Loading...

PENGGUNAAN PESTISIDA NABATI UNTUK MENJAGA KEAMANAN PANGAN (SAYURAN) DI PEKARANGAN

PENGGUNAAN PESTISIDA NABATI UNTUK MENJAGA KEAMANAN PANGAN (SAYURAN) DI PEKARANGAN
Lahan pekarangan memiliki fungsi multiguna, karena dari lahan yang relatif sempit ini, bisa menghasilkan bahan pangan seperti umbi-umbian, sayuran, buah-buahan; bahan tanaman rempah dan obat, bahan kerajinan tangan; serta bahan pangan hewani yang berasal dari unggas, ternak kecil maupun ikan. Pada pelaksanaannya, ada beberapa kendala yang dihadapi diantaranya adalah adanya Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Untuk menanggulangi serangan hama dan penyakit tanaman, biasanya petani menggunakan pestisida kimia karena mudah dibeli di toko pertanian. Pestisida kimia merupakan bahan beracun yang sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan, karena pestisida kimia bersifat polutan dan menyebarkan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh seperti mutasi gen dan gangguan syaraf pusat. Disamping itu residu kimia yang beracun tertinggal pada produk pertanian dan dapat memicu kerusakan sel, penuaan dini dan munculnya penyakit degeneratif. Dampak negatif dari penggunaan pestisida kimia adalah: hama menjadi kebal (resisten); peledakan hama baru (resurjensi); penumpukan residu bahan kimia di dalam hasil panen; terbunuhnya musuh alami Solusi Keamanan Pangan (Sayuran) di PekaranganMaraknya aktivitas urban farming dan produk sayuran organik saat ini, penggunaan pestisida kimia mulai dihindari. Pehobies mulai beralih pada penggunaan pestisida nabati atau disebut pestisida organic. Pestidida nabati adalah pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tanaman atau tumbuhan yang sebenarnya ada di sekitar kita. Penggunaan pestisida nabati selain dapat mengurangi pencemaran lingkungan, mudah diperoleh, harganya relatif murah apabila dibandingkan dengan pestisida kimia. Pada naskah ini akan disampaikan pentingnya pembuatan pestisida nabati dari umbi bawang merah dan putih. Bawang merah mengandung minyak atsiri, sikloaliin, metilaliin, dihidroaliin, lavonglikosida, saponin, peptida, fitohormon, kuersetin.Cara kerjanya bersifat sebagai insektisida, sebagai penolak (repellent). Sedangkan bawang putih mengandung senyawa tanin, minyak atsiri, dialilsulfi da, aliin, alisin, enzim aliinase. Selain sebagai penolak, bawang putih bersifat sebagai insektisi da, nematisida, fungisida dan antibiotik. Cara Pembuatan : 1. Ekstrak Bawang MerahBahan dan Alat : 85 g bawang merah; 50 ml minyak sayur; 10 ml deterjen/sabun; 950 ml air; Alat penyaring, Botol Cara Pembuatan : Campurkan bawang merah dengan minyak sayur, biarkan selama 24 jam, tambahkan air dan sabun, aduk hingga rata.Cara Penggunaan : Campurkan larutan dengan air (50 ml larutan , 950 ml air. Kocok sebelum digunakan. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi hari OPT Sasaran : Kutu kebul 2. Ekstrak Bawang Merah Bahan dan Alat : 1 kg bawang merah; 1 liter air; Panci, Ember,Alat penyaring Cara Pembuatan : Didihkan air dalam panci, hancurkan bawang merah dan masukkan ke dalam air mendidih. Biarkan selama 24 jam, kemudian disaringCara Penggunaan : Tambahkan 1 liter larutan dengan 10 liter air, semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari.OPT Sasaran : Semut, tungau dan trips 3. Ekstrak Bawang Merah Bahan dan Alat : 50 g bawang merah; 1 liter air; ember ,alat penyaring Cara Pembuatan : Hancurkan bawang merah,tambahkan air, aduk sampai rata dan disaringCara Penggunaan: Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang OPT pada pagi atau sore hari OPT Sasaran : Alternaria, antraknos, Fusarium, busuk daun 4. Ekstrak Bawang Putih Bahan dan Alat : 85 gram bawang putih; 50 ml minyak sayur; 10 ml deterjen/sabun; 950 ml air ; Alat penyaring,BotolCara Pembuatan : Campurkan bawang putih dengan minyak sayur. Biarkan selama 24 jam. Tambahkan air dan sabun. Aduk hingga rata. Simpan dalam botol paling lama 3 hari.Cara Penggunaan : Campurkan larutan dengan air (50 ml larutan , 950 ml air). Kocok sebelum digunakan. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang OPT pada pagi hariOPT Sasaran : Ulat, hama pengisap, nematoda, bakteri, antraknos, embun tepung 5. Ekstrak Bawang Putih Bahan dan Alat : 2 siung bawang putih; 10 ml deterjen/sabun; 4 cangkir air; Alat penumbuk/blender; Alat penyaring, BotolCara Pembuatan : Hancurkan bawang putih, rendam dalam air selama 24 jam. Tambahkan air dan sabun, saring dan masukkan dalam botol Cara Penggunaan : Tambahkan larutan dengan air dengan perbandingan 1 : 9 air, kocok sebelum digunakan. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi hariOPT Sasaran : Cendawan 6. Ekstrak Minyak Bawang Putih Bahan dan Alat : 100 gram bawang putih; 2 sendok makan minyak sayur; 10.5 liter air; 10 ml deterjen/sabunCara Pembuatan : Hancurkan bawang putih, rendam dalam minyak sayur selama 24 jam, tambahkan ½ liter air dan deterjen, aduk hingga rata dan SaringCara Penggunaan : Tambahkan 10 liter air ke dalam larutan aduk hingga merata, semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang OPT pada pagi hari OPT Sasaran : Hama kubis, belalang dan kutu daun Penulis : Umi Pudji Astuti