasangannya di kebun.2) Pemakaian Bb pada saat kulit tanduk sudah mengeras, kira-kira bulan Desember/Januari. Pengendalian mekanisPetik buah yang tertinggal pada pohon kopi dan pungut buah yang jatuh ketanah. Sebaiknya buah yang dikumpulkan tersebut direbus atau dipendam. Hal ini penting untuk menurunkan jumlah PBKo di kebun kopi karena cara ini menghilangkan makanan untuk PBKo yang akan datang/berpindah ke kebun serta yang sudah ada di kebun. Dengan cara ini daur hidup PBKo dapat dipotong. Ditulis Ulang oleh: Tri KusnantoSumber: Musuh Alami Hama dan Penyakit Tanaman Kopi Edisi 2. Direktorat Perlindungan Perkebunan, Direktorat Jenderal Bina Produksi Perkebunan, Departemen Pertanian