Loading...

PENGOBATAN ALTERNATIF SCABIES GUNAKAN OLI BEKAS DAN BELERANG

PENGOBATAN ALTERNATIF SCABIES GUNAKAN OLI BEKAS DAN BELERANG
Ternak kambing dan babi merupakan jenis ternak yang paling banyak dipelihara oleh sebagian besar masyarakat NTT setelah ternak ayam; baik yang berdomisili di desa maupun di perkotaan. Sistem pemeliharaannyapun mudah dan tidak membutuhkan tempat yang luas. Dari hasil pemeliharaan kedua jenis ternak tersebut ternyata mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan bagi yang menggeluti usaha ini. Salah satu hal yang menjadi kendala/hambatan bagi peternak dalam mengembangkan kedua jenis ternak tersebut adalah penyakit; penyakit merupakan momok yang menakutkan bagi setiap peternak, karena kenyataannya kerugian terbesar peternak dapat terjadi disebabkan adanya serangan penyakit yang sulit dikendalikan ataupun sulit diobati. Hal inilah yang sering membuat merosotnya animo masyarakat dalam berusaha di bidang peternakan. Dari beberapa penyakit yang sering menyerang ternak kambing dan babi, penyakit SCABIES adalah salah satu penyakit yang banyak ditemukan di tingkat peternak. Penyakit ini menyerang ternak kambing dan babi pada segala umur. Sistem pemeliharaan dan manajemen yang tidak intensif turut memicu terjadinya serangan penyakit Scabies ini. Penyakit Scabies ini disebabkan oleh parasit external yaitu 'Tungau Sarcoptes" (Sarcoptes Mite). Tungau tersebut menyebabkan penyakit kulit (scabies) yang biasa kita sebut "kudis kulit". Tungau Sarcoptes adalah parasit kecil bulat berwarna kelabu putih yang ukuran panjangnya 0,5 mm (Anonymous.1988. PT.Pfizer Indonesia. Bogor.). Tungau tersebut dapat dilihat dengan mata telanjang bila ditempat berlatar belakang gelap. Untuk mengdiagnosa tungau sarcoptes sebaiknya dipertegas dengan pemeriksaan mikroskopis. 1. Scabies yang selalu dapat dilihat adalah kegatalan 2. Ternak kambing maupun babi selalu berusaha menggosokkan bagian tubuh yang terserang ke benda-benda disekelilingnya. 3. Di daerah kulit yang terserang penyakit terdapat papula merah kecil. 4. Bila penyakit menjadi kronis, akan terbentuk kulit berkerak-kerak. Pengendalian penyakit kulit (scabies) pada ternak kambing dan babi dilakukan melalui sanitasi kandang dan sanitasi lingkungan. Sanitasi kandang meliputi kebersihan kandang, kebersihan tempat makan, kebersihan lingkungan sekitar kandang, kebersihan tempat minum serta kebersihan semua peralatan yang dipakai, sebaiknya disemprot menggunakan desinfektan baik carbol, lisol maupun bioced. Sanitasi lingkungan erat kaitannya juga dengan kualitas bibit ternak yang dipakai, jenis dan kualitas pakan yang diberikan dan kualitas air yang diberikan untuk diminum oleh ternak yang dipelihara. Pada ternak babi, scabies sering ditemukan pada ternak yang dikandangkan disebabkan sanitasi lingkungan yang kurang diperhatikan oleh para peternak. Sedangkan pada ternak kambing pada kondisi tertentu jarang ditemukan, namun pada kondisi lingkungan yang tidak sehat scabies dapat dengan mudah menyerang. Pengobatan penyakit scabies (kudis kulit) harus dilakukan sejak dini atau sejak tanda-tanda scabies mulai muncul, kerena pengobatan setelah penyakit scabies sudah kronis, sulit untuk disembuhkan. Ternak kambing ataupun babi yang mulai terserang penyakit scabies dapat diobati dengan insektisida yang cocok untuk sarcoptes dengan aturan pemakaian harus menurut anjuran pabrik yang membuat insektisida tersebut. Di tingkat pelaku utama khususnya yang berada di perdesaan (para peternak) insektisida ini sulit ditemukan dan juga memiliki harga yang cukup mahal. Oleh karena itu salah satu alternatif pengobatan yang dapat dilakukan yaitu dengan menggunakan campuran oli bekas dengan belerang. Kedua bahan ini selain aman dalam penggunaannya juga mudah di dapat dan miudah meramunya. Langkah-langkahnya adalah : 1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 2. Pisahkan ternak yang sudah terserang scabies dengan ternak yang tidak terserang 3. Ambil bubuk belerang ± 250 gram (untuk belerang yang masih berbentuk padat supaya dihaluskan dulu menjadi bubuk) 4. Ambil oli bekas ± ¼ liter (250 ml) 5. Campurkan kedua bahan tersebut pada wadah yang bersih, diaduk sampai merata 6. Bersihkan bagian yang terkena scabies dengan air dan sabun antiseptek (disikat dan pastikan benar-benar bersih). 7. Diamkan dan keringkan bagian yang sudah di bersihkan agar benar-benar kering/tidak mengandung air (gunakan kain yang kering dan bersih) 8. Oleskan campuran oli bekas dan belerang secara merata. Ulangi setiap pagi dan sore sampai sembuh. (Abinhur N. Liskodat, SP). Frans W. Simboh, S.Pi. Admin Flores Timur.